Jumat, 07 November 2014

SAHABAT MENGATUR WAKTU



SAHABAT MENGATUR WAKTU

Oleh : Azwir B. Chaniago

Berbicara tentang kesibukan, para sahabat Rasulullah sebenarnya juga memiliki banyak kesibukan dan urusan dunia. Keadaannya tidaklah terlalu jauh berbeda dengan orang orang di zaman sekarang.  Diantara kesibukan mereka adalah berdagang, berkebun, menggembalakan ternak, urusan keluarga dan kemasyarakatan.  Termasuk pula kesibukan para sahabat  untuk mempersiapkan kebutuhan perang bahkan ikut berperang menegakkan agama Allah.

Jadi tidaklah para sahabat dahulu hanya sibuk urusan akhirat saja dan menjauhi dunia. Cuma yang menarik adalah bahwa semua kesibukan dunia tidaklah melalaikan mereka dari urusan akhirat terutama beribadah dan belajar ilmu kepada Nabi. Menghadiri majlis Nabi. Ketahuilah bahwa tidak ada diantara mereka yang melalalaikan kesempatan belajar terutama sekali dari Nabi. Andaikata mereka tidak bisa hadir langsung di majlis maka mereka mengambilnya dari sahabat yang bisa hadir. 

Bagaimana mereka bisa melakukan demikian, diantaranya adalah :
Pertama : Penyebab yang utama  adalah karena mereka sungguh sungguh dalam beriman dan beramal shalih, maka Allah menurunkan pertolongan dan hidayah kepada mereka.

Kedua : Mereka sangat paham bahwa apa apa yang berasal dari Nabi adalah untuk kebaikan dan keselamatan hidup mereka di dunia dan di akhirat. Sehingga mereka tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan ilmu dari Nabi.

Ketiga : Mereka sangat baik dalam membina persahabatan dan kerjasama. Salah satu contoh diantara kegiatan urusan dunia mereka adalah menggembalakan  onta.  Agar tidak ketinggalan dalam majlis Rasulullah maka mereka bersepakat untuk mengumpulkan onta onta mereka.  Onta onta yang telah dikumpulkan ini, digembalakan dan dirawat oleh satu orang diantara mereka secara bergiliran. Pemilik onta yang belum mendapat giliran menggembala maka mereka bisa hadir di majlis Rasulullah. Yang bisa hadir langsung di majlis Nabi kemudian menyampaikan ilmu yang didapatnya pada saat menghadiri majlis kepada saudaranya yang tidak bisa hadir. Ini membuat mereka tidak ada yang ketinggalan dalam mendapatkan ilmu.

Imam an Nawawi dalam syarah Shahih Muslim berkata : Mereka bergantian untuk menggembalakan onta onta mereka. Mereka gabungkan onta onta mereka menjadi satu. Kemudian salah seorang dari mereka, secara bergantian, bertanggung jawab menggembalakannya. Demikian ini akan lebih nyaman bagi mereka. Sedangkan yang lain menyelesaikan urusan dan kebutuhan mereka.

Prof. DR. Abdurrazaq al Badr berkata : Tujuannya agar tersedia  kesempatan yang memadai bagi mereka untuk mendatangi majlis Nabi (Kitab al Adzkar).

Demikianlah gambaran semangat para sahabat dalam memanfaatkan waktu. Para sahabat mungkin tidak memiliki teori yang hebat  tentang time management seperti kebanyak manusia zaman sekarang. Namun mereka telah mempraktekkan bagaimana mengatur waktu dengan baik dan memanfaatkan kerjasama diantara mereka.

Sungguh ini adalah pelajaran yang sangat baik bagi kita di zaman ini, yaitu untuk berusaha mengatur waktu dan kerjasama yang baik, agar bisa hadir di majlis majlis ilmu ataupun untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Insya Allah.
Allahu a’lam.  (117)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar