Senin, 31 Januari 2022

AKHLAK MULIA MEMBERATKAN TIMBANGAN AMAL DI AKHIRAT

 

AKHLAK MULIA MEMBERATKAN TIMBANGAN AMAL DI AKHIRAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa  salah satu keadaan yang pasti akan dijalani orang orang muslim  di akhirat kelak adalah hisab atau perhitungan amal baik dan buruk.  Allah akan menegakkan mizan atau timbangan untuk menghitung kebaikan dan keburukan setiap orang. 

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Mizan atau timbangan adalah alat untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akhirat adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya. (Syarah Lum’atul I’tiqaad)

Mizan ini sangat sempurna akurasinya, tidak akan ada yang lebih dan tidak akan ada yang kurang sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman : 

  وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Q.S  al Anbiya’ 47).

Orang orang beriman yang timbangan amalnya lebih berat maka jadilah dia orang yang beruntung. Itulah orang orang  yang mendapat kebahagian di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman :  

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ  فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang) Q.S al Qari’ah 6-7.

Allah Ta’ala berfirman :

وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَظْلِمُونَ 

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan) nya, mereka itulah orang orang yang beruntung. Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan) nya maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka mengingkari ayat ayat Kami.  (Q.S al A’raf 8-9)

Oleh karena itu, ketika hamba hamba Allah masih berada di dunia SANGATLAH PENTING DAN PALING UTAMA BAGINYA untuk menjaga amal yang disyariatkan baik kualitas maupun kuantitasnya sebagaimana yang disyariatkan. Dengan demikian  jadilah orang yang beruntung karena timbangan amal kebaikannya lebih berat.  

Selain itu ketahuilah bahwa orang orang beriman HENDAKLAH SENANTIASA MENGAMALKAN AKHLAK YANG MULIA. Tentang makna akhlak yang mulia dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Madaarijus Saalikin,  yaitu mencakup tiga hal : (1) Berbuat baik kepada orang lain. (2) Menghindari sesuatu yang menyakiti atau yang tidak disukai orang lain. (3) Menahan diri jika disakiti atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain. 

Sungguh AKHLAK YANG MULIA AKAN MEMBERATKAN TIMBANGAN AMAL di akhirat kelak. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :  

مَا مِنْ شَئٍ اَثْقَلَ فِىْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَاِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِي

Tidak ada yang lebih berat timbangan orang yang beriman pada Hari Kiamat dibandingkan akhlak mulia. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berlaku buruk dalam berbicara. (H.R at Tirmidzi, Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.530)

 

BERMOHONLAH KEPADA ALLAH AGAR ISTIQAMAH SHALAT SHUBUH DI AWAL WAKTU

 

BERMOHONLAH KEPADA ALLAH AGAR ISTIQAMAH SHALAT SHUBUH DI AWAL WAKTU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, sangatlah banyak saudara saudara kita yang selalu istiqamah shalat shubuh pada waktunya. Bahkan didahului pula dengan shalat lail serta dzikir,  doa dan memohon ampun. Namun demikian ada pula sebagian saudara saudara yang terkadang atau mungkin sering tak bisa shalat fardhu shubuh DI AWAL WAKTU.

Sungguh, shalat adalah amalan yang telah ditentukan waktunya. Allah Ta’ala berfirman :   

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya bagi orang orang yang beriman. (Q.S an Nisa’ 103)

Selain itu, ketahuilah bahwa SHALAT PADA WAKTUNYA adalah amalan  amalan yang MENDATANGKAN CINTA ALLAH TA’ALA. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata :

: سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ,  قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.

Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Amal apakah yang paling dicintai Allah ?. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Jihad di jalan Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan juga yang selainnya).

Sesungguhnya, ada banyak cara agar seseorang bisa mengamalkan shalat fardhu shubuh pada waktunya, diantaranya adalah :

Pertama : Berusaha untuk bersegera tidur.

Berusahalah  untuk bisa bersegera tidur  dengan niat untuk  memperoleh kekuatan dan semangat agar bisa bangun sebelum waktu shubuh. Tidur di awal waktu adalah termasuk salah satu kebiasaan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam Satu hadits  dari Abu Barzah menyebutkan : 

أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا

Bahwasanya Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam tidak suka tidur sebelum shalat Isya dan berbincang bincang sesudahnya (H.R Imam Bukhari dan Muslim).

Kedua : Mengamalkan adab tidur.

Syaikh Abdul Aziz  asy Syayyid Nada dalam Kitab Ensklopedi Adab Islam menjelaskan 37 macam adab tidur. Diantaranya adalah berwudhu’ sebelum tidur atau tidur dalam keadaan suci, membaca doa dan dzikir sebelum tidur, membaca  beberapa ayat al Qur an sepeti al Ikhlas, al Falaq dan an Annas. Juga ayat Kursi serta surat surat lain yang diajarkan Rasulullah. 

Mengamalkan adab tidur insya Allah akan sangat membantu dan memudahkan seorang hamba untuk bangun sebelum waktu shubuh bahkan bisa pula bangun di sepertiga malam terakhir.

Sungguh, satu hal yang sangat penting agar bisa istiqamah bangun sebelum shubuh  adalah berdoa dan MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH TA’ALA. Mintalah dengan sungguh sungguh kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberikan kekuatan untuk bisa bangun sebelum shubuh. Ketahuilah bahwa benar benar tidak ada yang bisa membuat kita tidur dan membangunkan kita dari tidur kecuali Allah Ta’ala.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.529).

 

 

Minggu, 30 Januari 2022

BISA CELAKA JIKA MELALAIKAN SHALAT

BISA CELAKA JIKA MELALAIKAN SHALAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago 

Celaka atau kecelakaan adalah kalimat ancaman yag sering diulang ulang dalam al Qur an. Maknanya adalah ancaman yang keras. Diantara orang yang mendapat ancaman yang keras ini adalah jika dia melalaikan shalat.

Allah Ta’ala berfirman :

  الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ   فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ 

Maka kecelakaanlah bagi orang orang yang shalat. (Yaitu) orang orang yang lalai dari shalatnya. (Q.S al Maa’uun 4-5).

Tentang makna lalai dalam ayat ini dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin : Memang mereka shalat secara berjamaah maupun sendirian. Akan tetapi mereka    

(1) Tidak melaksanakannya sesuai dengan yang telah digariskan. Tidak melaksanakan di awal waktu, tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud, berdiri dan duduk yang ada di dalam shalat. Tidak membaca apa yang seharusnya dibaca dari ayat ayat al Qur an maupun bacaan bacaan dzikir.

(2) Dia lalai dari shalatnya. Hatinya menerawang kesana kemari, ia lengah dalam melaksanakan shalatnya. 

Ini adalah perbuatan yang tidak terpuji. Tidak diragukan lagi, seorang yang lengah, lalai dan menganggap remeh merupakan perbuatan yang tercela. Adapun jika dia terlupa di dalam shalat maka bukanlah suatu perkara yang tercela. (Tafsir Juz ‘Amma).  

Oleh karena itu  hamba hamba Allah hendaklah menjaga dirinya dengan sungguh agar tidak disebut sebagai orang yang lalai dalam shalatnya. Selain itu, ketahuilah bahwa shalat adalah tiang agama sehingga betul betul tidak patut untuk dilalaikan. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

Inti atau pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya  adalah shalat. HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.528)