Selasa, 02 April 2019

HASIL TANAMAN JADI SEDEKAH BUAT YANG MENANAM


HASIL TANAMAN JADI SEDEKAH BUAT YANG MENANAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Bersedekah adalah suatu pebuatan baik yang sangat sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Diantara keutamaannya adalah : 

Pertama : Pahala sedekah dilipatgandakan.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak. (Q.S al Hadid 18)

Kedua : Sedekah menghapus dosa

Ini sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  :

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Sedekah akan menghapus dosa sebagaimana air dapat mematikan api. (H.R Ibnu Majah).

Sungguh sangatlah banyak jalan untuk bersedekah bagi orang orang beriman. Diantaranya adalah menanam tanaman yang menghasilkan buah yang  bermanfaat bagi manusia bahkan juga bagi berbagai jenis hewan. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda  

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْساً إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لهُ صَدَقَةً، وَمَا سُرِقَ مِنْه لَهُ صَدَقَةً، وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً .
رَوَاهُ مُسْلِمٌ
وَفِي رِوَايَة لَهُ : فَلَا يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْساً، فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
وَفِي رِوَايَة لَهُ : لَا يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْساً، وَلَا يَزْرَعُ زَرْعاً، فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إلاَّ كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً، ورويَاه جميعاً مِنْ رواية أَنَسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ . قولُهُ : يَرْزَؤُهُأي : يَنْقُصهُ .

Tiada seorang muslim pun yang menanam suatu tanaman, melainkan apa saja yang dapat dimakan dari hasil tanamannya itu, maka itu adalah sebagai sedekah baginya, dan apa saja yang tercuri daripadanya, itupun sebagai sedekah baginya. Dan tidak pula diambil oleh seseorang, melainkan itupun sebagai sedekah baginya. (H.R Imam Muslim)

Dalam riwayat yang lain disebutkan : Maka tidaklah seseorang muslim itu menanam sesuatu tanaman, kemudian dari hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia ataupun binatang, ataupun burung, kecuali semuanya itu adalah sebagai sedekah baginya sampai hari Kiamat.

Dalam riwayat  yang lain lagi disebutkan pula : Tidaklah seseorang muslim itu menanam sesuatu tanaman, tidak pula ia menanam sesuatu tumbuh-tumbuhan, kemudian dari hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, ataupun oleh binatang ataupun oleh apa saja, melainkan itu adalah sebagai sedekah baginya. (H.R Imam Bukhari, Imam Muslim, at Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Oleh karena itu, jika ada kesempatan maka bersemangatlah menanam tanaman yang menghasilkan buah. Ketika sebagian buahnya dimakan oleh manusia atau pun hewan maka SANGAT DIANJURKAN UNTUK DIRELAKAN SAJA. Sungguh itu menjadi sedekah bagi yang menanam dan akan bernilai baginya di dunia dan di akhirat kelak.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.590)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar