Minggu, 30 September 2018

RASULULLAH TIDAK MEMAAFKAN ORANG YANG KETERLALUAN JAHATNYA


RASULULLAH TIDAK MEMAAFKAN ORANG
YANG KETERLALUAN JAHATNYA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh memaafkan adalah suatu sikap yang mulia dari seorang hamba dan Allah akan menambah kemuliaannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
 
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sunguh itu termasuk perbuatan yang mulia. (Q.S asy Syura 43).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : ..., Wama zadallahu ‘abdan bi’afwin illa ‘izza. Wama nawadha’a ahadun lillahi illa rafa’ahullah) .... Allah tidak akan menambah untuk seorang hamba karena maafnya (suka memaafkan) kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seorang merendahkan hatinya kecuali Allah akan meninggikan (derajat) nya. (H.R. Imam Muslim).

Lalu apakah semua kesalahan manusia harus dimaafkan. Ketahuilah bahwa jika suatu kesalahan sudah keterlaluan apalagi berkaitan dengan agama maka bisa jadi tak dimaafkan. Bahkan pada saat Fathul Makkah banyak orang orang pembenci Islam serta orang orang yang KETERLALUAN MENGHAMBAT DAKWAH RASULULAH, TIDAK DIMAAFKAN OLEH BELIAU.  

Perhatikanlah kisah berikut ini. Pada bulan Ramadhan tahun ke 8 Hijriah Rasulullah dengan 10.000 pasukan kaum muslimin  dari Madinah memasuki kota Makkah tanpa perlawanan dari kafir Quraisy. Beliau masuk kota Makkah dengan  tetap menundukkan kepala sambil membaca firman Allah :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Sesungguhnya kami memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (Q.S al Fath 1)

Kemudian beliau mengumumkan kepada penduduk Makkah : “Siapa yang masuk masjid maka dia aman, siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman, siapa yang masuk rumahnya dan menutup pintunya maka dia aman”.

Jadi meskipun sudah menguasai kota Makkah tanpa perlawanan, beliau memaafkan kafir Quraisy yang ada di kota Makkah. Pada hal dahulu sebelum hijrah ke Madinah kafir Quraisy telah menghina, mencerca bahkan akan membunuh beliau sampai akhirnya beliau selamat dengan berhijrah ke Madinah yaitu sebagaimana disebut dalam firman Allah :

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika orang orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik baik pembalas tipu daya. (Q.S al Anfal 30)

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam adalah pribadi yang sangat pemaaf. Tapi ketahuilah bahwa ada saatnya Rasulullah tidak memberi maaf kepada orang yang sudah keterlaluan jahatnya dalam memusuhi Islam.

Didalam Kitab ar Rahiq al Makhtum, yang ditulis oleh Dr. Syaikh Shafiyurrahman al Mubarakfury disebutkan bahwa  pada hari Fathul Makkah Rasulullah  mengumumkan untuk mengeksekusi 9 orang musuh Islam di Makkah yang dianggap penjahat kelas kakap. Mereka tidak dimaafkan. Diantaranya adalah :

(1)  Abdul Uzza bin Khathal. Kesalahannya adalah menyuruh dua budak perempuannya untuk bernyanyi dengan kalimat yang menghina dan mencerca Rasulullah yaitu sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Pada saat Fathul Makkah Ibnu Khathal bersembunyi di kain penutup Ka’bah. Lalu Rasulullah memerintahkan seorang sahabat membunuhnya.

(2) Miqyas in Shuhabah dibunuh oleh Numailah bin Abdullah. Kesalahannya adalah dulu dia sudah masuk Islam lalu murtad dan pernah membunuh seorang sahabat Anshar. 

(3)  Al Harits bin Naufal dibunuh oleh Ali bin Abi Thalib. Kesalahannya adalah sebelum Nabi hijrah Ibnu Naufal ini  paling keras gangguannya kepada Rasulullah dalam berdakwah pada awal awal Islam di Makkah.

(4) Ikrimah bin Abu Jahal juga akan dieksekusi tapi dia sempat melarikan diri ke Yaman. Beberapa tahun kemudian baru kembali ke Makkah karena istrinya memohon kepada Nabi agar diberi perlindungan dan dia masuk Islam. Kesalahannya antara lain dia  salah satu panglima perang kafir Quraisy di perang Uhud yang sempat mengalahkan pasukan Islam. 

(5) Arnab budak perempuan Ibnu Khathal juga dibunuh karena dia adalah biduan yang selalu  bernyanyi dengan lirik yang menghina dan mencerca Rasulullah.

Memang pada saat Fathul Makkah Nabi  memaafkan seluruh penduduk Makkah dan tidak memaksa mereka masuk Islam kecuali dengan kemauan sendiri. Namun demikian  ada orang orang kafir Quraisy   yang dianggap mempunyai kesalahan besar lalu beliau perintahkan untuk dieksekusi mati, yaitu 9 orang dan 5 orang diantaranya sebagaimana disebutkan diatas. 

Sungguh Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjadi pemaaf. Tetapi dalam beberapa kasus  Rasulullah telah memberi contoh untuk tidak memberi maaf kepada orang orang tertentu yang dianggap telah melakukan kejahatan besar terhadap Rasulullah dan agama Islam.

Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.401)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar