Rabu, 15 April 2020

KEUTAMAAN RAMADHAN HANYA DIDAPAT JIKA DIISI DENGAN IBADAH

er

KEUTAMAAN RAMADHAN HANYA DIDAPAT JIKA DIISI DENGAN IBADAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun. Mungkin tahun ini kita masih ketemu sedangkan tahun tahun yang akan datang belum tentu. Tak ada jaminan. Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala menurunkan Ramadhan karena kasih sayang-Nya kepada orang orang beriman. Lihatlah keadaan sebagian kita di luar bulan Ramadhan.

Pertama : Diluar Ramadhan sebagian besar dari kita beribadah  sedikit. Puasa sunnah jarang, shalat malam kadang kadang, baca al Qur an sedikit, berinfak dan bersedekah tak sering. 

Lalu Allah Ta’ala mendatangkan Ramadhan yang mewajibkan  kita berpuasa sebulan penuh. Kesempatan shalat lail atau taraweh setiap malam dan dimudahkan pelaksanaannya yaitu bisa langsung habis shalat isya. Membaca al Qur an umumnya tiap hari bahkan bisa mengkhatamkan minimal satu kali. Bahkan kita bisa beritikaf di sepuluh hari terakhir dan kemungkinan mendapat lailatul qadar. Kesempatan pula untuk memberi makanan buka puasa. Semuanya itu mendapat pahala berlipat ganda.

Kedua : Diluar Ramadhan banyak diantara kita berbuat dosa. Di bulan Ramadhan insya Allah akan berkurang karena kita sedang berpuasa dan ini menjadi benteng atau penghalang yang besar bagi kita untuk berbuat dosa seperti mengambil hak orang lain, berbuat hasad, mengghibah dan yang lainnya.

Sungguh bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan kebaikan yang sangat banyak. Oleh karena itu, hamba hamba Allah hendaklah memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, bulan mulia, PENUH BERKAH DAN AMPUNAN DARI ALLAH TA’ALA. 

Setiap hamba janganlah sampai merugi karena Ramadhan tak diisi dengan amal amal shalih. Ada doa Malaikat Jibril 'alaihissalaam yang menyebutkan kerugian besar di bulan Ramadhan karena dosa tak diampuni. Doa ini diaminkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam :

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi sampai Ramadhan berakhir, ia belum juga diampuni (dosa dosanya). (H.R  Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad dari Jabir radhiyallahu’anhu) 

Tentang hadits ini, al Hafizh al Munawi rahimahullah berkata : Makna hadits yang mulia ini adalah seorang hamba yang mengetahui bahwa seandainya dia mengekang syahwatnya dalam sebulan (Ramadhan) di setiap tahun dan melakukan amalan khusus yang disyari'atkan baginya di bulan ini, yaitu puasa dan shalat taraweh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, namun ia menyia-nyiakan dan tidak mengerjakannya sampai Ramadhan berakhir, maka ia menjadi hamba yang celaka.

Oleh karena itu, barangsiapa yang MENDAPAT KESEMPATAN BESAR berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian ia melakukan amalan yang disyari'atkan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang tidak Allah muliakan maka Dia akan merendahkan dan menghinakannya. (Faidhul Qadir).

Ketahuilah bahwa keutamaan Ramadhan hanya didapat dan bisa dinikmati oleh hamba hamba Allah yang senantiasa mengisinya dengan amal amal shalih yang disyariat. Tidak untuk yang selainnya.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu a’lam. (1.946)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar