Kamis, 02 April 2020

SANGAT DIANJURKAN MEMPERBANYAK PUASA SUNNAH DI BULAN SYA'BAN


SANGAT DIANJURKAN MEMPERBANYAK PUASA SUNNAH
DI BULAN SYA’BAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Allah Ta’ala memberi banyak kesempatan kepada orang orang beriman untuk berpuasa di berbagai waktu dan keadaan karena akan memberikan banyak manfaat baginya. Terutama sekali puasa fardhu sebulan penuh di bulan Ramadhan yaitu 29 atau 30 hari. Selain itu ada puasa sunnah yang banyak jumlah dan macamnya.

Diantara puasa sunnah yang sangat  dianjurkan dan  bermanfaat adalah MEMPERBANYAK PUASA DI BULAN SYA’BAN. Ketahuilah bahwa diluar bulan Ramadhan ada bulan yang Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam PALING BANYAK BERPUASA yaitu bulan Sya’ban. Dalilnya adalah riwayat dari Aisyah radhiallahuanha, dia berkata :

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan beliau tidak melakukan puasa (sunnah) . Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Aku juga tidak melihat beliau berpuasa yang LEBIH SERING ketika di bulan Sya’ban. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Aisyah radhiallahu ‘anha juga mengatakan :

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.  (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Ketahuilah bahwa diantara hikmah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban adalah karena pada bulan itu amal terangkat dan tentu  lebih baik jika amal tersebut diangkat dan kita dalam keadaan berpuasa. 

Sebagaimana penjelasan dari al Hafidz Ibnu Hajar, beliau berkata : Pendapat yang benar di dalam hal ini adalah apa yang disebutkan di dalam sebuah hadits yang lebih shahih dibandingkan sebelumnya, diriwayatkan oleh An-Nasai dan Abu Dawud, dari Usamah bin Zaid, dia berkata, wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa (lebih banyak) dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban.

Kemudian beliau menjawab : Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan manusia yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa. (Fathul Bari).

Oleh karena itu orang orang beriman hendaklah berusaha untuk banyak melakukan puasa sunnah pada bulan Sya’ban. Diantaranya adalah puasa Senin- Kamis, puasa tiga hari sebulan seperti yaumul-bidh dan bisa juga puasa Nabi Dawud.  

Ketahuilah bahwa ada banyak keutamaan berpuasa sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau, diantaranya :

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.  (H.R Imam Ahmad).

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan : Maksudnya puasa adalah pelindung  antara dirinya dengan api neraka. Hal ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa ‘Arafah, dan puasa ‘Asyura (Lihat  Fii Syarhi al Arba’in an Nawawiyyah).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1933)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar