Rabu, 12 November 2014

SABAR DALAM KETAATAN



SABAR DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Syaikh Muhammad bin Shalih berkata : Sabar adalah menahan jiwa agar taat kepada Allah. Menahannya dari berbuat maksiat dan menahan jiwa dari rasa tidak ridha terhadap takdir-Nya, sehingga seseorang bisa menahan jiwanya dari menampakkan rasa marah, jemu dan bosan.

Bersabar bukan hanya diperlukan pada saat mendapat ujian atau cobaan. Dalam melakukan ketaatan juga diperlukan kesabaran agar keikhlasan dan istiqamah dalam beribadah bisa terpelihara.
Allah memerintahkan hamba hambaNya untuk bersabar dalam melakukan ketaatan. Diantaranya adalah dalam  firmanNya : “Inna nahnu nazzalna ‘alaikal qur ana tanziilaa. Fashbir li hukmi rabbika walaa tuthi’ minhum aatsiman au kafuuraa. Sesungguhnya Kami telah menurunkan al Qur an kepadamu (wahai Muhammad) dengan berangsur angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu dan janganlah kamu ikuti orang orang yang berdosa dan orang orang yang kafir (Q.S al Insaan 23-24).

Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin berkata : Berkaitan dengan ketaatan, maka seorang hamba haruslah sabar dalam hal ini. Sebab tabiat  jiwa manusia suka menghindari ibadahnya. Adapula diantara ibadah yang tidak disukai karena malas, seperti shalat. Adapula yang tidak disukai karena bakhil, seperti zakat. Adapula (ketaatan)  yang tidak disukai karena malas dan bakhil seperti haji dan jihad.
Sabar dalam ketaatan bisa dibedakan dalam tiga keadaan : 

Pertama : Keadaan sebelum ibadah yaitu meluruskan niat, ikhlas dan sabar membersihkan noda noda riya’

Kedua : Keadaan tatkala melaksanakan ibadah yaitu jangan melalaikan Allah saat beribadah. Jangan malas melaksanakan adab (suatu ibadah) dan sunah sunahnya. Dia juga perlu sabar meninggalkan segala kesibukan agar hatinya menjadi tenang (dalam melaksanakan ibadah).

Ketiga : Keadaan selesai ibadah yaitu sabar untuk tidak memamerkannya dan tidak menceritakannya karena riya’ dan mencari nama serta hal hal yang bisa menggugurkan amalnya. Siapa yang tidak sabar setelah bershadaqah dari perkataan yang menyakiti hati orang yang diberi shadaqah dan menceritakannya kepada orang lain, maka pahala sadhaqah itupun gugur.

Ya Rabb, berilah kami kekuatan untuk selalu bersabar dalam ketaatan dan dalam segala keadaan.  Terimalah amal amal kami. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. (125)          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar