Jumat, 10 April 2020

ADA SAAT SANGAT PENTING UNTUK BERBAGI RIZKI


ADA SAAT SANGAT PENTING UNTUK BERBAGI RIZKI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berbagi rizki yaitu dengan menginfakkan sebagiannya kepada orang lain yang membutuhkan terutama sesama orang beriman adalah SANGAT DIANJURKAN dalam syariat Islam yang mulia. Bahkan Allah Ta’ala mengingatkan tentang berinfak dengan harta yang dicintai, sebagaimana firman-Nya :

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Benar benar kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Mahamengetahui. (Q.S Ali Imran 92).

Kita mengetahui bahwa umumnya orang orang beriman senang menginfakkan atau membelanjakan hartanya di jalan Allah sesuai kemampuan dan kesempatannya. Namun demikian ketahuilah bahwa ada SAAT SANGAT PENTING UNTUK BERBAGI RIZKI DENGAN MENGINFAKKANNYA kepada orang orang yang SEDANG KESULITAN.

Diantara saat yang penting untuk berinfak  yaitu ketika  orang orang terkena musibah seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi adanya WABAH PENYAKIT MENULAR. Ketika keadaan ini datang maka sangatlah banyak orang yang kehilangan harta, kehilangan sumber pendapatan. Bahkan kehilangan pekerjaan meskipun dia mau berusaha dan bekerja.

Dalam hal ini maka orang orang yang memiliki harta lebih sangat dianjurkan BAHKAN INILAH MOMEN PENTING DAN PALING BAIK untuk berinfak membantu yang sedang kesulitan. Jangan menahan harta yang bisa diinfakkan. Sungguh tak pernah ada orang yang bangkrut, kehabisan harta karena berinfak di jalan Allah. 

Kenapa orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah tak pernah bangkrut atau berkurang hartanya ?. Iya jelas DAN PASTI, karena Allah Ta’ala berjanji akan mengganti dengan berlipat ganda.  Dan janji Allah Ta’ala pasti benar. Allah Ta’ala berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui. (Q.S al Baqarah 261)

Syaikh as Sa’di berkata : Nafkah nafkah seperti ini (infak di jalan Allah) akan dilipat gandakan. Kelipatan ini dengan tujuh ratus kali lipat hingga berlipat ganda lagi banyaknya  dari itu. Karena itu Allah berfirman : “Allah melipat gandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki. Itu tentunya sesuai dengan apa yang ada dalam hati orang yang berinfak tersebut dari keimanan dan keikhlasan yang tulus. Juga sesuai dengan kebaikan dan manfaat yang dihasilkan dari infaknya tersebut. (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam juga menjelaskan tentang pelipat gandaan pahala amal orang orang berinfak, Diantaranya adalah :

(1) Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda  :  “Man anfaqa nafaqatan fii sabiilillahi, kutibat lahu sab’a mi-ati dhi’fin.” Barangsiapa yang berinfak di jalan Allah, maka dicatat baginya tujuh ratus kali lipat. (H.R Imam Muslim)

(2) Diriwayatkan dari jalan Abu Mas’ud, dia berkata :    Seorang laki-laki datang dengan membawa (seekor) unta yang  di hidungnya yang telah diberi tali kekang. Laki-laki itu berkata (kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam) : Unta ini saya sedekahkan di jalan Allah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam  bersabda :

لَكَ بِهِا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُ مِائَةِ نَاقَةٍ كُلُّهَا مَخْطُومَةٌ

Dengan sedekahmu ini maka pada hari kiamat kamu akan mendapatkan 700 ekor unta, semuanya telah diberi tali kekang pada pemeriksaannya. (H.R. Imam Muslim,  an Nasai  dan Imam Ahmad).

Oleh karena itu, ketika ada saat SANGAT PENTING DAN SANGAT DIBUTUHKAN SEPERTI ADANYA MUSIBAH maka segeralah BERINFAK DI JALAN ALLAH. 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1943).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar