Rabu, 26 September 2018

MENGGANGGU TETANGGA DOSANYA BESAR DAN BERLIPAT GANDA


MENGGANGGU TETANGGA DOSANYA BESAR
DAN BERLIPAT GANDA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Manusia butuh tetangga

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berkelompok karena saling membutuhkan dan saling memberi manfaat dalam banyak perkara.  Untuk mendapatkan manfaat yang besar dari tetangga adalah menjaga dan memelihara hubungan baik dengan mereka yaitu dengan cara : (1) Selalu berbuat baik kepadanya (2) Tidak menyakiti atau menzhaliminya. (3) Jika  dizhalimi tetangga bersabarlah sehingga hubungan tetap terpelihara.

Siapa yang dimaksud dengan tetangga.

Bayangan kita umumnya, tetangga adalah orang orang yang bertempat tinggal  di sebelah rumah kita, ya ini tidak salah. Baik di sebelah kiri atau kanan, di depan atau di belakang. Ketahuilah bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai siapa yang dimaksud tetangga.

Ada pula yang mengatakan : (1) Tetangga adalah orang yang shalat shubuh bersamamu dimasjid. (2) Tetangga adalah 40 rumah dari setiap sisi. (3) Tetangga adalah 40 rumah disekitarmu. (4) Tetangga adalah 10 rumah dari setiap sisi, dan ada pendapat lainnya (Fathul Bari).

Namun demikian pendapat pendapat itu, kata sebagian ulama adalah berdasarkan riwayat riwayat yang kurang kuat. Syaikh al Albani berkata : Semua riwayat (yang dikatakan) dari Nabi yang berbicara tentang batasan tetangga adalah lemah. Tidak ada yang shahih. Oleh karena itu maka pembatasan yang benar adalah sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang berlaku. (Lihat Silsilah Hadits Dha’if).

Jadi menurut beliau : Jika dalam adat atau kebiasaan masyarakat, jarak tertentu masih dianggap tetangga di masyarakat itu, maka itulah tetangga. 

Bahaya mengganggu tetangga.

Syariat Islam yang sempurna ini telah mengajarkan kita untuk berbuat baik dan menghormati tetangga. Allah Ta’ala berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ

Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (Q.S an Nisaa’ 36).

Oleh karena itu jika seseorang berbuat buruk atau mengganggu tetangganya maka akan membahayakan dirinya KARENA MENGINGKARI PERINTAH ALLAH DAN RASUL-NYA.

Ketahuilah bahwa mengganggu tetangga bukanlah  sekedar memiliki akhlak buruk tetapi BERKAITAN DENGAN (KESEMPURNAAN) IMAN. Perhatikanlah dua hadits berikut  :

Pertama : Hadits dari Abu Syuraih. 

عَنْ أبي شُرَيْحٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ أنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قالَ : ” وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . قِيلَ : مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قالَ : الَّذِي لا يَأمَنُ
جَارُهُ بَوَائِقُهُ

Dari Abu Syuraih  bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam  bersabda : Demi Allah, SESEORANG TIDAK BERIMAN, demi Allah, seseorang tidak beriman ; demi Allah, seseorang tidak beriman. Ada yang bertanya, Siapa itu, Ya Rasulallah ?. Jawab Nabi : Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya. (H.R Imam Bukhari)

Kedua : Hadits dari Abu Hurairah.

عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فلا يؤذ جاره ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فليكرم ضيفه ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت رواه البخاري ومسلم ، وابن ماجه

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : BARANG SIAPA YANG BERIMAN kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam. (H.R Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah)

Besar dosanya dan dilipat gandakan sampai sepuluh kali.

Sungguh Rasulullah telah mengingatkan bahwa mengganggu tetangga itu dosanya besar bahkan berlipat ganda. Rasulullah bersabda : 

لاَ قَلِيْلَ مِنْ أَذَى الْجَارِ

Tidak ada istilah sedikit atau kecil dalam hal menyakiti tetangga (H.R ath Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah)

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ مَا تَقُولُونَ فِي الزِّنَا قَالُوا حَرَّمَهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَهُوَ حَرَامٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ لَأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرَةِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ قَالَ فَقَالَ مَا تَقُولُونَ فِي السَّرِقَةِ قَالُوا حَرَّمَهَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَهِيَ حَرَامٌ قَالَ لَأَنْ يَسْرِقَ الرَّجُلُ مِنْ عَشْرَةِ أَبْيَاتٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ جَارِهِ

Rasulullah  bersabda kepada para sahabatnya : Apa pendapat kalian tentang zina, mereka menjawab Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka dia haram sampai hari Kiamat.
Bersabda Rasulullah kepada para sahabatnya : Sungguh seorang menzinahi sepuluh wanita lebih baik dari menzinahi istri tetangga. Lalu beliau bertanya lagi: apa pendapat kalian tentang pencurian ?. Mereka menjawab : Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka dia haram. Beliau bersabda : Sungguh mencuri sepuluh rumah lebih ringan dari mencuri di satu rumah tetangganya.(H.R ath Thabrani, Syaikh al Albani mengatakan bahwa sanadnya bagus).

Selanjutya, dalam satu sabda beliau, Rasulullah mengingatkan kita salah satu penyebab seseorang masuk neraka adalah mengganggu tetangga.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ كَثْرَةِ صَلَاتِهَا وَصِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا غَيْرَ أَنَّهَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ قِلَّةِ صِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا وَصَلَاتِهَا وَإِنَّهَا تَصَدَّقُ بِالْأَثْوَارِ مِنَ الْأَقِطِ وَلَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي الْجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah beliau berkata, seseorang telah bertanya kepada Rasulullah: Fulanah diceritakan memiliki shalat, puasa dan shadaqah yang banyak, tetapi dia mengganggu tetangganya dengan lisannya. Beliau menjawab : Dia di neraka. Lalu bertanya lagi : Wahai Rasulullh si Fulanah diceritakan memiliki puasa dan shadaqah serta shalat sedikit. Dia bershadaqah sedikit dari tepung gandum dan tidak mengganggu tetangganya dengan lisannya. Beliau menjawab : Dia di surga.(H.R Imam Ahmad).

Oleh karena mari kita jaga akhlak dan adab kita terhadap tetangga sehingga bisa saling mendapat  manfaat bersama tetangga yaitu keselamatan di dunia dan di akhirat kelak.
Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.396)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar