Senin, 28 Februari 2022

ADA IBADAH YANG DISEBUTKAN RASULULLAH MENDATANGKAN CINTA ALLAH

 

ADA IBADAH YANG DISEBUTKAN RASULULLAH MENDATANGKAN CINTA ALLAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh tujuan penciptaan  setiap hamba adalah mengabdi, menyembah dan beribadah kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan agar mereka BERIBADAH kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).

Ketahuilah bahwa semua ibadah yang dilakukan oleh hamba hamba Allah yang dilakukan dengan ikhlas, mencari ridha Allah dengan mengikuti atau ittiba’ kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, hakikatnya adalah MENDATANGKAN KECINTAAN ALLAH TA’ALA. Bahkan Allah Ta’ala akan memberi balasan yang lebih baik sebagaimana firman-Nya :

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 

Barangsiapa yang beramal saleh, laki laki atau perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan PAHALA YANG LEBIH BAIK dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S an Nahal 97).

Imam Ibnu Katsir berkata : Inilah janji dari Allah Ta’ala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, yaitu amal yang mengikuti al Qur an dan as Sunnah, baik laki laki maupun perempuan yang hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Amal yang diperintahkan itu telah disyariatkan dari sisi Allah, yaitu Dia akan memberinya kehidupan yang baik  di dunia dan memberikan balasan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih baik dari pada apa yang telah dikerjakannya. (Tafsir Ibnu Katsir). 

Selain itu, ketahuilah saudaraku, bahwa ada ibadah atau amal shalih yang disebutkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam YANG MENDATANGKAN CINTA ALLAH. Diantaranya adalah sebagaimana sabda beliau :

Pertama : Orang yang shalat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan berjihad

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata : 

: سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ,  قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.

Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Amal apakah yang paling dicintai Allah ?. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Jihad di jalan Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan juga yang selainnya).

Kedua : Orang suka menyembunyikan ibadahnya.

Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan bahwa orang yang menyembunyikan ibadahnya MENDAPAT KECINTAAN ALLAH TA’ALA, sebagaimana sabda beliau :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, berkecukupan dan suka sembunyi sembunyi dalam beramal. (H.R Imam Muslim).

Ketiga : Orang yang kontinyu dalam ibadahnya.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi asallam   mengingatkan tentang amalan yang  dilakukan secara kontinyu, terus menerus akan mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala. Dari Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu (terus  menerus dilakukan) walaupun itu sedikit. (H.R Imam Muslim).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.553)

 

SYAITHAN BISA MENGGELINCIRKAN MANUSIA MELALUI DOSA KECIL

 

SYAITHAN BISA MENGGELINCIRKAN MANUSIA MELALUI DOSA KECIL

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Allah Ta’ala mengingatkan bahwa manusia mempunyai musuh yang nyata yaitu sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya :

إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

Sesungguhnya, syaithan adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Q.S al Isra’ 53).

Sebagai musuh, iblis dan bala tentaranya yaitu syaithan akan terus berusaha menggelincir dan menjauhkan manusia dari jalan yang lurus. Allah Ta’ala menjelaskan perkara ini dalam firman-Nya :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

(Iblis) menjawab : Karena Engkau telah menyesatkan aku pasti aku akan selalu menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus. (Q.S al A’raaf  16). 

Syaikh as Sa’di berkata : Hendaknya permusuhan syaithan kepada kalian menjadi perhatian. Jangan kalian meremehkan serangan serangan (musuh ini) yang bisa terjadi setiap waktu. Sebab syaithan bisa melihat kalian dan kalian tidak bisa melihatnya. Dan dia selalu mengintai kalian.  (Kita Tafsir Taisir Kariimir Rahman).

Sungguh sangatlah banyak perangkap yang dipasang syaithan untuk menyesatkan manusia. Dia memasang perangkap yang besar dan juga yang kecil. Imam Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa perangkap yang terutama sekali adalah dengan mengajak manusia menjadi kufur dan melakukan kesyirikan.

Kemudian dengan mengajak kepada perbuatan bid’ah. Selanjutnya mengajak manusia melakukan dosa dosa besar. Nah jika belum berhasil maka syaithan membisikkan dalam hati manusia untuk melakukan dosa dosa kecil. (Lihat Madarijus Saalikin).

Syaithan memberi bisikan : Tidak mengapa kamu melakukan dosa dosa kecil asalkan kamu jauhi dosa dosa besar. Apakah kamu tidak tahu bahwa dosa dosa kecil dapat dihapus dengan melakukan kebaikan kebaikan ?.

Akibatnya seorang hamba mengganggap enteng dan meremehkan dosa dosa kecil lalu terus menerus melakukannya. Nah, ketika dosa dosa kecil menumpuk bisa menjadi dosa besar. Bukankah padang pasir yang luas terdiri dari butiran butiran pasir yang menumpuk dan menyebar.

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah selalu menjauhkan diri dari berbagai dosa TERMASUK DOSA DOSA KECIL. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ

Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berhimpun pada seseorang, sehingga akan membinasakannya. (H.R Imam Ahmad dan yang selainnya. Lihat Silsilah ash Shahihah).

Wallahu A’lam. (2.552).

 

 

Minggu, 27 Februari 2022

BERBOHONG MEMBAWA KEPADA KEJAHATAN

 

BERBOHONG MEMBAWA KEPADA KEJAHATAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam syariat Islam yang mulia, berbohong adalah termasuk perbuatan tercela, prilaku sangat buruk dan hina. Namun demikian kenyataannya BANYAK BAHKAN SANGAT BANYAK manusia di zaman ini menghinakan dirinya dengan berbohong. Sebagiannya benar benar tak punya malu tak punya harga diri. Ternyata  yang berbohong itu dilakukan pula sebagian  orang berpangkat, punya jabatan tinggi, pendidikan tinggi bahkan memiliki  harta yang banyak.

Sungguh nampak dengan jelas bahwa kebohongan yang mereka lakukan itu TAK LEBIH TAK KURANG DIPICU OLEH KEPENTINGAN DUNIA YANG SELALU MEREKA KEJAR. Diantaranya adalah : (1) Mencari popularitas agar dikatakan orang hebat. (2) Mencari dan mempertahankan pangkat dan jabatan. (3) Mencari dan mengejar harta dunia. (4) Untuk menutupi kelakuan buruk dan kejahatannya. (5) Untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Sungguh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya telah menjelaskan BANYAK KEBURUKAN YANG AKAN MENDATANGI PARA PEMBOHONG, diantaranya :

Pertama : Menjadi manusia terkutuk. Allah Ta’ala berfirman :

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ

Terkutuklah orang YANG BANYAK BERBOHONG. (Q.S adz Dzariyat 10)

Kedua : Mendapat laknat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang orang yang berbohong. (Q.S Ali Imran 61).

Ketiga : Menuntun  diri  ke neraka.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan tentang salah satu akibat buruk berbohong yaitu sebagaimana sabda beliau : 

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dan hindarilah olehmu berlaku bohong karena kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan MENUNTUNMU KE NERAKA. Dan seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim

Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah berkata : HINDARILAH BERBOHONG !. Sebab dengan berbohong berarti engkau membuat gambaran tentang sesuatu YANG KELIRU DALAM DIRIMU dan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Pada waktu yang sama engkau merusak, memanipulasi gambaran dan informasi tentang sesuatu di hadapan orang lain.

Seorang pembohong : (1)  Mengada adakan sesuatu yang tidak ada dan MENIADAKAN SESUATU YANG ADA. (2) Menyalahkan yang benar dan MEMBENARKAN YANG SALAH. (3) Menganggap baik terhadap yang buruk dan MENGANGGAP BURUK TERHADAP YANG BAIK. Jiwa pembohong itu berpaling dari kenyataan atas sesuatu yang ada. Si pembohong cenderung kepada sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan dan LEBIH MENGUTAMAKAN YANG BATHIL. (Dari Fawaidul Fawaid).    

Oleh karena itu hamba hamba Allah HENDAKLAH MENJAGA DIRI UNTUK TIDAK BERBOHONG SEKECIL APAPUN. Ingatlah bahwa berbohong  salah satu TANDA MANUSIA MUNAFIK sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda tanda orang munafik  ada tiga, apabila berbicara dia bohong, apabila berjanji ia mengingkari, apabila diberi amanat ia berkhianat.  (H.R Imam Muslim).

Wallahu A’lam. (2.551)