Selasa, 30 Oktober 2018

JANGAN LUPA BERDOA KETIKA MASUK MASJID


JANGAN LUPA BERDOA KETIKA MASUK MASJID

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala telah menyuruh hamba  hamba-Nya untuk berdoa berjanji untuk mengabulkannya. Allah berfirman :
 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran (Q.S al Baqarah 186)

Oleh karena itu orang orang beriman selalu bersemangat untuk berdoa di setiap waktu dan kesempatan.

Ketahuilah bahwa setiap laki laki yang berusaha mengikuti perintah Rasul-Nya dalam rangka mencari ridha Allah dan pahala-Nya maka dia akan senantiasa pergi ke masjid  lima kali sehari semalam untuk melaksanakan shalat fardhu. Bahkan jumhur ulama berpendapat bahwa shalat berjamaah di masjid bersama imam adalah wajib hukumnya kecuali ada udzur syar’i.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

Siapa yang mendengar panggilan (adzan) lalu tidak mendatanginya (datang ke masjid untuk shalat berjamaah) maka tidak ada shalat baginya kecuali jika ada halangan. (H.R Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh  al Albani)


Ummul Mukminin Aisyah mengatakan : Siapa yang mendengar adzan kemudian ia tidak memenuhi panggilan adzan tersebut, ia tidak mendapatkan kebaikan. (Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha)

Imam Syafi’i sebagaimana disebutkan dalam Mukhtashar al Muzani mengatakan : Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberikan keringanan untuk ditinggalkan kecuali ada uzur. (Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha).

Nah, ketika orang orang beriman hendak memasuki masjid untuk shalat ataupun keperluan lainnya  dianjurkan untuk membaca doa masuk masjid, diantaranya :

Pertama : Doa berlindung dari syaithan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk.

Diantara keutamaan doa ini adalah  sebagaimana disebutkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masuk masjid, beliau membaca doa di atas. Kemudian beliau bersabda :

فَإِذَا قَالَ: ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّي سَائِرَ الْيَوْمِ

Jika orang membaca doa ini, maka syaithan berteriak : Orang ini dilindungi dariku sepanjang hari. (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani.

Kedua : Doa memohon ampun dan mohon dibukakan pintu rahmat.

Bentuk doa selain yang pertama tadi, bisa juga dengan membaca :

بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu. (H.R Ibnu Majah dan at Tirmidzi, di shahihkan oleh Syaikh al Albani).

Insya Allah kedua doa ini shahih dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Orang orang beriman sangat dianjurkan untuk menghafalkannya serta membacanya yaitu SALAH SATU dari  doa ini setiap kali memasuki masjid. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.442)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar