Selasa, 31 Oktober 2017

HITUNGLAH BILANGAN DZIKIR DENGAN TANGAN KANAN



HITUNGLAH BILANGAN DZIKIR DENGAN TANGAN KANAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh berdzikir atau mengingat Allah Ta’ala  adalah cara paling utama dan paling baik agar si hamba diingat pula oleh-Nya. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan hamba hamba-Nya  untuk selalu berdzikir, diantaranya dalam firman-Nya :  “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”.  (Q.S al Baqarah 152).

Syaikh as Sa’di berkata : (Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memerintahkan hamba hamba-Nya untuk mengingat-Nya dan menjanjikan baginya sebaik baik balasan yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula yaitu bagi orang orang yang ingat kepada-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Salah satu sifat dzikir adalah muqayyad yaitu dzikir yang telah ditentukan lafaznya, waktunya dan jumlahnya. Lafadz dzikir yang sifatnya muqayyad ini ada yang dibaca tiga kali, tujuh kali, sepuluh kali, tiga puluh tiga kali bahkan ada yang seratus kali dan intinya adalah sebagaimana yang di ajarkan Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam.

Ketahuilah bahwa untuk menghitung bilangan dzikir ini sangatlah dianjurkan dengan menggunakan jari jari tangan kanan. Diantara dalilnya adalah :
Rasulullah  bersabda : “Hendaklah kalian selalu bertasbih, bertahlil dan mensucikannya (mengagungkan)-Nya. Dan hitunglah (dzikir dzikir tersebut) dengan ruas ruas jari tangan, karena jari jari tangan tersebut akan ditanya dan dijadikan berbicara (bersaksi dihadapan Allah pada hari Kiamat). Dan janganlah kalian lalai dan melupakan rahmat Allah. (H.R Imam at Tirmidzi dan Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh al Albani). 

Hadits ini menunjukkan keutamaan menghitung bilangan dzikir dengan dengan jari jari tangan. Sesungguhnya jari jari tangan dan anggota badan yang lainnya akan menjadi saksi atas amal yang dilakukan oleh seorang hamba. Allah berfirman : “Yauma tasyhadu ‘alaihim alsinatuhum wa aidiihim wa arjuluhum bimaa kaanuu ya’maluun”. Pada hari, (ketika) lidah,tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap yang dahulu mereka kerjakan.  (Q.S an Nuur 24).  

Jari jari tangan yang dimaksud adalah jari jari tangan kanan dan inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Dari Abdullah bin Amr bin al “Ash, sesungguhnya dia berkata : “Aku melihat Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menghitung tasbih (dzikir) dengan tangan kanan beliau”. (H.R at Tirmidzi, Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ini juga semakna dengan keumuman hadits dari Aisyah : “Bahwa beliau Rasulullah menyukai menggunakan tangan kanan dalam perkara yang baik baik”. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani berkata tentang menggunakan jari jari tangan untuk menghitung bilangan dzikir :

Pertama : Barangsiapa yang bertasbih dengan tangan kiri (menghitung bilangan dzikir dengan tangan kiri, pen.) maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah.

Kedua : Barangsiapa yang bertasbih dengan kedua tangannya maka sungguh dia telah mencampurkan antara amalan baik dan amalan buruk.

Ketiga : Barangsiapa yang bertasbih dengan tangan kanannya maka sungguh dia telah mendapat petunjuk dan mengikuti sunnah Musthofa (Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam). Lihat Kitab Shahih al Adabul Mufrad.
 
Oleh karena itu maka seorang hamba hendaklah mewajibkan dirinya untuk senantiasa menghitung bilangan dzikir dengan jari tangan kanannya yaitu  mengikuti sunnah Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.162).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar