Jumat, 06 Oktober 2017

MEMOHON AMPUN DAN BERTAUBAT SETIAP SAAT




MEMOHON AMPUN DAN BERTAUBAT SETIAP SAAT

Oleh : Azwir B. Chaniago

Manusia tak akan luput dari dosa dan kesalahan. Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa manusia berbuat dosa siang dan malam artinya terus dan sering berbuat dosa. Allah berfirman : “Ya ‘ibaadi, innakum tukhti-una bil laili wan nahar” Wa ana aghfiru dzunuba jamii’a. Fastaghfiruni, aghfirlakum”. Wahai hamba hambaku, sesungguhnya kalian berbuat dosa (kesalahan) siang dan malam. Dan Aku Mahapengampun, semua dosa. Minta ampunlah kepadaKu, Aku akan ampuni kalian. 
   
Memohon ampun dan bertaubat adalah salah satu bekal menuju negeri akhirat. Sungguh bertaubat adalah untuk menghapus dosa dan akan mengantarkan seorang hamba kepada keberuntungan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman : “Wa tuubuu ilallahi jamiian aiyuhal mu’minuuna, la’allakum tuflihuun”. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang orang yang beriman, agar kamu beruntung.  (Q.S an Nuur 31).

Syaikh as Sa’di berkata : Allah mengkaitkan kebahagiaan dengan bertaubat. Allah berfirman : “supaya kamu beruntung”. Sehingga tidak ada jalan menuju keberuntungan kecuali dengan taubat. (Bertaubat) yaitu kembali dari hal hal hal yang dibenci oleh Allah menuju perkara perkara yang Dia cintai baik secara  zhahir maupun bathin. Keterangan ini menandakan bahwa setiap orang beriman membutuhkan taubat karena Allah telah mengarahkan pembicaraan kepada seluruh orang beriman. (Kitab Tafsir Karimir Rahman). 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam adalah Khalilullah dan telah dihapus dosa beliau yang telah lalu dan yang akan datang. Namun beliau senantiasa banyak minta ampun dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (H.R Imam Bukhari) 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Dan ketahuilah bahwa seseorang yang  tidak mau bertaubat dicap sebagai orang yang zhalim Allah berfirman : Waman lamyatub, faulaaika humuzh zhaalimuum”. Barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang orang yang zhalim  (Q.S al Hujurat 11)

Lalu kapan sebaiknya bertaubat. Bolehkah ditunda tunda. Bolehkah bertaubat menunggu sampai telah berumur lanjut. ?. Bertaubat tidak boleh ditunda. Harus segera dan setiap saat. Manusia berbuat dosa setiap saat maka bertaubat harus pula setiap saat.

Kalau menunggu sampai tua baru bertaubat lalu adakah  yang bisa menjamin bahwa : (1) Kita akan bisa dapat umur sampai tua. (2) Ketika sudah tua, belum tentu ada kemauan untuk bertaubat karena sudah lama berkubang dengan kemaksiatan. Oleh karena itu bertaubatlah setiap saat agar dosa dosa kita terhapus pada saat masih berada di dunia ini.
Ketahuilah bahwa sekiranya dosa seseorang belum terhapus di dunia karena belum sungguh sungguh minta ampun dan bertaubat maka itu berarti dosa dibawa ke kubur. Na’udzubillah, kalau ini terjadi, apalagi amalnya  sangat sedikit maka dia akan mendapat adzab di alam kubur dan pada hari Kiamat dosa itu akan dihapus dengan cara dibakar dalam api neraka.

Oleh karena itu setiap hamba hendaklah  mewajibkan dirinya untuk bertaubat dan minta ampun pada setiap saat yakni kapan pun dan dimana pun. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Allahu A’lam. (1.138)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar