Senin, 03 November 2014

KEUTAMAAN SAHUR



KEUTAMAAN MAKAN SAHUR

Oleh : Azwir B. Chaniago

Bagi seorang muslim yang akan berpuasa sangatlah dianjurkan untuk bersahur atau makan sahur. Memang sahur tidak wajib hukumnya tapi sangat sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah.
Sungguh makan sahur bukanlah sekedar pemenuhan gizi dan pemberi tambahan kekuatan saat menjalani puasa. Ketahuilah bahwa dengan kasih sayang-Nya, Allah Ta’ala memberikan keutamaan yang banyak terhadap hamba yang bersahur.
Keutamaan bersahur adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dalam banyak hadits, diantaranya adalah :

Pertama : Sahur adalah berkah.
Sahur itu adalah berkah, sebagaimana di sabdakan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam : “Innahaa barakatun a’tahaakumullahu iyaahaa falaa tada’uuh”. Sesungguhnya dia (makan sahur) adalah berkah yang diberikan Allah kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya. (H.R an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Rasulullah juga bersabda : “Tasahharuu fainna fissuhuuri barakah” Bersahurlah karena dalam sahur terdapat berkah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim). 
Berkah maknanya adalah kebaikan yang banyak sebagaimana dijelaskan oleh Imam an Nawawi dalam  Syarah Sahih Muslim bahwa makna asal keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan abadi (di dunia sampai ke akhirat)

Sungguh ini adalah karunia yang amat besar bagi orang muslim yang bersahur.   Oleh sebab itu perbanyaklah puasa sunat disamping puasa wajib di bulan Ramadhan supaya banyak pula dapat kesempatan bersahur. Dan sungguh  dalam sahur itu sangatlah banyak kebaikan dan berkah.

 Kedua : Pembeda puasa seorang muslim dan puasa orang sebelumnya.
Islam mensyari’atkan sahur bagi umatnya yang akan berpuasa, meskipun tidak wajib. Ini untuk membedakan dengan puasa orang orang sebelumnya. Rasulullah bersabda : “Fashlu maa baina shiyaaminaa wa shiyaami ahlil kitabi aklatatus sahar” Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahlil kitab adalah makan sahur. (H.R Imam Muslim).

Jadi kita bersahur adalah agar puasa kita berbeda dengan puasanya ahli kitab yaitu Yahudi dan Nashara. 
   
Ketiga : Mendapat shalawat dari Allah dan Malaikat
Orang muslim yang bersahur akan mendapatkan shalawat dari Allah dan para Malaikat. Dari Abu Sa’id al Khudri, Rasulullah bersabda : “Assuhuuru aklatun barakatun, fala ta’uuhu walau an yajra’a ahadukumjar’atan min maa-inn, fainnallaha wa malaaikatahu yushalluuna ‘alal mutasahhiriin” Sahur adalah makanan berkah, maka janganlah kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para MalaikatNya bershalawat atas orang orang yang bersahur. (H.R Imam Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah).

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : “Innallaha wa malaaikatahu yushalluuna ‘alal mutasahhiriin” Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat atas orang orang yang bersahur. (H.R Ibnu Hibban dan ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Keempat : Menegakkan sunnah.
Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk bersahur dalam beberapa sabda beliau. Oleh sebab itu seorang hamba haruslah melazimkannya yaitu dalam rangka menegakkan sunnah, sebagai tanda kepatuhan kita kepada  Rasulullah.

Ketahuilah bahwa dengan melihat kepada keumuman hadits maka keutamaan dan keberkahan sahur ini akan diperoleh bukan hanya untuk puasa wajib di bulan Ramadhan tetapi termasuk juga untuk puasa puasa sunat.

Pada kenyataannya,  diantara kita kadang kadang  merasa berat untuk bangun sebelum subuh untuk bersahur. Tapi dengan mengetahui keutamaan  dan manfaatnya yang besar akan memberikan tambahan semangat bagi kita untuk melakukan sahur meskipun dengan seteguk air.

Allahu a’lam.   (111)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar