Senin, 27 April 2020

ORANG BERAKAL BANYAK MENGINGAT MATI


ORANG BERAKAL BANYAK MENGINGAT MATI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Salah satu sifat orang  orang berakal  YANG MENGGUNAKAN AKALNYA adalah banyak mengingat mati. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata : Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya : Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling baik ?. Beliau menjawab : Yang paling baik akhlaknya. 

Orang ini bertanya lagi : Lalu orang beriman manakah yang paling berakal ?. Beliau menjawab : Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian.  Merekalah yang berakal. (H.R Ibnu Majah).

Ad Daqqaq rahimahullah berkata : Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal : Bersegera taubat, puas hati dan semangat dalam ibadah.

Dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal : Menunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah.  (Lihat kitab At Tadzkirah fi Ahwal Al Mauta wa Umur al Akhirah, Imam al Qurthubi).

Hadits Ini adalah penjelasan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam tentang mengingat mati dan persiapan menghadapinya. Sungguh orang berakal PAHAM BETUL bahwa :  
(1) Tentang kematian  yang pasti akan mendatanginya kapan waktu yang ditetapkan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

  كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap tiap yang berjiwa akan MERASAKAN MATI. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Q.S Ali Imran 185).

(2) Hamba hamba Allah berusaha mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematiannya. Allah Ta’ala mengingatkan dalam firman-Nya : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18).

Imam Ibnul Qayyim mengingatkan agar hamba hamba Allah jangan lebih bodoh daripada burung dan semut. Beliau berkata : Semut selalu mempersiapkan bekal (mengumpulkan makanan, peny.)  pada musim panas untuk musim hujan yang akan datang. Seekor burung, jika telah mengetahui bahwa pasangannya hamil maka dia segera  mencari dan mengumpulkan jerami untuk membangun sarang sebelum pasangannya bertelur.

Lalu apa pendapatmu jika engkau sudah mengetahui tentang kedekatan perpindahanmu dari dunia ke alam kubur. Apakah engkau akan membawa tempat tidurmu tanpa persiapan amal.

Allah Ta’ala berfirman : “Waman ‘amila shaalihan fa lianfusihim yamhaduun.” Dan barangsiapa yang beramal shalih, maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan). Q.S ar Ruum 44.  (Kitab Badai’ul Fawa’id).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.960)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar