Minggu, 07 Oktober 2018

JANGAN MENYELISIHI DOA


JANGAN MENYELISIHI DOA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Tak henti hentinya kita berdoa  dan bermhon kepada Allah Ta’ala. Kita minta segala kebaikan dan kita bermohon pula agar di jauhkan dari segala keburukan di dunia dan di akhirat. Diantara doa yang sangat sering kita panjatkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah dan disebutkan dalam surat al Baqarah 201  :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka.

Berdoa memang kegiatan yang sangat penting bagi seorang beriman  bahkan Alah Ta’ala mengingatkan agar senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya sebagaimana firman-Nya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (Q.S al Mu’min 60)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa doa adalah sesuatu yang mulia di sisi Allah Ta’ala :  

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa. (H.R at Tirmidzi).

Para ulama mengatakan kenapa doa disebut sebagai sesuatu yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan yang lainnya,  karena  di dalam doa terdapat bentuk sikap perendahan diri seorang hamba kepada Allah dan menunjukkan kekuasan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mungkin terkadang ada yang merasa doanya belum dikabulkan. Oleh karena itu sangatlah baik jika dia memeriksa atau introspeksi diri terhadap apa yang telah dimohonkannya kepada Allah Ta’ala.

Bisa jadi seseorang telah sungguh sungguh berdoa TETAPI PERBUATANNYA MENYELISIHI, TAK SEJALAN ATAU TAK SELARAS DENGAN DOA YANG DIPANJATKANNYA. Dengan kata lain bisa jadi dia tanpa sengaja telah mengkhianati doanya. Dia memohon dalam doanya agar diberikan kebaikan tapi tingkah lakunya tak baik.

Untuk lebih jelasnya perkara ini, mari kita lihat satu doa yang diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam rangkaian dzikir pagi setelah shalat shubuh. 

Rasulullah senantiasa membaca ini dan kita pun berusaha pula melazimkan diri untuk membaca doa ini dalam rangkaian dzikir pagi kita setelah shalat shubuh. 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni)
Redaksi doa ini sangatlah bagus karena Rasulullah yang mengajarkannya. Dalam doa ini ada   tiga hal yang diminta :

Pertama : Memohon diberi ilmu yang bermanfaat.

 Ada seseorang berdoa meminta ILMU YANG BERMANFAAT, tapi hampir tak ada usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tak mau atau berat menghadiri majlis ilmu, berat untuk membaca kitab tentang ilmu syar’i. Berat untuk mendengarkan rekaman  kajian dari para ulama.  INI NAMANYA MENYELISIHI DOA.

 Kedua : Memohon rizki yang baik.

Ada seseorang memohon RIZKI YANG BAIK DAN HALAL, tapi dalam mencari rizki tak pernah memilih atau tak mau peduli apakah itu halal, syubhat atau mungkin juga haram. INI NAMANYA MENYELISIHI DOA.

Ketiga : Memohon agar amal diterima.

Ketika seseorang memohon AGAR AMALNYA DITERIMA, tapi dalam beribadah tidak menjaga keikhlasan untuk mencari  ridha Allah dan tak pula memperhatikan ittibaur rasul atau cara yang diajarkan oleh Rasulullah. INI NAMANYA MENYELISIHI DOA.

Oleh karena itu seorang hamba hendaklah menyesuaikan atau menyelaraskan doa dengan perbuatannya sehingga doanya bernilai dan diijabah oleh Allah Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.409)
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar