Sabtu, 29 September 2018

PINDAH AGAMA UNTUK MENDAPATKAN WANITA IDAMAN


PINDAH AGAMA UNTUK MENDAPATKAN  WANITA IDAMAN

Oleh : Azwir B. Chaniago
 
Manusia memiliki pandangan kecintaan kepada kesenangan dunia. Sungguh Allah telah menjelaskan hal :ini dalam firman-Nya :
  
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Q.S Ali Imran 14).

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala  menyebut pada urutan yang pertama kecintaan yaitu terhadap wanita wanita sebelum menyebut anak-anak, harta, dan yang lainnya.  Imam Ibnu Hajar mengatakan : Allah menyebut wanita pada urutan yang pertama sebelum menyebut yang lainnya. Ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa fitnah wanita adalah induk dari segala fitnah.

Ungkapan Imam Ibnu Hajar ini selaras dengan hadis Nabi shallallahualaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid. Beliau bersabda : 

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Begitu hebatnya fitnah wanita maka ada manusia yang mempetaruhkan agamanya. Pindah agama demi mendapat wanita yang diinginkan. Perhatikanlah bagaimana menyedihkannya dua kisah dibawah ini :

Pertama : Imam Ibnu Katsir menceritakan sebuah kisah tentang Abda’ bin Abdurrahim, seorang yang sangat ‘alim, hafal al Qur an, kuat ibadahnya dan juga sering ikut berjihad. Pada satu kali dia ikut berjihad bersama pasukan kaum muslimin melawan pasukan Romawi. Allah memberi kemenangan kepada kaum muslimin sehingga pasukan kaum muslimin bisa menduduki sebagian wilayah Romawi.

Ketika berada di wilayah Romawi yang dikuasai kaum muslimin, Abda’ bin Abdurrahim melihat seorang wanita Romawi dan dia tertarik dan ingin menikah dengan wanita tersebut. Syaithan dan hawa nafsu buruk telah menguasai Abda’. Lalu disampaikannya keinginannya itu kepada wanita Romawi itu. Wanita itu setuju untuk dinikahi dengan syarat Abda’ mau mengikuti agama wanita itu.

Teman temannya mengingatkan agar tetap menjaga imannya. Mereka berkata kepada Abda : Wahai saudaraku, apa yang dilakukan oleh hafalan Qur’anmu ?. Apa yang dilakukan oleh amalanmu selama ini ?. Apa yang dilakukan puasamu ?. Apa yang dilakukan oleh jihadmu ?. Apa yang dilakukan oleh shalatmu ?. Maka diapun menjawab : Ketahuilah, aku telah dilupakan hafalan al Qur’an seluruhnya kecuali firman Allah :

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong).  maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (Q.S al Hijr 3).

Ternyata akhirnya Abda’ telah mendapat yang dia   inginkan yaitu untuk menikah dengan wanita Romawi itu. Akhirnya Abda’ menukar agamanya, murtad lah dia.  (Bidayah wa Nihayah, dengan diringkas).

Kedua : Berkata Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah : Diriwayatkan bahwasanya dahulu di kota Mesir ada seorang laki laki yang selalu ke mesjid untuk mengumandangkan adzan dan iqamah serta untuk menegakkan shalat. Nampak pada dirinya cerminan ketaatan dan cahaya ibadah. 

Pada suatu hari laki laki tersebut naik di atas menara seperti biasanya untuk mengumandangkan adzan dan di bawah menara tersebut ada sebuah rumah milik seseorang yang beragama Nasrani. Laki laki  tersebut mengamati rumah itu dari atas menara. Lalu dia melihat seorang wanita yaitu anak pemilik rumah itu. Diapun terfitnah (tergoda) dengan wanita tersebut lalu ia tidak jadi adzan dan turun dari menara menuju wanita tersebut dan memasuki rumahnya dan menjumpainya.

Wanita itupun berkata : Ada apa denganmu, apakah yang kau kehendaki ?.  Laki laki  tersebut berkata : Aku menghendaki dirimu. Sang wanita berkata : Kenapa engkau menghendaki diriku ?. Laki laki itu berkata : Engkau telah menawan hatiku dan telah mengambil seluruh isi hatiku. Sang wanita berkata : Aku tidak akan memnuhi permintaanmu untuk melakukan hal yang terlarang.  Laki laki  itu berkata : Aku akan menikahimu. Sang wanita berkata : Engkau beragam Islam adapun aku beragama Nasrani, ayahku tidak mungkin menikahkan aku denganmu.

Laki laki muadzin itu berkata : Saya akan masuk dalam agama Nasrani.  Sang wanita berkata : Jika kamu benar-benar masuk ke dalam agama Nasrani maka aku akan melakukan apa yang kau kehendaki. Maka masuklah laki laki itu ke dalam agama Nasrani agar bisa menikahi sang wanita.

Diapun tinggal bersama sang wanita di rumah tersebut beberapa saat. Tatkala ditengah hari tersebut (hari dimana dia baru pertama kali tinggal bersama sang wanita dirumah tersebut, peny.) dia naik ke atas atap rumah (karena ada suatu keperluan, peny.). Lalu dia terjatuh dan meninggal. Maka dengan demikian dia tidak sempat menikmati wanita  tersebut dan telah meninggalkan agamanya. (Ad Daa’ wad Dawaa’)

Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah Salallahu ‘alai wasallam tentang wanita yang merupakan fitnah umat beliau di akhir zaman. Banyak fakta yang bisa kita saksikan di masyarakat kita dewasa ini.

(1) Meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun betapa banyak kita saksikan lelaki yang cerdas, kuat gagah perkasa, berpangkat dan kaya raya bisa dibuat lemah dan tunduk di bawah kekuasaannya. 

(2) Meskipun para wanita diciptakan dengan keterbatasannya, namun betapa banyak kita saksikan para penguasa jatuh tersungkur dalam jeratannya.

(3) Meskipun wanita dicipta dengan keterbatasan agama, namun betapa banyak kita saksikan ahli ibadah yang dibuat lalai kepada Rabb-Nya. 

Oleh karena itu seorang hamba harus selalu menjaga dirinya dari fitnah wanita yang ternyata memang tidak ringan. Diantaranya caranya adalah dengan banyak berdoa, selalu menundukkan pandangannya dan selalu menjaga iman dan ibadahnya. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua, Wallahu A’lam. (1.398).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar