Sabtu, 15 September 2018

KEWAJIBAN BERSABAR MENERIMA APA YANG ALLAH TAKDIRKAN


KEWAJIBAN BERSABAR MENERIMA
APA YANG ALLAH TAKDIRKAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam menjalani hidup ini seorang hamba selalu butuh kesabaran pada setiap kondisi. Sebab ia selalu berada dalam perintah yang wajib dilaksanakan dan larangan yang wajib ditinggalkan. Berada di atas takdir Allah serta kenikmatan yang wajib dia syukuri. Apabila semua perkara ini tidak bisa lepas dari dirinya maka kesabaran harus senantiasa ada (dalam diri seseorang) sampai matinya. (Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid, Kairo - Mesir).

Lalu apa makna sabar ?. Syaikh Muhammad bin Shalih berkata : Sabar adalah menahan jiwa agar taat kepada Allah. Menahannya dari berbuat maksiat dan menahan jiwa dari rasa tidak ridha terhadap takdir-Nya, sehingga seseorang bisa menahan jiwanya dari menampakkan rasa marah, jemu dan bosan.

Seorang beriman haruslah paham  bahwa Allah Ta’ala mentakdirkan bagi hamba hamba-Nya berbagai  ketetapan. Semuanya membutuhkan kesabaran untuk menjalaninya. Diantaranya adalah :

Pertama : Ketetapan Allah yang sesuai dengan keinginan manusia. Diantaranya adalah berupa keselamatan, harta yang banyak, jabatan dan pangkat serta berbagai kelezatan dunia.  Seorang hamba jangan sampai tertipu dengan keadaan ini  bersabarlah menghadapinya. Jangan lalai dan haruslah senantiasa bersabar memenuhi hak-hak Allah terhadap harta dan dirinya.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: جَلَسَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى اْلمِنْبَرِ وَ جَلَسْنَا حَوْلَهُ فَقَالَ: اِنَّ مِمَّا اَخَافُ عَلَيْكُمْ مَا يَفْتَحُ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتِهَا.

Dari Abu Sa’id al Khudri  ia berkata, Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam duduk di mimbar, dan kami juga duduk di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda : Sesungguhnya diantara apa-apa yang aku khawatirkan atas kalian adalah apa-apa yang telah Allah bukakan terhadap kalian berupa keindahan dunia dan perhiasannya. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim)
Oleh karena itu seorang hamba hendaklah  bersabar dengan ketetapan Allah berupa kenikmatan  yaitu sabar yang  diikuti rasa syukur.

Kedua : Ketetapan Allah  berupa cobaan, musibah atau sesuatu yang tidak dikehendaki. Ini adalah sunatullah yang  akan selalu ada pada kehidupan seorang hamba dan membutuhkan kesabaran untuk menerimanya. 

Sungguh musibah dan cobaan yang menimpa manusia adalah ketetapan Allah yang tidak bisa ditolak. Bersabar dan terimalah ketetapan ini dengan hati lapang  agar derita musibah tidak terasa bertambah berat.

Allah Ta’ala dalam banyak ayat al Qur’an telah mengingatkan kita tentang ujian dan cobaan yang pasti akan menimpa setiap manusia.

Allah Ta’ala berfirman : 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menciptakan mati dan hidup untuk  menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa, Maha Pengampun. (Q.S al Mulk 2).
Allah Ta’ala berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan : Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji. (Q.S al Ankabut 2)

Oleh karena itu teruslah menjaga kesabaran terhadap apa apa  yang telah Allah takdirkan bagi kita. Ketahuilah bahwa  semua ketetapan Allah bagi diri kita itulah sesuatu yang terbaik dan telah Allah pilihkan buat kita.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.385)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar