Rabu, 25 Oktober 2017

CELAAN BAGI YANG LALAI KARENA BERMEGAH MEGAHAN



CELAAN BAGI  YANG LALAI KARENA BERMEGAH MEGAHAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam Kitab Tafsir al Azhar, Prof. Dr. Hamka berkata :  Bahwa tidak ada kegunaan manusia ini diciptakan Allah kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah berfirman : Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa li ya’buduun” Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzaariat 56). 

Namun demikian ternyata ada sebagian manusia yang senang bermegah megahan di dunia sehingga dia lalai dari tujuan penciptaannya yaitu untuk beribadah kepada Allah.
Dalam surat at Takatsur surat ke 102 ayat pertama Allah Ta’ala mencela manusia yang  bermegah megahan di dunia sampai (akhirnya) masuk ke dalam kubur. Allah Ta’ala berfirman : “Alhakumut takatsur. Hattaa zur tumul maqaabir”. Bermegah megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk kedalam kubur.

Pada catatan kaki terjemahan al Qur an Departemen Agama disebutkan bahwa bermegah megahan itu adalah dalam perkara anak yang banyak, harta, pengikut, kemuliaan dan sebagainya telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan maksud ayat 1 surat at Takatsur ini kepada para  sahabat. Dan tentu juga untuk seluruh umat beliau sampai akhir zaman.

Dari Mutharrif, dari bapaknya, dia berkata : Ketika Rasulullah sedang membaca ayat : “Alhakumut takatsur”. Beliau bersabda : “Anak Adam mengatakan, hartaku, hartaku !. Beliau bersabda lagi : “Bukankah engkau tidak memiliki harta kecuali harta yang telah engkau makan, sehingga engkau habiskan, atau apa yang telah engkau pakai sehingga engkau menjadikannya usang, atau apa yang telah engkau sedekahkan sehingga engkau meneruskan. (yaitu terus memiliki harta yang disedekahkan itu sampai hari Kiamat, pen.) H.R Imam Muslim.

Rasulullah juga bersabda : “Wa maa siwaa dzalika fa huwa dzaahibun wa taarikuhu linnas”. Dan selain itu, maka dia akan mati dan akan meninggalkan hartanya untuk manusia (ahli warisnya, pen.) H.R Imam Muslim dari Abu Hurairah).

Selanjutnya para ulama ahli tafsir telah menjelaskan makna ayat 1 surat at Takatsur ini sehingga bisa diambil pelajaran darinya, yaitu :

Pertama : Imam Ibnu Katsir berkata :
Kecintaan terhadap dunia, kenikmatannya dan keindahannya telah melalaikan kamu dari mencari akhirat. Dan itu terus terjadi pada kamu sehingga kematian mendatangimu. Dan kamu mendatangi kuburan serta menjadi penghuninya. (Tafsir Ibn Katsir).

Kedua : Syaikh as Sa’di berkata :
Dalam firman-Nya Allah Ta’ala mencela hamba hamba-Nya karena lalai dari tujuan penciptaannya yaitu beribadah hanya kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya, mengenal-Nya, kembali pada-Nya dan mengedepankan kecintaan kepada-Nya diatas kecintaan terhadap apapun.

“Telah melalaikan kamu”. dari semua itu, “bermegah megahan”. Allah Ta’ala tidak menyebutkan apa yang diperbayak dan dimegah megahkan, agar hal itu mencakup semua yang diperbanyak dan dipermegah oleh oleh orang orang yang bermegah megah dan di bangga banggakan oleh mereka yang (suka) membanggakannya. Mereka bermegah megah dalam harta, anak, pembela, tentara, pembantu, wibawa dan yang lainnya yang ditujukan untuk perlombaan satu sama lain tetapi tidak dimaksudkan untuk mencari ridha Allah. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketiga : Syaikh Utsaimin berkata :
Jadi dapatlah kita memahami bahwa sifat manusia itu umumnya rakus, tamak dan sekali gus bakhil terhadap harta dunia, kecuali orang orang beriman yang mendapat petunjuk serta rahmat-Nya.

Beliau juga berkata : Makna “telah melalaikan kamu” yaitu telah menyibukkan kamu sehingga kamu lalai dari yang lebih penting yaitu dzikrullah dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Perkataan ini ditujukan kepada seluruh umat, namun dikecualikan orang orang disibukkan oleh perkara perkara akhirat dari perkara perkara dunia. Dan mereka ini jumlahnya sedikit. (Tafsir Juz ‘Amma)

Oleh karena itu maka orang orang beriman hendaklah bersungguh sungguh mengambil pelajaran dari ayat ini sehingga terhindar dari celaan Allah Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.158).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar