Senin, 30 Oktober 2017

HADIR DI MAJLIS ILMU MENDATANGKAN KEBAIKAN



HADIR DI MAJLIS ILMU MENDATANGKAN KEBAIKAN 

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sangatlah banyak petunjuk atau perintah syariat agar orang muslim selalu belajar khususnya ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu lain yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Rasulullah salallahu alaihi wassalam bersabda : “Thalibul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim.” Menuntut ‘ilmu wajib bagi setiap Muslim (laki-laki dan perempuan). H.R. Ibnu Majah.

Diantara pakar bahasa Arab mengatakan bahwa kata fardhu maknanya adalah wajib. Dalam hadits ini disebut faridhatun yang maknanya sangat atau lebih wajib. Ini adalah salah satu dalil yang tegas tentang wajibnya belajar bagi seorang muslim baik laki laki maupun perempuan.

Dewasa ini sangatlah banyak sarana yang tersedia untuk belajar ilmu. : Kemajuan ilmu komunikasi dan tekhnologi telah mendatangkan berbagai tambahan fasilitas dan sarana untuk belajar ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu lainnya yang bermanfaat bagi bagi muslimin. 

Namun demikian ketahuilah bahwa dari sekian banyak sarana atau fasilitas yang tersedia untuk belajar ilmu diantaranya melalui media sosial, ternyata yang paling utama adalah duduk di majlis ilmu. Duduk dihadapan guru.

Diantara manfaat dan keutamaan yang bisa diperoleh ketika seorang hamba  duduk dihadapan guru untuk belajar adalah sebagai berikut : 

Pertama : Dimudahkan jalan menuju surga.
Diantara keutamaan belajar ilmu adalah dimudahkan jalan menuju surga. Rasulullah bersabda : “Waman salaka thariiqan yaltamisu fiihi ‘ilman, sahhalallahu lahu bihi thariiqan ilal jannah.” Dan barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalan baginya menuju Surga. (H.R Imam Muslim, dari Abu Hurairah).

Kedua : Diampuni dosa dosanya.
Orang orang beriman yang hadir di majlis ilmu akan diampuni dosanya dan diberi surga serta dilindungi pula dari neraka. Demikian dijelaskan dalam satu hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Allah Ta’ala berfirman : “Sungguh Aku telah mengampuni mereka (yang hadir di majlis ilmu) maka Aku berikan kepada mereka apa yang mereka minta (surga) dan Aku lindungi mereka dari neraka” (H.R Imam Muslim).

Dan juga merupakan salah satu keutamaan hadir di majlis ilmu adalah sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam sabda beliau : “Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah rumah Allah, mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka. Malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut nyebut mereka dikalangan (para Malaikat) dihadapan-Nya”. (H.R Imam Muslim, at Tirmidzi dan yang lainnya).

Ketiga : Dinaungi malaikat dengan sayapnya.
Dari Abu Hurairah,  dari Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi mempunyai beberapa malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah. Apabila majelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah dan naik ke langit.

Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya : "Selanjutnya mereka ditanya Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat Yang sebenarnya Maha Tahu tentang mereka :Kalian datang dari mana ?" Mereka menjawab : "Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan memohon kepada-Mu ya Allah.
 Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya : Apa yang mereka minta .?  Para malaikat menjawab : Mereka memohon surga-Mu ya Allah.  Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya lagi : "Apakah mereka pernah melihat surga-Ku? " Para malaikat menjawab : Belum. Mereka belum pernah melihatnya ya Allah." Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata : Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku.

Para malaikat berkata : Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala balik bertanya, "Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku ?. Para malaikat menjawab : Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya : Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku . Para malaikat menjawab : Belum. Mereka belum pernah melihat neraka-Mu ya Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata : “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku."
 
Para malaikat berkata : Ya Allah, sepertinya mereka juga memohon ampun (beristighfar) kepada-Mu. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala  menjawab : "Ketahuilah wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka minta, dan melindungi mereka dari neraka".

Para malaikat berkata : Ya Allah, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yang berdosa dan kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka. Maka Allah menjawab, "Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku akan mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang menyebabkan orang yang duduk bersamanya terhindar dari celaka”.  (H.R Imam Muslim nomor 1899).

Dalam hadits ini disebutkan tentang majlis dzikir yang selalu dicari malaikat dan dinaungi dengan sayapnya. Lalu apa makna majlis dzikir ?. Para ulama telah menjelaskannya, diantaranya adalah : 

Pertama : Abu Hazzan Atha’ berkata : (Majlis dzikir) Yaitu majelis tentang halal dan haram. Majelis yang mengajari bagaimana kamu shalat, puasa, menikah, talak, dan bagaimana kamu berjual-beli.” (Al Hilyah).

Kedua: Al Manawi mengatakan bahwa Hujjatul Islam (Imam al Ghazali, pen.) berkata: Yang dimaksud dengan majelis dzikir adalah, tadabbur Al Quran, mempelajari agama, dan menghitung-hitung ni’mat yang telah Allah berikan kepada kita.” (Lihat Faidul Qadir).

Oleh sebab itu maka seorang hamba akan selalu berusaha menyisihkan waktunya agar bisa belajar yakni dengan hadir langsung di majlis majlis ilmu sehingga akan memperoleh manfaat yang lebih banyak. Wallahu A’lam. (1.161).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar