Rabu, 12 November 2014

TENTANG MAKNA ISLAM



TENTANG MAKNA ISLAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Secara bahasa, makna Islam diantaranya adalah berserah diri atau menyerahkan diri. Menurut definisi, Islam adalah agama samawi yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui utusanNya Muhammad Salallahu alaihu Wassalam, yang ajarannya terdapat dalam al Qur an dan as Sunnah dalam bentuk perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia,  baik di dunia maupun di akhirat (Ensiklopedi Islam 2/246) 

Makna yang shahih tentang Islam adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh pembawa risalah Islam ini dan yang paling mengetahui tentang Islam yaitu Rasulullah salallahu alaihi wassalam.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab dan dikenal dengan sebutan hadits Jibril, yaitu : “Waqaala : Yaa Muhammad, akhbirnii ‘anil islaam. Faqaala rasuulullahi salallahu ‘alaihi wasallam :“Al islam : Antasyhadualla ilaha ilallahu wa anna muhammaddar rasulullahi, wa tuqimash shalah wa tuktiyaz zakah, wa tashuma ramadhan, wa tahujjal baita inis tatha’ta ilaihi sabiilaa.”   Dan berkata (Jibril). Ya Muhammad, beritahukan kepadaku apakah itu Islam. Maka Rasulullah bersabda : Islam adalah : Engkau bersaksi bahwa tidak ada satu pun tuhan yang berhak diibadati dengan benar melainkan Allah dan engkau bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah. Dan engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, shaum di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji jika engkau mampu menempuh perjalanan kesana. (H.R. Muslim).

Dari hadits ini dapatlah diketahui bahwa Islam bukan berarti sekedar makna bahasa yaitu berserah diri, tapi haruslah memenuhi rukun rukunnya, sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah dalam hadits diatas. 

Sungguh ada manusia yang mungkin karena kekekurangan ilmu atau yang lainnya, lalu memaknai  Islam dengan sekedar pengertian bahasa. Diantara mereka mengatakan bahwa Islam adalah berserah diri atau penyerahan diri kepada Tuhan. Oleh karena itu, kata mereka, siapa saja manusia yang telah mempasrahkan atau menyerahkan dirinya kepada Tuhan maka dia adalah Islam.
Akhirnya mereka berpendapat bahkan dimana mana mereka berpromosi  bahwa semua agama adalah sama yaitu sama sama  menyerahkan diri atau pasrah kepada Tuhan.

Ketahuilah, bahwa jika Rasulullah telah menjelaskan makna suatu lafaz dari sesuatu nama dalam al Qur’an dan as Sunnah tentang apa yang dimaksud dengan nama tersebut maka tidak boleh lagi dikembalikan kepada makna secara bahasa. Seperti kata Islam, Iman, Shalat, Kufur, Munafik dan sebagainya, yang maknanya telah dijelaskan secara terperinci oleh Nabi salallahu ‘alaihi wassalam.

Dalam hal ini Rasulullah telah menjelaskan bahwa makna Islam adalah sebagaimana dimaksud dalam hadits Jibril tersebut, maka siapapun tidak boleh lagi menjelaskan bahwa makna Islam adalah sekedar makna bahasa yaitu berserah diri atau pasrah. (Kitab al Islam, Ustadz Abdul Hakim Amir Abdad).
        
Jadi Islam bukan sekedar bermakna secara bahasa yaitu berserah diri, tapi Islam adalah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah yaitu dengan rukun rukunnya. Jika seseorang berserah diri kepada Allah tapi tidak bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah, dia tidak shalat, tidak berpuasa di bulan Ramadhan, tidak berzakat, tidak berhaji padahal dia mampu, maka tentu pantaslah orang orang  bertanya tentang keislamannya. 
 
Alahmadulillahi rabbil ‘alamin. (124)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar