Jumat, 21 November 2014

ANJURAN MEMPERBANYAK SHAUM



ANJURAN MEMPERBANYAK SHAUM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Setiap tahun Ramadhan datang dan pergi. Apabila  Ramadhan telah datang, maka alhamdulillah  kita telah berusaha mengisinya dengan berbagai amalan dan yang paling utama  kita telah melakukan shaum atau puasa Ramadhan yang diwajibkan sebulan penuh.

Setelah Ramadhan berakhir, kita masih memiliki kesempatan yang baik  untuk melakukan shaum atau puasa sunat pada waktu waktu yang telah ditentukan oleh Rasulullah. Ketahuilah bahwa shaum sunat ini  disyariatkan dan adalah merupakan salah satu tanda kasih sayang Allah kepada kita. Diantaranya adalah agar kita mendapat kebaikan yang banyak berupa  pahala  dari shaum sunat yang kita lakukan. Dengan begitu kita akan mendapat kedudukan yang lebih baik disisi Allah.

Sungguh jika seorang hamba  melaksanakan ibadah ibadah sunat disamping ibadah ibadah yang diwajibkan baginya, maka dia  akan mendapatkan kecintaan Allah. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits qudsi : “Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku masih saja mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan Sunnah sehingga Aku mencintainya” (H.R. Imam Bukhari).

Sungguh Allah Ta’ala telah menjanjikan kebaikan dan pahala yang banyak dari amalan shaum sunat yang  dilakukan seorang hamba, diantaranya adalah :

Pertama : Dijauhkan dan dilindungi dari neraka
Rasulullah sangat menganjurkan untuk melakukan shaum sunat yang akan menjauhkan dan melindungi seorang hamba dari api Neraka. Rasulullah bersabda : “Maa min ‘abdin yashuumu yauman fii sabiilillahi illa baa-‘adallahu bi dzaalikal yaumi wajhahu ‘aninnaari sab’iina    khariifaa”. Tidaklah seseorang itu berpuasa sehari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya, demi hari puasanya itu, dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Puasa juga merupakan perisai dan benteng yang kokoh bagi seorang hamba. Rasulullah bersabda : “Ash shiyaamu junnatun wa hishnun hashiinun minannar” Puasa itu adalah perisai dan benteng yang kokoh (yang melindungi) dari api neraka. (H.R Imam Ahmad dan al Baihaqi) 

Kedua : Dimasukkan ke surga
‘An Abu Umamah,   Ataitu Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, fa qultu : Murnii bi ‘amalin yudkhilunil jannah. Qaala ‘alaika bish shaumi, fa innahu laa ‘idla lahu, tsumma ataituhu ts
aniata. Fa qaala ‘alaika bish shiyaami. Dari Abu Umamah, aku menemui Rasulullah dan berkata : Suruhlah aku mengerjakan satu amalan yang bisa memasukkan aku ke surga. Nabi  bersabda : Berpuasalah, karena puasa tidak ada tandingannya. Lalu aku datangi beliau kedua kalinya dan beliau bersabda : Berpuasalah. (H.R Imam Ahmad, an Nasa’i dan al Hakim).

Ketiga : Masuk surga melalui pintu khusus.
Sungguh Allah menyediakan pintu khusus untuk memasuki surga bagi orang orang yang berpuasa. Inilah salah satu dari kenikmatan yang Allah sediakan di akhirat kelak, bagi orang yang berpuasa. Jadi berbahagialah orang orang yang banyak berpuasa.
 Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya di  dalam Surga terdapat pintu yang bernama ar Rayyan. Yang masuk dari pintu itu pada hari Kiamat, hanyalah orang orang yang rajin  berpuasa. Tidak masuk bersama mereka selain orang orang yang berpuasa. Ada suara yang mengatakan : Dimanakah orang orang yang berpuasa ? Maka merekapun masuk dari pintu itu. Jika yang terakhir dari mereka sudah masuk maka pintu itu akan ditutup. Tidak ada lagi seorang pun yang masuk lagi dari pintu itu selama lamanya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Keempat : Mendapat syafaat dari puasanya.
Pada saat hari Kiamat kelak orang orang sangat membutuhkan syafaat atau pertolongan. Diantara penolong pada saat itu adalah ibadah shaum dan bacaan al Qur an yang diamalkannya di dunia.
Rasulullah bersabda : “Puasa dan al Qur an akan memberi syafaat  bagi hamba pada hari Kiamat. Puasa berkata : Ya Allah aku mencegahnya dari makan dan memenuhi syahwatnya di siang hari, maka jadikanlah aku sebagai penolong baginya. Al Qur an berkata : Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Maka syafaat keduanya (puasa dan al Quran) diterima Allah” (H.R Imam Ahmad)

Kelima : Mendapat dua kebahagiaan.
Sungguh orang orang yang berpuasa akan memperoleh kebahagian baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah bersabda :  Liishaa-imiin farhatan. Farhatun hiina yufthir wa farhatun hiina yulqii rabbahu. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-Nya (H.R Imam Muslim).

Keenam : Mendapat berkah dari sahurnya.
Sungguh makan sahur bukan sekedar pemenuhan gizi dan pemberi tambahan kekuatan saat menjalani puasa. Ketahuilah bahwa dengan kasih sayang-Nya, Allah Ta’ala memberikan berkah terhadap sahur. 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Innahaa barakatun a’tahaakumullahu iyaahaa falaa tada’uuh”. Sesungguhnya dia (makan sahur) adalah berkah yang diberikan Allah kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya. (H.R an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Rasulullah juga bersabda : “Tasahharuu fainna fissuhuuri barakah” Bersahurlah karena dalam sahur terdapat berkah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim). 

Jadi, dengan begitu banyaknya keutamaan dan kebaikan yang akan diperoleh dari ibadah shaum maka bagi yang mampu,  tidak membahayakan dirinya dan tidak merugikan hak keluarganya maka sangatlah dianjurkan untuk banyak melakukan puasa sunat. Sangatlah banyak waktu dan kesempatan yang dianjurkan untuk melakukan puasa sunat. Namun jika seseorang tidak mampu melaksanakan semuanya maka janganlah ditinggalkan semuanya.  

Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk melazimkan shaum sunat ini dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya. 

Wallahu a’lam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar