Senin, 02 Oktober 2017

INGIN HIJRAH KEPADA KEBAIKAN AKAN DIMUDAHKAN



INGIN HIJRAH KEPADA KEBAIKAN AKAN DIMUDAHKAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Seorang muslim yang sudah agak lama terbenam dalam kemaksiatan dan  dosa terkadang ada terbetik sedikit dalam hatinya untuk meninggalkan semua keburukan yang dia lakukan. Ingin hijrah kepada kebaikan dan ketaatan. Terkadang  bisa jadi dia berbicara kepada dirinya : Kapan ya bisa berhijrah kepada kebaikan dan harus saya mulai dari mana ?. 
 
Lalu kemudian, kata hatinya untuk hijrah kepada kebaikan ini kembali sirna tersebab : (1) Dipengaruhi hawa nafsunya. Dan mamang hawa nafsu itu cenderung kepada keburukan. Allah berfirman :  “Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Q.S Yuusuf 53).

(2) Juga syaithan yang selalu berusaha  menggelincirkan manusia agar terus melakukan maksiat. Allah berfirman : “Sungguh, syaithan itu musuh bagimu maka perlakukanlah dia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang bernyala nyala”. (Q.S Faatir 6).

Paling tidak, itulah dua hambatan yang melalaikan manusia untuk kembali ke jalan Allah. Hijrah dari keburukan kepada kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Namun demikian hakikatnya jika seseorang betul betul ingin kembali kepada kebaikan dan ketaatan sungguh akan dimudahkan Allah jalannya.

Tapi ketahuilah bahwa setiap orang bisa dan punya potensi untuk menjadi lebih baik jika dia berusaha untuk itu. Allah berfirman :  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (Q.S ar Ra’du 11).

Lihatlah betapa banyak manusia yang dahulu  berkubang dalam  kemaksiatan lalu berusaha dan  dapat hidayah untuk kembali kepada jalan yang benar. Mereka bertaubat. Lalu belajar ilmu dan mengamalkannya dengan sungguh sungguh. Jadilah mereka orang orang ‘alim yang  taat bahkan diantaranya ada pula yang bermanfaat bagi orang lain dengan dakwah dakwahnya.  
  
Ada pula seseorang yang ingin hijrah dari keburukan terkadang berkata : Kalau saya meninggalkan maksiat ini tentu saya akan mendapatkan perkara perkara yang saya tidak suka. Saya akan kehilangan banyak kesenangan  yang sudah saya nikmati selama ini.meskipun itu melalui perbuatan maksiat. 

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala mengingatkan bahwa sesuatu yang terlihat dan terasa baik dan menyenangkan belum tentu itu adalah kebaikan, begitupun sebaliknya.

Perhatikanlah firman Allah berikut ini : . Wa ‘asaa-an takrahuu syai-an wa huwa khairul lakum, wa ‘asaa an tuhibbuu syai-an wa huwa syarrul lakum. Wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun”. Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu pada hal itu tidak baik bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S al Baqarah 216).

Rasulullah telah mengingatkan pula dengan sabda beliau : “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu (keburukan)  karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik”. (H.R Imam Ahmad no. 5363, dishahihkan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali).

Lalu tatkala seseorang yang sudah lama tenggelam dalam keburukan ingin berubah tentulah sangat berat rasanya. Mungkin merasa tak sanggup. Ketahuilah bahwa kita disuruh berubah dari keburukan kepada kebaikan itu adalah perintah Allah. Dan Allah akan memberi kemampuan dalam hal itu. Allah berfirman : “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa” Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. (Q.S al Baqarah 286).

Ketika seseorang  ingin merubah diri kepada kebaikan tak akan  ada kesulitan baginya. Sungguh kalaupun ada sedikit kesulitan maka dibalik itu akan Allah datang pula kemudahan.

Allah berfirman : “Fa inna ma’al ‘usri yusraa. Inna ma’al ‘usri yusraa” Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya  bersama kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S al Insyiraah 5-6).

Oleh karena itu seorang muslim haruslah bersemangat untuk hijrah dari keburukan menuju  kebaikan DAN DARI KEBAIKAN KEPADA YANG LEBIH BAIK LAGI. Tunggu apa lagi, bersegeralah.

Allah berfirman :   “Wa saari’u ilaa maghfiratin min rabbikum wa jannatin ‘ardhuhas samaawaatu wal ardha, u’iddat lil muttaqiin”. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertakwa.  (Q.S Ali Imran 133).

Insya Allah ada manfaatnya bagi bita semua. Wallahu A’lam. (1.133)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar