Senin, 08 Oktober 2018

KETIKA MERASA DOA BELUM DIKABULKAN


KETIKA MERASA DOA BELUM DIKABULKAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Setiap saat kita berdoa memohon segala kebaikan dan memohon pula agar dijauhkan dari berbagai marabahaya. Kita bermohon keselamatan di dunia dan di akhirat. 

Sungguh Allah Ta’ala menyuruh orang orang beriman untuk selalu berdoa dan Allah berjanji akan mengabulkannya.  Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menyambut seruanku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku supaya memperoleh kebenaran.  (Q.S al Baqarah 186) 
  
Tapi ada sebagian manusia yang merasa doanya belum juga dikabulkan pada hal sudah sangat sering berdoa dengan sungguh sungguh.

Hakikatnya kita tidak mengetahui dengan pasti apakah doa yang kita panjatkan   sudah atau belum dikabulkan. Sungguh Allah Ta’ala menggunakan berbagai bentuk dan cara dalam pengabulan doa.  
 
Dari Abu Sa’id al Khudri Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا

Tidaklah seorang muslim memanjatkan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga perkara: doanya tersebut dikabulkan segera, disimpan untuk nya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya. (H.R Imam Ahmad dan dishahihkan Syaikh al Albani)

Ketahuilah bahwa jika pada suatu waktu kita merasa doa kita belum diijabah, maka pastilah ada disitu hikmahnya dan  kita tidak mengetahuinya. Dalam hal ini paling tidak ada dua hal yang perlu kita pahami. 

Pertama : Apapun pilihan Allah buat kita itulah yang terbaik, termasuk doa yang kita merasa belum dikabulkan.
Sufyan ats Tsauri berkata : Allah (apabila) mencegah dari sesuatu pada hakikatnya adalah pemberian dan nikmat. Tidaklah Dia mencegah sesuatu karena kebakhilanNya, bukan pula karena tidak punya, melainkan (karena) Dia melihat kebaikan para hambaNya. Apabila Allah tidak memberi maka itu adalah atas dasar pilihan dan pandangan baik dari-Nya (Madarijus Salikin).

Kedua : Hakikatnya, manusia tidak mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya. Allah berfirman : 

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 … Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal  ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu.  Allah Mahamengetahui,  sedangkan kamu tidak mengetahui (Q.S al Baqarah 216).

Ketahuilah bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa hamba hamba-Nya. Sungguh Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba hambaNya.  Sekiranya ada yang merasa  doanya belum dikabulkan maka ketahuilah bahwa berdoa itu adalah ibadah yang akan memberikan pahala baginya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah. (H.R  Abu Dawud, At-Tirmidzi dan selainnya, dishahihkan oleh Syaikh  al Albani)

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.410)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar