Selasa, 03 Oktober 2017

DERAJAT SURGA PALING RENDA SEBELAS KALI DUNIA



DERAJAT SURGA PALING RENDAH SEBELAS KALI DUNIA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sebagai seorang muslim, cita cita tertinggi kita adalah bisa kembali ke surga karena surga adalah tempat yang penuh kenikmatan. Negeri asal kita adalah surga karena nenek moyang kita memang berasal dari sana. 

Bahkan Allah Ta’ala menyeru kita untuk kembali ke surga dan memberi petunjuk. Allah berfirman : Wallahu yad’u ilaa daaris salaami wa yahdii man yasyaa’u ilaa shiraatin mustaqiiim” . Dan Allah menyeru (manusia) ke Daarussalaam (surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam) Q.S Yunus 25. 

Untuk kembali ke surga kita disuruh berbekal. Allah berfirman : Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya : “Yaa aiyuhal ladzina aamanut taqullaha wal tandzur nafsun maa qaddamat lighad, wattaqullaha, innalallaha khabiirun bimaa ta’maluun” Wahai orang orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S  al Hasyr 18)

Lalu bekal kita apa ?. Bekal kita adalah iman yang membuahkan amal shalih. Imam saja tak cukup dan amal shalih saja juga kurang. Tentang hal ini dijelaskan Allah Ta’ala dalam banyak ayat al Qur an, diantaranya :

Pertama : Allah Ta’ala berfirman : “Wa basysyiril ladziina aamanuu wa ‘amilush shalihaati anna lahum jannatin tejrii min tahtihal anhaar” . Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang beriman dan beramal shalih bahwa untuk mereka (disediakan) surga surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai.  (Q.S al Baqarah 25)

Kedua : “Sesungguhnya orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka akan mendapat surga surga yang penuh kenikmatan. Mereka kekal di dalamnya. Sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.  (Q.S Lukman 8-9)

Ketahuilah bahwa surga itu bertingkat tingkat.  Orang orang beriman akan menempati tingkat surga sesuai dengan nilai amal dan kemuliaannya. Surga tertinggi adalah surga Firdaus. Ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah kepada Ummu Haritsah : “Wahai Ummu Haritsah,  sesungguhnya disana terdapat banyak surga dan sungguh anakmu telah mendapat Firdaus (surga) yang paling tinggi”. (H.R Imam Bukhari).

 Para  sahabat berkata : Ya Rasulullah, tidakkah engkau beritakan (tentang surga) kepada orang-orang ?. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : "Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah. Jarak antara dua tingkatan seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kamu memohon kepada Allah maka mohonlah (surga) Firdaus kepada-Nya, karena ia terletak ditengah surga-surga yang tertinggi”. Saya rasa beliau mengucapkan : Dan diatas-Nya ada Arsy ar Rahman dan dari situ dipancarkan sungai-sungai surga. (H.R Imam Bukhari).

Lalu bagaimana pula keadaan surga yang paling rendah ?. Perkara ini dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Mas’ud berikut ini : 

Rasulullah bersabda :“Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.

Kemudian Allah berfirman kepadanya : Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.  Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.
Ia kembali dan berkata, wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh. Allah berfirman kepadanya : “Pergilah engkau dan masuklah surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh. Kemudian ia kembali dan berkata, wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.

Allah berfirman kepadanya : “Pergilah engkau dan masuklah ke surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya”.

Orang tersebut berkata, apakah Engkau memperolok olokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja ?.

Ibnu Mas’ud berkata,  aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda : “Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya”. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Begitulah kenikmatan yang disediakan Allah Ta’ala bagi orang orang yang memiliki iman dihatinya. Oleh karena itu maka seorang hamba akan senantiasa menjaga imannya yaitu iman yang melahirkan amal shalih. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.134)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar