Jumat, 28 November 2014

SETELAH RAMADHAN BERAKHIR



SETELAH RAMADHAN BERAKHIR

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dengan karunia-Nya, Allah mendatangkan Ramadhan kepada kita setiap tahun. Satu bulan yang mulia, penuh berkah dan memiliki berbagai keutamaan dan kebaikan di dalamnya. Satu diantaranya adalah malam lailatul qadr yang lebih baik daripada seribu bulan. Ini hanya ada pada bulan Ramadhan. Tidak ada pada bulan yang lain.

Inilah satu bulan yang memberikan kesempatan kepada kita untuk beribadah yang banyak dan pahalanya dilipat gandakan. Diantara ibadah yang utama di bulan Ramadhan adalah puasa wajib, shalat taraweh, membaca al Qur an dan mentadaburinya, berdzikir dan berdoa, zakat,  i’tikaf dan yang lainnya.

Seorang muslim tentu telah berusaha mengisinya dengan berbagai macam amal shalih.   Tapi janganlah merasa cukup dengan ibadah di bulan Ramadhan saja. Ramadhan memang telah berlalu tapi amalan amalan kita semestinya jangan berlalu pula menunggu Ramadhan yang akan datang dan belum tentu kita dapatkan. Amalan amalan baik kita tidak hanya diterima Allah di bulan Ramadhan dan Allah juga tidak hanya mengampuni  dosa dosa kita di bulan Ramadhan saja tapi juga dibulan bulan selainnya bahkan setiap saat.

Paling tidak ada empat hal yang seharusnya bisa mendorong kita untuk tetap memperbanyak dan memperbaiki amal kita setelah Ramadhan.

Pertama : Tidak ada kegunaan manusia diciptakan Allah kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah kapan saja. Terus menerus. Bulan Ramadhan atau bulan bulan yang lainnya. Allah berfirman : “Wamaa qalaqtul jinna wal insa illaa liya’budun” Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzaariat 56).

Kedua : Kewajiban seorang hamba untuk beramal selama hayat dikandung badan. Allah berfirman : “Wa’bud rabbaka hattaa yaktiyakal yaqiin” Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (maut) Q.S al Hijr 99).

Ketiga : Nikmat Allah datang kepada kita bukan pada bulan Ramadhan saja. Setiap saat kita menikmatinya termasuk pada bulan selain Ramadhan. Bahkan sekedar menghitungnya saja pasti kita tidak sanggup karena jumlah dan jenisnya sangatlah banyak. Allah berfirman : “Wain ta’uddu ni’matallahi laa tuhsuuha” Dan jika  (Q.S Ibrahim 34).

Kalau ni’mat Allah yang demikian banyak datang kepada kita setiap saat adalah sangat tidak pantas kalau kita hanya beribadah pada bulan tertentu saja tapi haruslah terus menerus setiap saat dan setiap keadaan.

Keempat : Kita butuh kasih sayang dan pertolongan Allah setiap saat. Oleh karenanya sangatlah pantas  jika kita terus menerus bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan melalui amal amal shalih setiap saat. Bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Sungguh, amal  shalih yang kita lakukan adalah bagian dari tanda syukur kita kepada Allah Ta’ala. 

Ketahuilah bahwa ibadah  yang kita lakukan pada bulan Ramadhan masih ada peluang 
 untuk kita lakukan pada bulan bulan sesudahnya. Diantaranya adalah : 

Pertama : Berpuasa.
Memang setelah Ramadhan tidak diwajibkan lagi berpuasa kecuali karena nadzar. Tapi puasa sunat sangatlah banyak jenisnya yang bisa kita amalkan dan mendatangkan kebaikan yang banyak pula.  Diantaranya adalah :

1.     Puasa enam hari di bulan Syawal, seolah olah berpuasa setahun penuh.
2.     Puasa tiga hari setiap bulan, seolah olah berpuasa setahun penuh.
3.    Puasa hari ‘Arafah, menghapuskan dosa setahun yang lalu dan tahun yang akan datang.
4.     Puasa hari ‘Asyura, menghapus dosa tahun yang lalu.
5.     Memperbanyak pusa pada bulam Muharram.
6.     Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban.
7.     Puasa hari Senin dan Kamis.
8. Sehari puasa sehari berbuka, puasa Nabi Dawud, puasa terbaik setelah puasa Ramadhan. 

Memang sangatlah banyak jenis puasa sunat yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan. Namun berusahalah mengamalkannya. Jika tidak mampu mengamalkan semuanya maka janganlah pula meninggalkan semuanya.

Kedua : Shalat lail
Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu, namun shalat malam tetap disyari’atkan dan sangat dianjurkan  untuk dilakukan setiap malam. Shalat malam yang dimaksud mencakup segala bentuk shalat sunat di malam hari dan shalat Witir. Shalat malam,  disebutkan oleh Rasulullah sebagai shalat paling utama setelah shalat fardhu. Bagi hamba hamba Allah yang mampu dan ingin mendapatkan keutamaan yang banyak berusahalah untuk mengamalkannya.

Diantara keutamaannya adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim : “Afdhalush shalaati ba’dal faridhati shalaatul laili. Seutama utama shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.  

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk  selalu beribadah baik  ibadah sunat apalagi yang wajib setelah bulan Ramadhan. Allahu a’lam.  (142)

2 komentar: