Jumat, 24 April 2020

TAK BAIK MELALAIKAN SHALAT DARI WAKTUNYA


TAK BAIK MELALAIKAN SHALAT DARI WAKTUNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Shalat adalah salah satu ibadah yang difardhukan kepada setiap orang  beriman yaitu merupakan rukun Islam ke dua setelah syahadat. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sungguh, shalat itu adalah KEWAJIBAN YANG DITENTUKAN WAKTUNYA atas orang orang beriman. (Q.S an Nisa’ 103)

Dan juga, Allah Ta’ala  memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman untuk terus menerus menjaga shalatnya. Allah Ta’ala  berfirman :

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ 

Peliharalah semua shalat (mu) dan (peliharalah) shalat wustha dan berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk. (Q.S al Baqarah 238).

Syaikh as Sa’di berkata : Allah memerintahkan untuk memelihara shalat secara umum dan shalat wustha yaitu shalat ashar  khususnya. Memelihara shalat adalah (1) MENUNAIKANNYA PADA WAKTUNYA. (2) Dengan syarat syaratnya, rukun rukunnya, khusyu’ padanya dan seluruh hal yang wajib maupun yang sunnnah.

Dengan memelihara shalat kita akan mampu memelihara seluruh ibadah dan juga berguna untuk melarang dari hal yang keji dan mungkar, khususnya jika disempurnakan pemeliharaannya sebagaimana yang diperintahkan Allah. (Kitab Tafsir Karimir Rahman).

Allah Ta’ala berfirman : 

 الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

 Mereka yang TETAP setia melaksanakan shalatnya. Q.S al Ma’arij 23).

Tentang ayat ini khususnya shalat yang daa-imuun, Syaikh as Sa’di menjelaskan : Yaitu melaksanakan shalat secara kontinyu atau terus menerus (1) Pada waktunya, dan  (2) Dan dengan memenuhi syarat syarat dan rukunnya serta sunnah sunnah yang menyempurnakannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa shalat PADA WAKTUNYA adalah amalan yang DICINTAI ALLAH TA’ALA. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata :

: سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ,  قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.

Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Amal apakah yang paling dicintai Allah ?. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?. Nabi menjawab : Jihad di jalan Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan juga yang selainnya).

Sungguh ada ancaman  kecelakaan bagi orang orang yang shalat. Allah Ta’ala berfirman : 

  الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ   فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

Maka kecelakaanlah bagi orang orang yang shalat. (Yaitu) orang orang yang lalai dari shalatnya. (Q.S al Maa-uun 4-5).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin mengatakan  bahwa salah satu makna MELALAIKAN SHALAT dalam ayat ini adalah : TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT DI AWAL WAKTU. (Tafsir Juz ‘Amma)

Sebagai penutup tulisan ini, dinukil satu hadits dari Anas bin Malik bahwa  yang terbiasa melalaikan shalat dari waktunya adalah orang orang orang munafik. 

تلك صلاة المنافق يجلس يرقب الشمس حتى إذا كانت بين قرنى الشيطان قام فنقرها أربعا لا يذكر الله فيها إلا قليلا

Ini adalah shalat orang munafik. Ia duduk sampai matahari terbenam di antara dua tanduk syaithan. Lalu ia mengerjakan shalat 'Ashar empat raka'at. Ia hanya mengingat Allah dalam waktu yang sedikit.  (H.R Imam Muslim).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. 1957).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar