Kamis, 30 Juni 2022

 

SYAFAAT DARI PUASA DAN BACAAN  AL QUR AN DI HARI KIAMAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, setelah hari Kiamat, semua manusia mulai dari Nabi Adam sampai manusia yang terakhir akan dibangkitkan dan dikumpulkan di suatu tempat yang luas dan datar yaitu Padang Mahsyar.

Manusia digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan amalnya ketika berada di dunia. Ada yang digiring dengan berjalan kaki.  Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau : 

إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً

Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan(H.R Imam Bukhari)

Ada juga yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ

 Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (di Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan (kaki), dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan  dinilai hasan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Targhib wat Tarhib).

Ketika itu hari sangatlah panas keadaan sangatlah sulit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

Pada hari Kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil. Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata ?. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau. (H.R Imam Muslim).

Dalam keadaan yang demikian berat maka  setiap orang membutuhkan syafaat atau pertolongan. Lalu adakah yang bisa memberi syafaat untuk meringankan sulitnya keadaan kita di Padang Mahsyar itu ?. Tentu  ada, dan YANG PALING UTAMA ADALAH AMAL SHALIH YANG DILAKUKAN KETIKA DUNIA.

Ketahuilah, diantara amal shalih yang akan memberikan manfaat dengan izin Allah di akhirat kelak adalah juga PUASA DAN BACAAN AL QUR AN ketika di dunia. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

 

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

Amalan puasa dan membaca al-Qur an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari Kiamat. Puasa berkata : Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan al Qur an berkata : Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at. (H.R Imam Ahmad).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah, ketika masih berada di dunia ini maka : (1) PERBANYAKLAH MELAKUKAN IBADAH PUASA DAN (2)  PERBANYAK MEMBACA AL QUR AN. Sungguh keduanya dengan izin Allah akan memberikan syafaat atau pertolongan kepada yang mengamalkannya.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.651).

 

 

 

Rabu, 29 Juni 2022

BERTEGUH HATI MENGHADAPI MUSUH MUSUH ISLAM

 

BERTEGUH HATI MENGHADAPI MUSUH MUSUH ISLAM

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berbagai upaya dilakukan musuh musuh Islam untuk merusak bahkan untuk menghancurkan agama ini. Memang mereka tidak akan pernah ridha kepada orang orang beriman sebelum mengikuti millah mereka. Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya : 

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ

Dan orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenar benarnya). Q.S al Baqarah 120. 

Syaikh as Sa’di berkata : Allah Ta’ala mengabarkan kepada Rasul-Nya bahwasanya orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada engkau hingga engkau mengikuti agama mereka, karena mereka adalah penyeru penyeru kepada agama yang mereka anut yang mereka anggap sebagai petunjuk. (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Bahkan mereka juga tak pernah merasa berat mengeluarkan harta guna menghalangi orang Islam dari jalan Allah. Allah Ta’ala berfirman : 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Sesungguhnya orang orang yang kafir itu MEMBELANJAKAN HARTA MEREKA untuk menghalang halangi (manusia) dari jalan Allah. Mereka akan terus membelanjakan harta itu, kemudian mereka menyesal sendiri dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang orang kafir itu akan dikumpulkan.  (Q.S al Anfal 36).

Sungguh Allah Ta’ala telah memberi banyak petunjuk yang jelas bagaimana sikap orang orang beriman ketika harus  menghadapi pasukan musuh sehingga mendapat kemenangan. Diantaranya adalah sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah :  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Wahai orang orang yang beriman !. Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak banak (berdzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan jangan kamu  berselisih  yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang orang yang sabar. (Q.S al Anfal 45-46)

Syaikh as Sa’di berkata bahwa dalam ayat ini Allah berfirman “Wahai orang yang beriman, apabila kamu bertemu pasukan (musuh)”. Yakni sekelompok orang kafir yang memerangi kamu “maka berteguh hatilah” dalam menghadapi mereka, gunakan kesabaran atas ketaatan besar ini yang buahnya adalah kemuliaan dan kemenangan.

Minta tolonglah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah “agar kamu beruntung”. Yakni kemenangan terhadap musuhmu yang kamu inginkan.  JADI KESABARAN, KETEGUHAN (HATI) DAN MEMPERBANYAK DZIKIR ADALAH PENYEBAB BESAR KEMENANGAN.

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya” dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya (tetaplah taat) dalam segala kondisi. “Dan janganlah kamu berbantah bantahan”, karena  berbantah bantahan menyebabkan perpecahan hati hati kalian “yang menyebabkan kamu menjadi gentar” yakni takut, “dan hilang kekuatanmu”. Yakni tekadmu melemah, kekuatanmu luruh dan kemenangan yang dijanjikan kepadamu atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya hilang. “Dan bersabarlah” diatas ketaatan kepada Allah (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Jadi, dari ayat ini kita mengetahui beberapa sikap orang beriman ketika menghadapi musuh musuhnya baik musuh secara fisik ataupun musuh dalam strategi perang pemikiran dan yang lainnya.

Selain itu, berbagai strategi dan TIPU DAYA terus dilakukan oleh musuh musuh Islam. Tetapi ketahuilah bahwa tipu daya mereka itu tak mempan dan akan kalah ketika orang orang beriman tetap bersabar dan bertakwa. Allah Ta’ala berfirman : 

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (Q.S Ali Imran 120)

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.650)

 

 

 

APAKAH ADA YANG TEGA MENZHALIMI DIRI SENDIRI ?.

 

APAKAH ADA YANG TEGA MENZHALIMI DIRI SENDIRI ?.

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Perbuatan zhalim adalah sangat tercela dan memberikan akibat sangat buruk bagi yang menzhalimi. Kemudian datang pertanyaan : Apakah benar ada manusia yang tega menzhalimi dirinya sendiri ?. Ketahuilah sungguh di zaman ini sangatlah banyak manusia yang tega bahkan lancang menzhalimi diri sendiri yaitu dengan sengaja MELAKUKAN PELANGGARAN HAK HAK  ALLAH TERHADAP DIRINYA DAN DITAMBAH LAGI DENGAN KEMAKSIATAN YANG  MENDATANGKAN KEBURUKAN BAGI DIRINYA. Sungguh Allah telah berfirman :

فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ

Diantara mereka ada yang menzhalimi diri mereka sendiri… (Q.S Fathir 32).

Diantara perbuatan zhalim melanggar hak Allah Ta’ala adalah ketika manusia mengabaikan atau melalaikan perintahnya dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Sementara itu ada banyak pula manusia melakukan kemaksiatan seperti minum khamer, berzina bahkan melakukan kesyirikan. Semuanya adalah bagian dari PERBUATAN ZHALIM MANUSIA TERHADAP DIRINYA.

Ketahuilah, sungguh Allah Ta’ala Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba hamba-Nya. Ketika hamba hamba Allah terjerumus kepada KEZHALIMAN TERHADAP DIRINYA SENDIRI lalu dia bersegera mengingat Allah Ta’ala, menyesal, memohon ampun, bertaubat dan melakukan amal shalih maka Allah Ta’ala menghapus dosa dosanya atas kezhaliman itu. Allah Ta’ala berfirman : 

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya Dan (itulah) sebaik baik pahala bagi orang yang beramal. (Q.S Ali Imran 135-136)

Imam Ibnul Qayyim berkata bahwa kezhaliman manusia terhadap dirinya sendiri merupakan kezhaliman yang diringankan oleh Allah dan mudah dihapus yaitu dengan taubat, istighfar, amal shaleh, sabar terhadap ujian dan yang lainnya.

Tetapi perlu menjadi perhatian yang sangat serius bagi orang orang yang menzhalimi dirinya. Ketika sering menzhalimi diri sendiri yaitu berbuat maksiat apakah masih sempat untuk bertaubat, istighfar, dan beramal shaleh. Bisa jadi, karena ketagihan berbuat maksiat, lupa untuk memohon ampun dan bertaubat lalu ajal datang. Na’udzubillah.

Wallahu A’lam. (2.649)

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 28 Juni 2022

SETIAP HAMBA WAJIB MENTAUHIDKAN ALLAH TA’ALA

 

SETIAP HAMBA WAJIB MENTAUHIDKAN ALLAH TA’ALA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa mentauhidkan atau meng-Esakan Allah adalah tujuan perciptaan manusia, juga tujuan diutusnya para Nabi dan Rasul, termasuk pula tujuan diturunkannya wahyu. Perhatikanlah firman Allah berikut :

Pertama : Dalam surat adz Dzariyat ayat 56. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Kedua : Dalam surat al Anbiya’ ayat 25.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.

Ketiga : Dalam surat Huud ayat 1-2.

الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۚ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

Alif Laam Raa. (Inilah) Kitab yang ayat ayatna disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti.

Agar kamuTIDAK MENYEMBAH SELAIN ALLAH. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu.

Jadi mentauhidkan Allah adalah perintah Allah Ta’ala yang  paling penting kepada manusia. Dengan memegang tauhid hamba hamba Allah akan selamat, mendapatkan surga dan dijauhkan dari neraka. Allah Ta’ala berfirman :

 إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolongpun bagi orang orang zhalim itu.  (Q.S al Maidah 72).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ وَمَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka. Dan barangsiapa yang meninggal dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun (niscaya) masuk surga. (H.R Imam Muslim).

Cuma saja di zaman ini ternyata masih banyak manusia di negeri kita yang berbuat kesyirikan, mempersekutukan Allah Ta’ala dengan makhluk, diantaranya adalah :

(1) Mempercayai adanya penguasa bumi yang terkait dengan tanaman padi yang disebut dewi Sri yang dianggap berjasa menyuburkan tanah sehingga panen berlimpah. Lalu pada waktu waktu tertentu dibuatlah jamuan khusus untuk si dewi sebagai ungkapan terima kasih.

(2) Mepercayai adanya penguasa laut selatan yang mereka sebut dengan  Nyi Roro Kidul atau yang lainnya. Pada waktu waktu tertentu diberi tumbal (biasanya) berupa kepala kerbau yang dilarungkan ke laut. Katanya agar di penguasa ini tidak marah.

(3) Mempercayai tathayur, yaitu menganggap sial sesuatu seperti adanya hari sial, tanggal sial, angka sial bahkan nama yang sial.

Sungguh semua  perbuatan syirik  adalah  DOSA BESAR PALING BESAR. Allah Ta’ala mengingatkan bahwa orang yang melakukan kesyirikan AKAN TERHAPUS AMALNYA DAN TIDAK MENDAPAT AMPUNAN. Allah Ta’ala berfirman : 

وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, PASTI lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan. (Q.S al An’am 88).

 Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) KARENA MEMPERSEKUTUKAN-NYA (melakukan kesyirikan) dan Dia mengampuni (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. (Q.S an Nisa’ 48)

Oleh karena itu, hamba hamba Allah tetaplah berada pada posisi sungguh sungguh mentauhidkan Allah Ta’ala dan menjauhi kesyirikan sekecil apapun. Wallahu A’lam. (2.648).

 

Minggu, 26 Juni 2022

KISAH KISAH DALAM AL QUR AN PASTI BENAR DAN BERMANFAAT

 

KISAH KISAH DALAM AL QUR AN PASTI BENAR DAN BERMANFAAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Salah satu isi atau kandungan   al Qur an adalah kisah kisah tentang orang orang dan kaum terdahulu yaitu :

(1) Kisah orang orang yang mendapatkan kebaikan dan keberuntungan akibat taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Diantaranya adalah kisah tentang Maryam, Lukman dan yang lainnya.

(2) Kisah orang yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar kepada  Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Diantaranya adalah kisah tentang Fir’aun, Qarun, kaum Tsamud dan yang lainnya.

(3) Kisah tentang orang orang berbuat kerusakan dimuka bumi. Diantaranya adalah kisah Raja Abrahah yang berencana menghancurkan Ka’bah.

Sungguh kisah kisah dalam al Qur an adalah kisah yang paling benar karena dijelaskan Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu yang ada dia langit dan di bumi.  Bahkan Dialah pencipta dan pemilik semuanya. Allah Ta’ala berfirman : 

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Dan siapakah yang  lebih benar perkataannya dari pada Allah (Q.S an Nisaa’ 87).

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا

 Siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah. (Q.S an Nisaa’ 122)

Syaikh as Sa’di berkata : Maka benarlah Allah yang Mahaagung dimana firman-Nya mencapai tingkatan tertinggi dalam kebenaran. Oleh karena itu firmanNya adalah benar, kabar-Nya adalah benar maka apapun yang ditunjukkan dari firman dan kabar-Nya itu adalah sesuai, terkandung dan terarah. (Tafsir Kariimir Rahman)   

Oleh karena itu kisah kisah dalam al Qur an pastilah benar adanya.  Semua kisah itu adalah benar benar pernah terjadi. Sungguh sangat jauh dari kisah kisah fiktif yang diada adakan. Allah Ta’ala berfirman : 

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ 

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. (Q.S Ali Imran 62)

Allah Ta’ala berfirman : 

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ 

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) kisah ini dengan benar (Q.S al Kahfi 13).  

Selain itu, ketahuilah bahwa  sungguh semua kisah dalam al Qur an adalah benar benar paling bermanfaat bagi manusia.

Sungguh tidaklah Allah Ta’ala akan mengabarkan kisah kisah dalam al Qur an sekiranya itu tidak bermanfaat bagi yang mau mempelajari dan merenungkan hikmahnya. Allah Ta’ala berfirman : 

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ 

Sungguh pada kisah kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang orang yang mempunyai akal (Q.S Yusuf 111)

Syaikh as Sa’di berkata : Pada kisah kisah mereka maksudnya adalah kisah para Nabi dan Rasul bersama kaum mereka terdapat pengajaran  bagi orang orang yang baik dan yang buruk akan memetik pelajaran (yang bermanfaat) darinya.

Dan siapa saja yang melakukan perbuatan seperti yang mereka kerjakan maka dia pasti akan menuai kemuliaan (bagi orang orang yang baik) atau kehinaan (bagi orang  orang yang buruk).Tafsir Karimir Rahman.

Sungguh kisah kisah tersebut adalah sangat bermanfaat bagi hamba hamba Allah yang mau mempelajarinya, merenungi dan mengambil pelajaran dari padanya. Adapun bagi orang orang yang mendustakan ayat ayat Allah maka kisah kisah tersebut tidaklah memberikan manfaat sedikitpun melainkan akan menambah kesesatan mereka.

Wallahu A’lam. (2.647)

 

Kamis, 23 Juni 2022

HAMBA ALLAH HARUSLAH BERSUNGGUH MENJAGA SIFAT SABAR

 

HAMBA ALLAH HARUSLAH BERSUNGGUH MENJAGA SIFAT SABAR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Bersabar adalah satu sikap yang harus dipelihara setiap hamba dalam dirinya. Sungguh kita tidak membayangkan bagaimana keburukan dan kerusakan akan terjadi di masyarakat jika misalnya seorang guru tak sabar menghadapi muridnya, jika seorang bapak tak sabar menghadapi anak anaknya, jika seorang pedagang tak sabar menghadapi pembelinya, dan juga yang lainnya.

Lalu apa makna sabar ?. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Saalikin menjelaskan  makna dan hakikat sabar yaitu :

Pertama : Secara bahasa sabar bermakna mencegah dan menahan.

Kedua: Hakikat sabar adalah menahan diri dari berputus asa, meredam amarah jiwa, mencegah lisan untuk mengeluh serta menahan anggota badan untuk berbuat kemungkaran.

Sabar adalah akhlak mulia yang muncul dari dalam jiwa. Dapat mencegah perbuatan yang tidak baik. Sabar adalah kekuatan jiwa yang dengannya akan tegak dan baik segala perkara. (Madaarijus Shalikin).

Selain itu, ketahuilah bahwa hakikat sabar memiliki tiga bagian pokok : 

Pertama : Sabar dalam menjalani ketaatan. Allah Ta’ala berfirman :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ  

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” (Q.S Thaahaa 132).

Seorang yang ingin bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah perlu memperhatikan tiga hal, sebagaimana dikatakan Imam Ibnu Qudamah dalam Kitab Minhajul Qashidin, yakni:

(1) Sebelum beribadah. Hendaklah dia meluruskan niatnya, ikhlas dan sabar agar terjaga dari penyakit riya’ dan sum’ah

(2) Saat beribadah. Hendaklah dia tidak lalai dari merasa diawasi Allah, jangan malas mengerjakan sunnah-sunnahnya dan adab-adabnya, sabar melawan rasa malas hingga selesai ibadahnya

(3) Setelah beribadah. Hendaklah dia sabar dari menyebarkan ibadah yang telah dia kerjakan. Tidak pamer dihadapan manusia dengan maksud riya’ atau sum’ah. Barangsiapa yang tidak sabar setelah bersedekah sia-sia belaka amalnya.

Kedua : Sabar dalam menjauhi larangan

Semua orang butuh kesabaran dalam setiap waktu dan kondisi. Sebab ia selalu berada dalam perintah yang wajib dilaksanakan dan larangan yang wajib ditinggalkan. Manusia berada diatas takdir Allah termasuk kenikmatan yang wajib dia syukuri. Apabila semua perkara ini tidak bisa lepas dari diri seorang hamba maka kesabaran harus senantiasa ada pada dirinya sampai akhir hayat. (Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid).

Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin berkata : Sabar dalam menjauhi yang diharamkan Allah, yaitu hendaklah manusia menahan diri dari yang Allah haramkan, karena jiwa ini senantiasa memerintah kepada keburukan. Hendaklah seorang hamba sabar untuk menjauhi yang diharamkan Allah.

Ketiga : Sabar menerima takdir atau ketetapan Allah Ta’ala

Bahwa ketetapan yang Allah takdirkan bagi seorang hamba didunia dibagi dua :

(1) Ketetapan Allah yang sesuai dengan keinginan seorang hamba berupa keselamatan, harta, kedudukan dan kelezatan dunia. Maka disamping bersyukur terhadap nikmat, seorang hamba haruslah jangan tertipu dengan kelezatan dunia hingga lalai terhadap akhirat.

Hamba Allah yang beriman  hendaklah berusaha untuk sabar dari semua kenikmatan, yaitu bersabar yang diikuti rasa syukur.

(2) Ketetapan Allah berupa musibah dan sesuatu yang tidak dikehendaki jiwa. Ketahuilah bahwa musibah, ujian dan cobaan merupakan sunnatullah yaitu sesuatu yang telah Allah tetapkan dalam kehidupan dalam seorang hamba. Bahkan itu termasuk tujuan yang agung dari penciptaan manusia. Allah Ta’ala berfirman : 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa yang lebih baik amalnya.  (Q.S al Mulk 2).

Allah Ta’ala  berfirman : 

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :  

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُفِيئُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ الْبَلَاء

Perumpamaan seorang mukmin tak ubahnya seperti tanaman, angin akan selalu meniupnya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim dan at Tirmidzi).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah sungguh sungguh menjaga sifat sabar dalam dirinya yaitu : (1) Sabar dalam menjalani ketaatan. (2)  Sabar dalam menjauhi larangan. (3) Sabar menerima takdir atau ketetapan Allah Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.646)

 

 

Rabu, 22 Juni 2022

HAMBA ALLAH SANGAT DIANJURKAN BERDOA SEBELUM TIDUR

 

HAMBA ALLAH SANGAT DIANJURKAN BERDOA SEBELUM TIDUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh setiap orang butuh tidur sebagai satu cara paling utama untuk beristirahat. Allah Ta’ala berfirman :

 

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

 Dan Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat. (Q.S an Naba’ 9).

Sungguh syariat Islam mengajarkan adab adab tidur yang bisa mendatangkan kebaikan bahkan pahala yang banyak. Syaikh Abdul Aziz bin Fathi as Sayyid an Nada dalam kitab Ensklopedi Islam menyebutkan 37 macam adab tidur.

Satu hal yang sangat dianjurkan sebelum tidur adalah membaca doa sebelum tidur yaitu :  “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. Dari Hudzaifah, ia berkata : 

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya  (dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup). Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatanaa wailaihin nusyur (segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (H.R Imam Bukhari)

Ketahuilah bahwa ketika seseorang membaca doa sebelum tidur yang diajarkan Nabi Salllahu ‘alaihi Wasallam berarti dia telah ikut menghidupkan sunnah. Sungguh Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

 من أحيا سنتي فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة .

Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku maka dia AKAN BERSAMAKU DI SURGA. (H.R at Tirmidzi).

Selain itu, ketahuilah bahwa doa adalah termasuk ibadah yaitu mengamalkan perkara yang disyariatkan dan mendatangkan ridha Allah Ta’ala. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Doa adalah ibadah(H.R at Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Oleh karena itu hamba hamba Allah janganlah merasa berat membaca doa sebelum tidur sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Salallau ‘alaihi Wasallam. Dan juga sangatlah baik jika ditambah dengan dzikir dan bacaan beberapa ayat al Qur an sebelum tidur sebagaimana yang disyariatkan.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.645).

 

 

 

 

 

Selasa, 21 Juni 2022

WAJIB TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA DENGAN SUNGGUH SUNGGUH

 

WAJIB TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA DENGAN SUNGGUH SUNGGUH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sikap paling utama yang wajib dipelihara terus menerus  oleh setiap hamba agar selamat di dunia dan di akhirat kelak adalah TAAT KEPADA ALLAH TA’ALA DAN RASUL-NYA secara sungguh sungguh. Allah Ta’ala berfirman :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul (Muhammad) serta berhati hatilah. Jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah) dengan jelas. (Q.S al Maidah 52).

Syaikh as Sa’di berkata : Ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya adalah satu. Barangsiapa mentaati Alah maka dia mentaati Rasul dan barangsiapa mentaati Rasul maka dia mentaati Allah.

Dan itu meliputi pelaksanaan apa apa yang diperintahan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya berupa PERBUATAN PERBUATAN DAN PERKATAAN PERKATAAN, lahir dan bathin yang wajib dan yang sunnah yang berkaitan dengan hak Allah dan hak manusia. Dan juga dengan meninggalkan yang dilarang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya menjadi penyebab datangnya RAHMAT ALLAH sebagaimana firman-Nya :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad) agar kamu diberi rahmat. (Q.S Ali Imran 132).

Syaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi berkata : Wajibnya taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya untuk mendapatkan RAHMAT ILAHIYYAH yaitu maaf dan ampunan (dari Allah Ta’ala) dan masuk ke surga. (Aisarut Tafaasir).

Syaikh as Sa’di berkata : (Dan taatilah Allah dan Rasul) yaitu dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah diantara sebab sebab mendapatkan rahmat. (Tafsir Tasir Karimir Rahman).

Sungguh, selain itu hendaklah diketahui bahwa ajaran Islam, seluruhnya mendatangkan kebaikan dan menjauhkan dari segala keburukan. Bahwa hidup di atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kehidupan YANG TERBAIK di dunia dan di akhirat.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.644).

    

Senin, 20 Juni 2022

MENGHINDARI PERKATAAN DAN PERBUATAN TERCELA DENGAN BERPUASA

 

MENGHINDARI PERKATAAN DAN PERBUATAN TERCELA DENGAN BERPUASA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Syariat Islam mewajibkan umatnya untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dan juga puasa puasa sunnah di luar Ramadhan. Sungguh berpuasa mendatangkan kebaikan yang sangat banyak untuk dunia dan akhirat  bagi hamba hamba yang mengamalkannya.

Ketahuilah bahwa salah satu kebaikan yang diperoleh orang yang berpuasa dengan sungguh sungguh  adalah sebagai benteng agar TERHINDAR DARI PERKATAAN PERBUATAN TERCELA. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

 وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : Aku sedang berpuasa (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Yang dimaksud dengan puasa sebagai (جُنَّةٌ) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat. 

 

(1)Adapun di dunia, kata beliau, maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menzhalimi dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan : Aku sedang berpuasa. 

(2) Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai  yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat Syarh Arba’in an Nawawiyyah).

Ketahuilah bahwa jika  seorang hamba menjaga perkataan dan perbuatannya dari sesuatu yang tercela ketika berpuasa maka ini akan menjadi kebiasaan dlam hidupnya meskipun tidak sedang berpuasa.

Selain itu, ketahuilah bahwa ibadah puasa adalah satu amalan yang sangat mudah untuk disembunyikan SEHINGGA TERJAGA KEIKHLASANNYA. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan bahwa orang yang menyembunyikan amalnya MENDAPAT KECINTAAN ALLAH TA’ALA, sebagaimana sabda beliau :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, berkecukupan dan suka SEMBUNYI SEMBUNYI dalam beramal. (H.R Imam Muslim).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah mengamalkan dengan sungguh puasa fardu di bulan Ramadhan dan senantiasa berusaha untuk mengamalkan puasa puasa sunnah puasa Senin-Kamis, ayyamulbidh dan yang lainnya.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.643)

 

Minggu, 19 Juni 2022

HARI RAYA IDUL ADHA DIDAHULUI DENGAN IBADAH PUASA

 

HARI RAYA IDUL ADHA DIDAHULUI DENGAN IBADAH PUASA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Kita mengetahui bahwa dalam Islam ada dua hari raya yaitu idul fitri yaitu tanggal 1 Syawal  dan idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Adanya dua hari raya ini dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau yaitu dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata :

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr). H.R an Nasa’i  dan Imam Ahmad)

Sungguh kedua hari raya ini didahului dengan ibadah puasa. Idul Fitri didahului dengan puasa fardhu sebulan penuh. Begitupun Idul Adha didahului dengan puasa sunnah yang paling utama adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Hamba hamba Allah sangatlah dianjurkan untuk mengamalkannya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan kita semua tentang keutamaan PUASA ARAFAH YAITU MENGHAPUS DOSA DUA TAHUN sebagaimana sabda beliau :

أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده

Aku berharap kepada Allah semoga (puasa 9 Dzulhijjah) menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. (H.R Imam Muslim).

Selain itu juga disyariatkan untuk berpuasa sejak 1 sampai 8 hari Dzulhijjah dan diteruskan dengan puasa Arafah pada 9 Dzlhijjah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Diantara  yang mengamalkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu Umar. Juga ulama lain seperti al Hasan al Bashri, Ibnu Sirin dan Qatadah. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Latha-if al Ma’arif).

Oleh karena itu hamba hamba berusahalah untuk bisa berpuasa pada  9 Dzulhijjah yaitu puasa Arafah. Dan juga sangat baik jika berpuasa 9 sembilan hari yaitu  mulai berpuasa  dari tanggal 1 Dzulhijjah.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.642)