Jumat, 07 November 2014

DIULANG AGAR LEBIH PAHAM




DIULANG AGAR LEBIH PAHAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Salah satu metode yang diakui dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses belajar dan mengajar adalah mengulangi atau pengulangan. Ini berlaku untuk berbagai disiplin ilmu, baik yang bersifat teori maupun praktek. Perhatikanlah bahwa pada saat kita kecil dan mulai belajar berdiri dan berjalan diperlukan banyak sekali pengulangan sehingga akhirnya menjadi bisa. Belajar calistung kita juga sangat butuh pengulangan dan pengulangan sehingga berhasil mencapai level yang diinginkan. Demikian juga dengan ilmu dan keterampilan yang lainnya.

Ketahuilah, Rasulullah adalah seorang yang paling berhasil mengajar para sahabat. Ternyata beliau banyak mempraktekkan metode pengulangan dalam memberikan ilmu kepada sahabat. Bahkan terkadang, tanpa diminta oleh sahabat. Beliau terkadang mengulang perkataan beliau dalam  majlis dua tiga kali atau lebih.
Diantara contohnya adalah : 

Pertama : Dari Abu Umamah, ia berkata : Seandainya aku tidak mendengar dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam sampai tujuh kali, maka aku tidak menyampaikan sabda beliau : “Idza tawadhdha-ar rajulun kamaa amara dzahabal itsmu min sam’ihi wa basharihi wa yadaihi wa rijlaihi” Barang siapa berwudhu’ sebagaimana yang diperintahkan, niscaya akan gugur dosanya dari pendengarannya, penglihatannya, dua tangannya dan dua kakinya. (H.R Imam ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Kedua : Dari Abu Sa’id  bahwa sesungguhnya Rasulullah telah  berkata : Wahai Abu Sa’id : “Man radhiya billahi rabba wa bil islaami diinaa wa bi muhammadin nabiiya wa jabat lahul jannah” Barang siapa yang  ridha Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Nabi, niscaya ia akan masuk surga.
Abu Sa’id  kagum mendengar  kalimat kalimat tersebut. Maka iapun meminta : (Tolong) ulangi kalimat kalimat tersebut kepadaku wahai Rasulullah. Dan Rasulullah pun melakukannya (H.R Imam Muslim).

Kedua hadits diatas adalah sebagian kecil dari banyak hadits tentang semangat Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam ini kepada para sahabat, sehingga beliau mau mengulang ulang.

Allah berfirman : “Wadzakkir, fainnadz dzikraa fainna dzikra tanfa’ul mu’miniin” Dan tetaplah memberi peringatan karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman. (Q.S adz Dzaariat 55)

Oleh karena itu kepada para juru dakwah, para guru, penasehat dan yang lainnya, jangan pernah merasa bosan untuk mengulangi pelajaran atau penjelasan dan nasehat karena itu bermanfaat. Sebaliknya para penuntut ilmu mestinya juga siap untuk menerima pengulangan pelajaran ataupun pengulangan nasehat. Didalam setiap pengulangan, insya Allah kalau kita mau memperhatikan dengan sungguh akan didapati banyak nilai lebih. Bahka jika belum dipahami maka seorang penuntut ilmu sangat dianjurkan untuk bertanya dan minta ustadznya untuk mengulangi penjelasannya. Ini akan bermanfaat. 

Terkadang memang ada penuntut ilmu yang berkata : Pelajarannya kok itu itu melulu, tentang niat melulu, tentang cara bersuci melulu,  apa tidak ada yang lain. Atau komentar lain yang semisal dengan itu. Ini tentu sesuatu yang kurang baik.

Ketahuilah bahwa  dalam membaca dan mempelajari suatu kitab, para penuntut ilmu dan yang lainnya, dianjurkan pula untuk melakukannya berulang ulang. Ini adalah untuk tujuan pemahaman dan wawasan yang lebih baik. Perhatikanlah bahwa kalau kita membaca sebuah kitab  maka  pemahaman kita bisa lebih baik jika membacanya lebih dari satu kali. Ini kenyataan. Sudah banyak yang mencoba dan mendapat manfaat.

Para ulama  telah mempraktekkan membaca kitab berulang ulang untuk mendapatkan pemahaman dan wawasan yang lebih baik, diantaranya adalah :

Pertama : Imam al Muzani,  salah satu  murid terbaik Imam asy Syafi’i telah membaca kitab ar Risalah yang ditulis  Imam asy Syafi’i  50 kali.

Kedua : Imam Abdullah bin Muhammad seorang faqih dari Irak telah menelaah (bukan sekedar membaca) Kitab al Mughni karya Imam Ibnu Qudamah 23 kali. 

Ketiga : Syaikh Abdul Aziz bin Baz, bekas Mufti Saudi Arabia dan bekas Rektor Universitas Islam Madinah (wafat tahun 1999 M)   pernah ditanya tentang kitab yang paling bagus yang pernah dibacanya. Beliau menjawab : Syarah Shahih Muslim yang ditulis oleh Imam an Nawawi. Dan beliau pernah mengatakan telah membaca kitab tersebut 60 kali.

Allahu a’alam.  (115)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar