Jumat, 07 November 2014

KONSEKWENSI UCAPAN SALAM



KONSEKWENSI UCAPAN SALAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Menebarkan salam yaitu mengucapkan dan menjawab salam adalah suatu adab yang disyariatkan dalam agama kita yang mulia ini. Tentang keutamaan memberi dan menjawab salam ini telah datang banyak hadits dari Rasulullah. Diantaranya adalah :

Pertama : Mendatangkan keselamatan.
Sungguh menyebarkan salam akan mendatangkan keselamatan di dunia dan di akhirat. Rasulullah bersabda : “Afsyus salaama taslamuu” Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat. (H.R Imam Ahmad dan Imam Bukhari, dalam Adabul Mufrad)

Kedua : Memperoleh kedudukan yang tinggi.
Seorang hamba yang senantiasa menyebarkan salam akan memperoleh kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat.  Rasulullah bersabda : “Afsyus salaama kaita’luu” Sebarkanlah salam agar kalian memperoleh kedudukan yang tinggi.  (H.R Imam ath Thabrani dari Abu Darda’)

Ketiga : Masuk surga dengan selamat.
Menyebarkan salam akan memasukkan seorang hamba ke surge dengan selamat. Rasulullah bersabda : “Afsyis salaama, wa ath’imith tha’aam, wa shillil arhaam, waqum billaili wannaasu niyaam, syummad khulil jannata bisalaam.”  Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturrahim. Shalatlah di malam hari ketika manusia tidur dan masuklah ke Surga dengan selamat. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan al Hakim dari Abu Hurairah)

Salam yang diucapkan seorang muslim yaitu : Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh adalah bermakna bahwa dia mendoakan agar Allah memberikan keselamatan, rahmat dan berkah bagi saudaranya sesama muslim. Sungguh terasa betapa agungnya lafaz dan makna doa ini bagi seorang hamba yang mau memahaminya. 

Ketahuilah bahwa jika seseorang  telah mendoakan kepada Allah  melalui ucapan salam kepada saudaranya maka tidaklah sepantasnya lagi dia menzhalimi, mengambil hartanya secara bathil, berbuat buruk seperti mengghibah,  berlaku hasad kepada saudaranya yang telah diberi salam.

Sering terjadi bahwa seseorang yang baru saja mengucapkan salam kepada saudaranya sesama muslim lalu beberapa saat kemudian dia menzhaliminya, berbuat buruk kepadanya.  Itu berarti bahwa salam yang diucapkan hanya sekedar basa basi dan tidak dipahami maknanya. Pada hal kalimat salam memiliki makna yang dalam yaitu dia mendoakan kepada Allah agar memberikan segala kebaikan bagi saudaranya lalu dia sendiri berlaku buruk kepada saudaranya tersebut dengan menzhaliminya. Tentu ini tidak cocok. Lain perkataan lain pula perbuatan. Na’udzubillahi min dzaalik.

Wallahu a’lam.  (116)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar