Jumat, 12 Oktober 2018

BERBAHAGIALAH JIKA DAPAT UMUR PANJANG DAN AMAL BAIK


BERBAHAGIALAH JIKA DAPAT UMUR PANJANG AMAL BAIK

Oleh : Azwir B. Chaniago

 Umur (panjang) yang dianugerahkan Allah kepada orang yang beriman  merupakan nikmat yang sangat besar baginya. Lalu dia manfaatkan untuk menjadi manusia terbaik yaitu panjang umurnya dan baik amalnya. Sungguh, keinginan seorang mukmin yang terbesar di dunia ini adalah bisa mengisi hidupnya dengan  beramal shalih sehingga mendapatkan kedudukan yang baik disisi Allah Ta’ala.

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala telah menjanjikan surga bagi ORANG ORANG YANG BERIMAN DAN BERAMAL SHALIH, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ

Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih akan mendapatkan surga yang mengalir dibawahnya  sungai sungai. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj 11). 

Di dalam satu hadits  disebutkan tentang orang orang terbaik, yaitu  :

وعَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :« أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ : خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً

Dari Abu Hurairah, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu ?. Mereka (para sahabat) menjawab, Ya wahai Rasulullah. Beliau bersabda : Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan al Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh al Albani) [HR. Ahmad; Ibnu Hibbân; dan al-Baihaqi,  dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Hadits-hadits ini menjelaskan keutamaan panjang umur yang disertai dengan amal yang baik. Syaikh Abdurrauf al Munawi  menjelaskan perkara tersebut dengan mengatakan :  Karena termasuk keadaan seseorang adalah bertambah dan meningkat dari satu kedudukan menuju kedudukan (di atasnya) sehingga mencapai kedudukan kedekatan (kepada Allâh), maka seorang beriman yang berusaha mencari bekal untuk akhirat dan berusaha menambah amal shalih tidak layak menginginkan berhentinya dari apa yang dia inginkan itu dengan mengharapkan kematian. (Faidhul Qadir).

Oleh karena itu seorang beriman jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal shalih.
 
Ada kisah yang  bisa dijadikan pelajaran buat kita semua yaitu tentang seorang yang wafat satu tahun setelah temannya yang mati syahid tetapi dia bisa lebih dahulu masuk surga meskipun dia tidak mati syahid. Ini bisa terjadi karena dia telah mengisi sisa umurnya dengan banyak ibadah yang baik.
 
Syaikh Mahmud al Mishri, dalam Kitab Rihlah ilad Darul Akhirah, menukil sebuah kisah  dari Abu Salamah, dari Thalhah bin Ubaidillah : Sesungguhnya dua orang laki laki dari kabilah Bali (suatu kabilah besar yang dinisbatkan kepada Bali bin Amr) menghadap Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Satu dari kedua laki laki ini lebih giat dari yang lainnya. Lalu yang lebih giat ini pergi berperang dan mati syahid. Laki laki yang satunya lagi diberi umur setahun lagi dan wafat dalam keadaan wajar di rumahnya.

Thalhah berkata : Saya bermimpi, saya berada di pintu surga, ternyata saya bersama dua orang laki laki yang sudah meninggal ini. Lalu dari surga ada suara memanggil orang yang meninggal lebih akhir dari keduanya. Kemudian datang lagi suara dari dalam surga memanggil orang yang mati syahid. Selanjutnya suara itu datang kepadaku dan terdengar : Kembalilah, karena belum waktunya kamu masuk surga.

Lalu pagi harinya, Thalhah bercerita kepada orang orang dan mereka heran akan hal itu. Kenapa orang yang mati belakangan itu dipanggil lebih dahulu masuk surga sedangkan yang mati syahid dipanggil masuk surga belakangan. Cerita mimpi Thalhah ini disampaikan kepada Rasulullah, maka Rasulullah bertanya kepada orang orang : “Apa yang kalian herankan dari hal itu” Mereka menjawab : Wahai Rasulullah orang ini adalah yang paling giat dari keduanya kemudian mati syahid tapi yang lainnya dipanggil masuk surga lebih dahulu darinya.

Kemudian Rasulullah bersabda : “Bukankah dia telah hidup setahun lagi setelahnya”? Mereka menjawab : Benar ya Rasulullah : Rasulullah bersabda : “Dengan begitu (laki laki yang meninggal belakangan itu) ia mendapati bulan Ramadhan, lalu berpuasa, shalat ini dan shalat itu, sujud sepanjang tahun” ? Mereka mejawab : Benar. Rasulullah bersabda : “Karena itulah jarak di antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi” (H.R Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam shahih Sunan Ibnu Majah).

Dari kisah ini kita mengambil pelajaran bahwa orang yang memanfaatkan sisa umurnya dengan ketaatan bisa jadi mendapat kedudukan yang lebih tinggi dari  kedudukan orang yang mati syahid sebelum dia. 

Cuma sangat banyak kita melihat manusia tak memanfaatkan nikmat Allah berupa umur (yang masih ada ini)  untuk beramal shalih  menambah bekal menuju negeri akhirat. Kita terkadang sedih melihat sebagian teman teman kita yang sudah pensiun seperti tak tahu apa yang harus dia lakukan pada sisa umur mereka. 

Kalau mereka melakukan sesuatu untuk killing spare time ternyata apa yang mereka  lakukan adalah  kegiatan yang sia sia bahkan tak ada manfaat untuk kebaikan akhiratnya sedikitpun. 

Oleh karena itu orang orang beriman  jangan sampai menyia nyiakan nikmat umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupan dan umur yang masih ada ini. . Seharusnya  diisi dengan amal shalih. Jika tidak, maka kerugian dan penyesalan  yang akan didapat. Jangan tertipu dengan nikmat sehat dan WAKTU LUANG. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan umatnya sebagaimana sabda beliau :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. (H.R Imam Bukhari, dari  Ibnu Abbas)

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.413)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar