Rabu, 30 Desember 2020

PELAKU ZHALIM SULIT DAN KESAKITAN SAAT SAKARATUL MAUT

 

PELAKU ZHALIM SULIT DAN KESAKITAN SAAT SAKARATUL MAUT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Di zaman ini ada banyak orang yang bermudah mudah berlaku zhalim kepada orang lain. Perbuatan zhalim itu dilakukan dengan mengunakan nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya yaitu berupa pangkat, jabatan, kekuasaan ataupun harta.

Dengan begitu maka berlapislah kezhalimannya. Diberi nikmat untuk yang SEHARUSNYA DIGUNAKAN UNTUK KETAATAN TAPI DIGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN KEZHALIMAN. Ini termasuk dosa besar yang mendatangkan adzab yang pedih sebagaimana firman Allah Ta’ala :

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapat azab yang pedih. (Q.S asy Syura 42)

Syaikh as Sa’di berkata : (Kezhaliman yang dimaksud adalah) meliputi semua kezhaliman dan penganiayaan terhadap orang lain, terhadap darah dan jiwa mereka termasuk harta dan kehormatan mereka. “Mereka (yang berbuat zhalim) itu mendapat adzab yang pedih”. Artinya adzab yang menyakitkan jiwa dan badan sesuai dengan kezhaliman dan penganiayaan yang dia lakukan. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Kita saksikan sebagian manusia yang telah berlaku zhalim  hidupnya tenang saja meskipun sudah berlalu waktu sepuluh atau dua puluh tahun. Dengan begitu dia mengira bahwa Allah Ta’ala tidak akan menghukumnya atau bisa jadi dia menganggap bahwa Allah Ta’ala telah lalai atau lengah terhadap kezhaliman yang diperbuatnya.

Sungguh Allah Ta’ala BENAR BENAR TIDAK MUNGKIN LENGAH ATAU LALAI terhadap apa yang telah dilakukan orang zhalim. Allah Ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya :

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah lengah dari APA YANG DIPERBUAT OLEH ORANG ORANG ZHALIM. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu mata (mereka) terbelalak. (Q.S Ibrahim 42)

Satu hal yang PALING PENTING diketahui bahwa ada  ancaman dan adzab yang berat bagi pelaku zhalim. Dia  AKAN MERASAKAN  SANGAT SAKIT DAN BETUL BETUL SULIT KETIKA MENGHADAPI SAKARATUL MAUT.  Allah Ta’ala berfirman :

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ

(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang orang zhalim (berada) DALAM KESAKITAN SAKRATUL MAUT, sedangkan malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), keluarkanlah nyawamu.   (Q.S al An’am 93)

Oleh karena itu hamba hamba Allah janganlah berbuat zhalim dimuka bumi. Dan orang orang yang telah berbuat zhalim berhentilah dari kezhalimam meskipun engkau masih memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk berbuat zhalim. Segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala dan meminta maaf kepada orang orang pernah dizhalimi.

Wallahu A’lam. (2.158)

SETIAP INFORMASI PERLU DISARING SEBELUM SHARING


SETIAP INFORMASI PERLU DISARING SEBELUM SHARING

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dengan kemajuan tekhnologi komunikasi saat ini maka begitu mudah berbagai informasi sampai ke genggaman tangan kita dengan smartphone dan yang sejenisnya melalui media sosial. Bahkan informasi ini  sangat mudah pula untuk di infokan atau dibagikan lagi kepada seseorang sekelompok orang.

Disinilah MUNCUL MASALAH  yang sangat perlu menjadi perhatian kita. Hakikatnya janganlah sembarangan berbagi informasi. Sangatlah penting untuk DISARING SEBELUM SHARING. Yakinlah bahwa sungguh benar benar sangat banyak info yang tak layak dibagi kepada orang lain.

Diantara informasi atau tulisan yang tak layak di share  adalah informasi yang tidak atau belum jelas kebenarannya. Tak jelas akurasinya. Bahkan ada pula yang sengaja dibuat oleh seseorang atau mungkin sekelompok orang BERUPA HOAX ATAU DUSTA dengan tujuan atau kepentingan dunianya.

Ketahuilah bahwa ketika berita yang tidak atau belum jelas kebenarannya lalu disebarkan maka bisa jadi yang menyebarkan JATUH KEPADA PERBUATAN DUSTA. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan dalam sabda beliau :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: كَفَى بِالْمَرْءِ كَذَبًا أَنْ يَحْدُثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  bersabda : Cukuplah seorang (dikatakan) berdusta jika dia menyampaikan seluruh apa yang dia dengar. (H.R Imam Muslim)

Seseorang disebut melakukan kebohongan jika ia menyampaikan semua yang telah ia dengarkan, tanpa memastikan kebenarannya. Karena biasanya, ia akan mendengar berita yang  jujur atau juga berita bohong. Jika ia menyampaikan semua yang ia dengar maka tentu ia tidak akan terhindar dari kebohongan.(Faidhul Qadir).

Ketika seseorang berdusta maka akan membahayakan dan merusak dirinya dunia dan akhiratnya, diantaranya adalah :  

(1) Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya bahwa siapa yang suka menyebarkan berita dusta, maka baginya siksa yang sangat besar.

بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita dusta itu, maka baginya adzab yang besar. (Q.S an Nur 11).

(2) Juga merupakan kesengsaraan yang akan diperoleh pendusta adalah tidak akan mendapat petunjuk. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَٰذِبٌ كَفَّارٌ

Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang orang yang sangat ingkar. (Q.S az Zumar 3) 

Sungguh sengsara dan merugi mereka yang suka berdusta karena menjadi orang yang tak mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala.  Jika  petunjuk Allah Ta’ala tak ada lalu kemana mereka memohon petunjuk. Bukankah selama menjalani hidup di dunia kita membutuhkan petunjuk agar selamat di dunia dan di akhirat.

(3) Kebohongan juga akan mendatangkan kesengsaraan bagi pelakunya yaitu akan dituntun ke neraka. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan tentang salah satu akibat buruk berbohong, sebagaimana sabda beliau :

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dan hindarilah olehmu berlaku bohong karena kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim)

Oleh karena itu hamba hamba Allah haruslah berhati hati, jangan sembarang sharing sebelum jelas kebenaran suatu informasi  agar tak terjatuh kepada PERBUATAN DUSTA ATAU IKUT BERDUSTA. Lebih baik BANYAK MENAHAN DIRI untuk tak sharing suatu informasi atau tulisan. Insya Allah lebih selamat dan tak mendatangkan penyesalan.

Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan orang orang beriman bagaimana menyikapi berita yang datang kepadanya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang orang yang beriman !. Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa berita maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Q.S al Hujurat  6).

Insya  Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.157).