Rabu, 30 November 2022

BERSEDEKAH UNTUK MENGOBATI HATI YANG SEDIH

 

BERSEDEKAH UNTUK MENGOBATI HATI YANG SEDIH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sedekah adalah salah satu PERBUATAN BAIK yang sangat sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala  suka kepada hamba hamba-Nya yang berbuat baik sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 Dan Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S Ali Imran 134).

Ketahuilah bahwa sedekah atau infak berupa harta yang diberikan kepada orang orang yang membutuhkan tentulah SANGAT BERMANFAAT BAGI MEREKA. Tetapi selain itu, sungguh sedekah atau infak hakikatnya MENDATANGKAN MANFAAT yang besar dan sangat banyak kepada hamba hamba Allah yang mengeluarkannya dengan ikhlas.

Diantaranya adalah ketika seseorang bersedekah atau berinfak maka itulah SALAH SATU JALAN UNTUK MENGHILANGKAN KEKHAWATIRAN DAN KESEDIHANNYA. Allah Taala berfirman :

 Allah Ta’ala berfirman :

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi sembunyi maupun terang terangan, mereka mendapat pahala di sisi Rabb-nya. Tidak ada rasa khawatir pada mereka DAN MEREKA TIDAK BERSEDIH HATI. (Q.S al Baqarah 274).

Dalam Kitab Tafsir al Muyassar,  disebutkan bahwa : Orang orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah setiap saat, baik siang maupun malam, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, maka bagi mereka pahala dari Rabb mereka, tidak ada yang akan mereka takutkan di hari perhitungan dan mereka TIDAK BERSEDIH dengan kenikmatan dunia yang luput dari mereka. (Departemen Agama Saudi Arabia)

Syaikh as Sa'di berkata : Maka mereka (yang menginfakkan hartanya) mendapat pahala di sisi Rabb-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, karena Allah akan menaungi mereka dengan naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Allah akan memberi mereka kebaikan-kebaikan dan menolak dari kesedihan mereka, perasaan takut, dan khawatir, serta segala hal yang dibenci. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah berusaha untuk senantiasa bisa bersedekah dan berinfak  sehingga mendapat kebaikan yang SANGAT BANYAK termasuk untuk mengobati hati yang sedih dan gundah. Insya Allah ada manfaaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.826)

Senin, 28 November 2022

TAKUTLAH KEPADA ADZAB ALLAH YANG SANGAT KERAS

 

TAKUTLAH KEPADA ADZAB ALLAH YANG SANGAT KERAS

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Allah Ta'ala TAK MEMILIKI SEDIKITPUN SIFAT ZHALIM, bahkan Allah Ta'ala mengharamkan kezhaliman atas diri-Nya dan melarang orang orang beriman berbuat zhalim. Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam menjelaskan hal ini dalam satu hadits qudsi : 

قال الله تبارك وتعالى: يا عبادي، إني حرمت الظلم على نفسي، وجعلته بينكم محرمًا؛ فلا تظالموا

Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman :  Wahai hambaku !. Sesungguhnya aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zhalim (H.R  Imam Muslim).

Tetapi ketahuilah bahwa ada manusia yang mendapat adzab dari Allah Ta'ala yaitu dengan adzab yang sangat keras di dunia dan di akhirat. Ini SAMA SEKALI BUKANLAH KARENA ALLAH ZHALIM tetapi sungguh tersebab merekalah yang zhalim. Mereka  BERBUAT DOSA  DAN  MENGINGKARI AYAT AYAT ALLAH yaitu berupa peringatan yang telah disampaikan kepada mereka. Allah Ta'ala berfirman :

 

كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Mereka mengingkari ayat ayat Allah maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa dosanya. Sungguh Allh Mahakuat dn keras siksa-Nya. (Q.S al Anfal 52).

Lalu bagaimana  berat dan kerasnya adzab dari Allah Ta'ala terhadap orang orang yang berbuat dosa dan mengingkari ayat ayat Allah, diantaranya adalah :

Pertama : Kulit yang  dijadikan baru lalu dibakar lagi. Allah Ta'ala berfirman : 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sungguh orang orang yang kafir kepada ayat ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan adzab. Sungguh Allah Mahaperkasa dan Maha bijaksana. (Q.S an Nisaa’ 56).

Kedua : Dibelenggu dan dipukul dengan  cambuk dari besi.    

Salah satu jenis adzab di neraka adalah bahwa leher penduduk neraka akan dibelenggu dengan rantai dari api neraka dipukul dengan palu.  Allah Ta'ala berfirman :  

ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِٱلْكِتَٰبِ وَبِمَآ أَرْسَلْنَا بِهِۦ رُسُلَنَا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ فِى ٱلْحَمِيمِ ثُمَّ فِى ٱلنَّارِ يُسْجَرُونَ

(Yaitu) orang orang yang mendustakan Kitab (al Qur an) dan wahyu yang dibawa oleh Rasul rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui. Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret. Ke dalam air yang sangat panas kemudian mereka dibakar dalam api.  (Q.S al Mu’min 70-72)

Dan juga di pukul dengan cambuk sebagaimana  firman-Nya : 

وَلَهُم مَّقَٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍ

Dan (adzab) untuk mereka cambuk cambuk dari besi. (Q.S al Hajj 21) 

Ketiga : Diberi pakaian dari api neraka.

Salah satu adzab yang keras akan diterima oleh penduduk neraka adalah mereka diberi pakaian dari api neraka. Lalu disiramkan air yang mendidih yang telah dipanaskan hingga mencapai panas yang sangat tinggi. Allah Ta'ala  berfirman :  

فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ

Maka bagi orang orang kafir akan dibuatkan pakaian pakaian dari api (neraka) untuk mereka.  Keatas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancur luluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. (Q.S al Hajj 19-20)

Selain itu ketahuilah bahwa memang di neraka ada adzab yang paling ringan. Seperti apa ringannya, mari kita simak sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam berikut ini :

(1) Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إنَّ أهْوَنَ أهل النارِ عذاباً مَنْ لَهُ نَعْلانِ وشِرَاكانِ من نارٍ يَغلي منهما دماغُه كما يغلي المِرْجَل ما يَرَى أنَّ أحداً أشدُّ منهُ عَذَاباً وإنَّهُ لأهْونُهمْ عذاباً

Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal neraka yang memiliki dua tali. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya sebagaimana mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya lebih pedih dari siksaannya. Padahal siksaannya adalah yang paling ringan diantara mereka. (H.R Imam Muslim)

 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa yang mendapat adzab paling ringan tersebut    adalah Abu Thalib, paman Nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

إنَّ أهْوَنَ أهلِ النارِ عَذَابًا أبو طالبٍ في رِجلَيْهِ نعلانِ من نارٍ يغْلِي منهما دِمَاغُهُ

Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah Abu Thalib. Ia memakai dua sandal neraka yang membuat otaknya mendidih karena panasnya. (H.R Imam Ahmad).

Oleh sebab itu, hamba hamba Allah takutlah kepada adzab Allah Ta'ala. Patuhlah kepada-Nya. Tetaplah   menjaga iman yaitu iman yang melahirkan amal shalih sehingga terhindar dari adzab Allah Ta'ala  yang sangat keras. Wallahu A'lam. (2.825)

 

 

 

 

DATANG ADZAB ALLAH JIKA HARTA HARAM DIAMBIL

 

DATANG ADZAB ALLAH JIKA HARTA HARAM DIAMBIL

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh di zaman ini banyak orang yang bermudah mudah bahkan lancang dan berani mengambil harta dari sumber yang jelas jelas haram. Tentang hal ini sering kita mendapat kabar atau membaca dan mendengar  dari media massa atau media sosial. Diantara mereka ada yang mengambil harta yang bukan haknya bernilai puluhan dan ratusan juta. Ada pula yang mengambil miliyaran bahkan triliyunan.

Cara mengambilnya antara lain adalah dengan memanfaatkan kepercayaan orang lain, menggunakan pangkat, jabatan dan kekuasaannya. Bentuknya adalah berupa suap, sogok, uang takut atau uang keamanan, kwitansi bodong. Adapula melalui tipuan, akal akalan, berlagak sebagai pembela, komisi yang tak halal. Adapula melalui bisnis haram dan dilarang dalam syariat dan yang lainnya.

Ketahuilah bahwa harta haram ini TAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN KETENANGAN APALAGI KEBAHAGIAN BAGI PELAKUNYA. Banyak diantara pelaku perbuatan buruk ini yang terbongkar kelakukannya, lalu : (1)  Berurusan dengan hukum dan masuk penjara. (2) Mendapat malu yang amat sangat termasuk keluarga, istri dan anak serta saudara saudaranya karena viral di media massa dan media social. (3) Dicopot dari jabatan yang mentereng dan terhormat. ITULAH SEBAGIAN ADZAB DI DUNIA.

Sungguh ketika seseorang mengambil harta dari sumber yang haram maka tidak ada secuilpun kebaikan yang akan diperoleh dari harta itu. Bahkan mendtangkan dosa dan ksengsaraan. Mau dimanfaatkan untuk apa harta haram itu :

(1) Mau diinfakkan atau disedekahkan ?. Allah tak akan menerimanya  karena Allah Ta’ala hanya menerima yang baik. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً،

Allah Subhanahu wa Ta’ala Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik saja. (H.R Imam Muslim).

(2) Mau dinikmati, dimakan bersama keluarga ?. Ketahuilah bahwa  badan yang tumbuh dari harta yang haram akan berhak disentuh api neraka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada  Ka’ab :

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka. (HR. Tirmidzi, al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini Hasan).

(3) Ketika seseorang menggunakan dan memakan harta haram maka Allah Ta’ala tak akan mengabulkan doanya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya acak-acakkan, pakaiannya berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit (seraya berseru) : Ya Rabb, ya Rabb, namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya juga haram, ia tumbuh dengan yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan ?. (H.R Imam Muslim

Oleh karena itu wahai orang orang yang masih bergelimang dengan harta haram kalian BISA BERTAUBAT SETIAP SAAT. Sungguh Allah Ta’ala Maha Penerima Taubat sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

 إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. (Q.S an Nisa’ 16).

Tetapi penting untuk diketahui bahwa  salah satu cara bertaubat bagi seseorang yang telah memakan harta orang lain secara bathil adalah dengan mengembalikan harta yang telah diambil itu kepada pemiliknya atau meminta maaf dan ridha dari pemiliknya. Kalau hal ini tak dilakukan maka di akhirat kelak para pengambil  harta haram ini akan menjadi MANUSIA YANG MUFLIS ATAU BANGKRUT.

Perkara ini telah diingatkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau  :

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ ِلأَخِيْهِ ؛ فَلْيَتَحَلَّلْ مِنْهَا ؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُأْخَذَ ِلأَخِيْهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ ، فَإِنْ لَـمْ يَكُنْ لَهُ  حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيْهِ ، فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

Barang siapa yang memiliki kezhaliman terhadap saudaranya maka hendaklah dia meminta kehalalan (maaf) kepadanya, karena kelak di akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diambil untuk saudaranya (yang dia zhalimi), bila tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya (yang dia zhalimi) akan diberikan kepadanya (H.R Imam Bukhari, Imam Ahmad dan Ibnu Hibban)

Wallahu A'lam. (2.824).

 

 

 

      

Minggu, 27 November 2022

ADA KEWAJIBAN TOLONG MENOLONG SESAMA ORANG BERIMAN

 

ADA KEWAJIBAN TOLONG MENOLONG SESAMA ORANG BERIMAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh orang beriman itu bersaudara. Allah Ta’ala telah menjelaskan tentang perkara ini dalam firman-Nya :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).

Syaikh as Sa’di berkata : “Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara”. Ini adalah perjanjian yang ditunaikan Allah Ta’ala di antara sesama orang beriman. Siapapun orangnya yang berada di belahan timur  bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah Ta’ala, Malaikat, kitab kitab, rasul rasul-Nya serta beriman kepada Hari Akhir maka dia adalah saudara orang yang beriman lainnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Sungguh  Allah Ta'ala memerintahkan orang orang beriman untuk SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN yaitu sebagaimana firman-Nya :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa. Dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya. (Q.S al Maidah 2).

Imam Ibnu Katsir berkata : Maknanya adalah bahwa Allah Ta'ala memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa tolong menolong DALAM BERBUAT KEBAIKAN. Itulah yang disebut dengan al birru atau kebaikan. Beliau menukil satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :

اُنْسُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا

TOLONGLAH SAUDARAMU, baik  yang dalam keadaan berbuat zhalim atau dizhalimi. Ditanyakan : Ya Rasulullah, aku akan menolong orang yang dizhalimi itu, lalu bagaimana aku akan menolongnya jika dia berada dalam keadaan berbuat zhalim ?. Beliau menjawab : Menghindarkan dan melarangnya dari kezhaliman. Itulah bentuk pertolongan baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir).

Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata : “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan”, maksudnya hendaknya sebagian dari kamu membantu sebagian yang lain dalam kebaikan. Dan kebaikan adalah nama yang mengumpulkan segala perbuatan, baik lahir ataupun bathin, baik hak Allah maupun hak manusia, YANG DICINTAI DAN DIRIDHAI OLEH ALLAH. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Imam al Qurthubi  menjelaskan tentang  TA’AWUN yaitu tolong menolong yang dimaksud dalam surat al Maidah ayat 2 menyebutkan beberapa aplikasinya : (1) Seorang berilmu menolong manusia dengan ilmunya. (2) Seorang yang berharta menolong manusia dengan hartanya. (3) Seorang pemberani menolong manusia dengan keberaniannya berjuang di jalan Allah dan yang lainnya. Masing masing orang membantu orang lain sesuai kapasitas dan kemampuannya. (Tafsir al Qurthubi).

Nah, ketika seorang hamba tak mampu membantu saudaranya dengan ilmu ataupun dengan hartanya ataupun dengan fisiknya maka masih ada kesempatan tolong menolong dalam kebaikan yaitu dengan  MENDOAKAN KEBAIKAN baginya. Diantara doa yang dianjurkan adalah : 

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa : Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang. (Q.S al Hayr 10)

Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda tentang keutamaan mendoakan saudara sesama orang beriman :

 مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya : Dan bagimu seperti apa yang kamu minta. (H.R Imam Muslim).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.823)

 

Sabtu, 26 November 2022

SIAPAKAH MANUSIA PALING BAIK MENURUT RASULULLAH ??

 

SIAPAKAH MANUSIA PALING BAIK MENURUT RASULULLAH ??

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Orang yang berakal (sehat) tentulah ingin menjadi orang baik. Bahkan ingin menjadi yang terbaik. Paling utama dinilai baik oleh Allah Ta'ala dan juga dinilai baik oleh manusia.

Cuma saja untuk menjadi orang  baik apalagi terbaik tidak bisa dibeli. Kalau sekiranya predikat terbaik itu bisa dibeli maka tentu ORANG ORANG KAYA DAN BANYAK HARTA mudah mendapatkannya.

Ketahuilah bahwa predikat manusia terbaik bisa didapat oleh semua orang yang berusaha dan berjuang  untuk mendapatkannya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah menyebutkan tentang indikasi atau penjelasan tentang manusia terbaik, diantaranya adalah : 

Pertama : Belajar dan mengajarkan al Qur an. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه 

Sebaik baik kalian adalah yang belajar al Qur an dan mengajarkannya (H.R Imam Bukhari, dari Utsman bin Affan).

Imam Ibnu Hajar Ashqalani berkata : Tidak diragukan lagi bahwa orang yang bisa menggabungkan antara belajar dan mengajarkan al Qur an adalah orang yang sempurna bagi dirinya dan bagi orang lain, yaitu yang mampu mengumpulkan kebaikan yang sedikit dan yang banyak (Fathul Bari). 

Kedua  : Yang paling baik akhlaknya. 

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا

Sesungguhnya sebaik-baik manusia di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. (H.R Imam Bukhari).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa akhlak yang baik menjadi salah satu indikator untuk menjadi sebaik-baik manusia. Ketahuilah bahwa salah satu sebab diutus Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  adalah untuk menyempurnakan akhlak sebagaimana disebutkan dalam satu hadits :

 

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

 

Sesungguhnya aku  diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (H.R Imam Ahmad  dan Imam Bukhari dalam Adaabul Mufrad,  dishahihkan  oleh Syaikh al Albani). 

Ketiga : Yang diharapkan kebaikannya oleh orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari keburukkannya. (H.R at Tirmidzi).

Keempat : Yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sebagaimana disebutkan dalam satu hadits :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ ».

Abdurrahman bin Abu Bakrah meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu anhuma, bahwa ada seorang bertanya : Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling baik ?.  Beliau menjawab : Barangsiapa yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dia bertanya (lagi) : Lalu manusia manakah yang paling buruk ?. Beliau menjawab: Barangsiapa yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya. (H.R at Tirmidzi).

Kelima :  Yang paling bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : 

وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (H.R ath Thabrani dan al Qadhaa’i).

Keenam : Yang senantiasa menepati janjinya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda :

أُولَئِكَ خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُوفُونَ الْمُطِيبُونَ

Mereka adalah para hamba pilihan di sisi Allah pada hari Kiamat, yaitu orang-orang yang menepati janji dan berbuat baik. (H.R Imam Ahmad).

Tentang makna janji, ada orang bijak yang berkata : Janji adalah suatu perkataan atau pengakuan yang dilakukan seseorang dalam keadaan sadar dan tidak dalam keadaan terpaksa, yang bersifat mengikat dirinya sendiri terhadap ketetapan apa yang telah dikatakannya. 

Sungguh janji adalah suatu yang wajib untuk dipenuhi, sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

ُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya. (QS al Isra' 34)

Ayat ini menunjukkan PERINTAH yang sangat jelas. Ketahuilah bahwa hukum asal suatu perintah dalam Islam adalah wajib,  kecuali ada dalil yang menjelaskan lain.

Wallahu A'lam. (2.822)

RUGI BESAR JIKA LALAI BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH

 

RUGI BESAR JIKA LALAI BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta'ala telah memberi nikmat yang sangat banyak kepada hamba hamba-Nya. Tetapi sedikit yang bersyukur, bahkan banyak yang mengingkari nikmat Allah Ta'ala sebagaimana firman-Nya :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat ZHALIM DAN MENGINGKARI (NIKMAT ALLAH). Q.S Ibrahim 34.

Ketahuilah bahwa terhadap orang orang zhalim yang tak mau bersyukur dan sering mengingkari nikmat Allah sungguh Allah Ta’ala akan mendatangkan adzab yang pedih. Allah Ta’ala berfirman : 

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memaklumkan,  sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka PASTI ADZAB-KU SANGAT PEDIH. (Q.S Ibrahim 7).

Sungguh satu hal penting yang SANGAT PERLU KITA SADARI bahwa bisa jadi musibah yang sangat sering mendatangi negeri kita akhir akhir ini adalah sebagai akibat dari masih banyaknya manusia YANG TIDAK MAU BERSYUKUR BAHKAN BERANI MENGINGKARI NIKMAT NIKMAT ALLAH TA’ALA.

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah banyak bersyukur disetiap waktu dan keadaan yaitu dengan cara :

(1)  Menghadirkan hati yaitu dengan meyakini di hati bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah dan bukan dari yang lain. 

(2) Dilisan yaitu dengan senantiasa memuji Allah atas nikmatnya.

(3) Dibuktikan dengan perbuatan yaitu dengan melakukan perintah perintah Allah dan berhenti dari semua larangan-Nya. 

Ketahuilah bahwa indikasi dari TIDAK BERSYUKUR atas nikmat yang di karuniakan Allah Ta'ala bisa terlihat dalam beberapa hal :

(1) Ketika diberi anggota badan dan indra yang sempurna tetapi digunakan untuk menerjang larangan Allah. Mata digunakan untuk melihat hal hal yang diharamkan Allah. Mulut digunakan untuk  berbicara kotor, kasar dan menghina oran lain. Telinga digunakan untuk mendengarkan hal hal yang dilarang Allah Ta'ala. Tangan digunakan untuk menanda tangani kwitansi bodong dan yang lainnya.

(2) Ketika diberi harta yang banyak ternyata tak pernah mau membantu orang lain yang kekurangan dan membutuhkan.  Bahkan hartanya digunakan untuk sarana berbuat dosa dan maksiat. Diantaranya adalah harta digunakan sebagai modal untuk berjudi, berzina termasuk menyediakan fasilitas untuk mengajak orang banyak berbuat dosa dan maksiat.  

(3) Ketika diberi  pangkat, jabatan dan amanah sebagai pemimpin ternyata digunakan untuk berbuat zhalim dengan BERBOHONG, MENIPU, MENGHUKUM SECARA TIDAK ADIL bahkan bermudah mudah mengambil harta orang banyak tanpa hak.

Oleh karena itu, hamba hamba Allah hendaklah berdoa dan memohon kepada Allah Ta'ala agar selalu bersyukur atas nikmat nikmat-Nya.

Pertama : Disebutkan dalam surat an Naml 19  

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku ilham untuk terus mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebaikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba hamba-Mu yang shalih. 

Kedua : Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud. 

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat kepada Engkau, agar aku selalu bersyukur kepada Engkau dan agar aku beribadah kepada Engkau dengan baik.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.821)  

 

 

Jumat, 25 November 2022

MEMUJI ALLAH DAN BERSHALAWAT SEBAGAI PEMBUKA DOA

 

MEMUJI ALLAH DAN BERSHALAWAT SEBAGAI PEMBUKA DOA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Orang orang beriman  betul betul  merasa SANGAT FAKIR, tak memiliki apa apa. Ketika ingin mendapatkan tambahan nikmat  dari Allah Ta'ala maka  orang orang beriman terus menerus berdoa  dan memohon kepada Allah Ta'ala, TIDAK KEPADA SELAIN-NYA. Sungguh semua nikmat datangnya dari Allah Ta'ala yaitu sebagaimana firman-Nya :

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (Q.S an Nahl 53).

Nah, ketika berdoa mulailah atau buka dengan memuji Allah Ta'ala dan bershalawat kepada Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Dalam satu riwayat, dari Fudhalah bin ‘Ubaid radhiallahu ‘anhu, dia berkata: 

سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لْيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya. Kemudian dia tidak memanjatkan shalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun bersabda : Orang ini terlalu tergesa-gesa. Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan pada lainnya :

Jika salah seorang diantara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berdoalah sesuai kehendaknya. (H.R at Tirmidzi dan Abu Dawud. Abu Isa, at Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini Hasan Shahih).

Dan juga satu riwayat dari Anas bin Malik dan yang selainnya, menyebutkan satu sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam : 

كلُّ دعاءٍ محجوبٌ حتى يُصَلَّي علَى النَّبِيِّ

Semua doa akan terhalangi sampai dia bershalawat kepada Nabi terlebih dahulu. (H.R ad Dailami, ath Thabrani dan al Baihaqi).

Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Umar bin Khaththab berkata : Sesungguhnya doa itu akan tertahan di antara langit dan bumi. Tidak diangkat hingga engkau bershalawat kepada Nabimu.

Imam al Munawi berkata : Jadi setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah Tabaraka wa Ta’ala sampai disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya suatu doa. (Faidhul Qadir).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A'lam. (2.820)