Minggu, 14 Oktober 2018

NASEHAT SYAIKH UTSAIMIN TENTANG MENDATANGI DUKUN


NASEHAT SYAIKH UTSAIMIN TENTANG MENDATANGI DUKUN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Orang orang yang mengaku dukun, mengetahui perkara yang ghaib ternyata saat ini semakin laris dan banyak dikunjungi orang orang jahil untuk minta sesuatu. Bahkan ada pula para dukun ini yang mengiklankan profesinya di beberapa media dengan menyebutkan bahwa dia bisa membantu orang yang membutuhkan ini itu dan sebagainya. 

Perkara mendatangi dukun ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin memberi nasehat  dan menjelaskan sebagai berikut  : Dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara perkara ghaib dimasa yang akan datang. Sedangkan orang yang mendatangi dukun itu terbagi menjadi tiga macam :

Pertama : Orang yang mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelakunya adalah tidak diterima shalatnya selama 40 malam. Rasulullah bersabda : 

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Siapa yang mendatangi tukang ramal (dukun) dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam. (H.R Imam Muslim)

Kedua : Orang yang mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya maka ini merupakan kekafiran kepada Allah Ta’ala. Karena ia mempercayai dukun tentang pangakuannya mengetahui perkara ghaib adalah mendustakan firman Allah :

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah (Muhammad),  Tidak ada sesuatupun   di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan. (Q.S an Naml 65).

Dan disebutkan dalam suatu hadits shahih : 

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَعَلَى مُحَمَّد

Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad. (H.R Imam Ahmad, Imam at Tirmidzi). 

Ketiga : Orang yang mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya (perdukunan) kepada manusia, dan bahwasanya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tidak mengapa.

Dalilnya adalah bahwa Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam kedatangan Ibnu Shayad, lalu Nabi menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya. Kemudian beliau  bertanya  kepadanya, apa yang beliau sembunyikan untuknya ?. Ia menjawab : asap. Nabi bersabda : “Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu” (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Jadi, kata beliau,  inilah keadaan (kesimpulan) orang yang datang kepada dukun.

Pertama : Dia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya dan bukan dengan  tujuan menjelaskan keadaannya (kepada manusia). Ini diharamkan dan hukuman bagi pelakunya adalah tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.

Kedua : Dia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayainya. Ini kekafiran kepada Allah Ta’ala yang wajib atasnya bertaubat darinya dan kembali kepada Allah. Jika tidak bertaubat maka ia mati di atas kekafiran.

Ketiga : Dia datang kepada dukun dan bertanya kepadanya untuk mengujinya dan menjelaskan keadaannya kepada manusia. Ini tidak mengapa.
(Dari al Majmu’ ats Tsamin min Fatawa asy Syaikh Utsaimin)

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.416)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar