Selasa, 24 Oktober 2017

ORANG BERIMAN TAK BOLEH MEMBIARKAN KEMUNGKARAN



ORANG BERIMAN TAK BOLEH MEMBIARKAN KEMUNGKARAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingat orang orang beriman untuk tidak membiarkan kemungkaran. Mereka harus mencegahnya. Beliau bersabda :   “Man ra-a minkum munkaran fal yughaiyirhu biyadihi faillam yastathi’ fabilisaaanihi, faillam yastathi’ fabiqalbihi, wa dzalika adh’aful iimaan.” Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka dengan  lisannya dan jika dia tidak mampu maka dengan hatinya, (mengingkari dengan hati) itu adalah iman yang paling lemah. (H.R Imam Muslim).

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya manusia itu bila melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksa-Nya yang juga menimpa mereka (yang membiarkan kemungkaran)”.  H.R Abu Dawud, at Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala melaknat bani Israil karena satu sama lain tak melarang perbuatan mungkar. Allah berfirman : “Telah dilaknat orang orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya     amatlah buruk apa yang selalu mereka perbuat itu”. (Q.S al Maidah 78-79). 
             
Syaikh as Sa’di berkata : Termasuk kedurhakaan mereka yang menyebabkan turunnya adzab kepada mereka adalah “mereka satu sama lain tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat” Artinya mereka mereka melakukan kemungkaran tetapi sebagian dari mereka tidak melarang sebagian yang lain, maka pelaku dan yang lainnya yang mendiamkan kemungkaran walaupun dia mampu                         mengingkari maka mereka dapat adzab yang sama.  
                
Itu menunjukkan bahwa mereka meremehkan perintah Allah dan maksiat kepada-Nya. Jika mereka memiliki penghormatan kepada Rabb mereka niscaya mereka akan memiliki ghirah atau semangat terhadap apa apa yang diharamkan-Nya dan tentunya mereka akan marah karena marah-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).  
                 
Sungguh Allah Ta’ala berfirman bahwa ciri umat terbaik adalah tidak hanya menyuruh kepada yang ma’ruf tetapi harus juga mencegah yang mungkar yaitu sebagaimana firman-Nya : “Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaasi ta’muruuna bil ma’ruufi wa tanhauna ‘anil munkari wa tu’minuuna billah”. Kamu (ummat Islam) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar dan (kamu) beriman kepada Allah. (Q.S Ali Imran 110).  
Semoga Allah Ta’ala memberi kekuatan kepada kita untuk selalu berbuat makruf dan mampu pula mencegah kemungkan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.156)
                                         

           
                                                                                                                                    



     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar