Senin, 03 September 2018

ANCAMAN ALLAH BAGI PEMIMPIN YANG TIDAK ADIL


ALLAH MENGANCAM  PEMIMPIN YANG TIDAK
BERLAKU ADIL

Oleh : Azwir B. Chaniago

Semua orang, hakikatnya adalah pemimpin. Paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri agar di jalan yang lurus sehingga bisa selamat di dunia dan di akhirat.

Selanjutnya, kita mengetahui bahwa sebagian orang diberi amanah oleh Allah Ta’ala menjadi pemegang kekuasaan yaitu untuk memimpin orang lain  dalam jumlah banyak bahkan bisa jadi sangatlah banyak. Misalnya pemimpin dalam pemerintahan dengan wilayah kekuasaan yang luas.

Ketahuilah bahwa kekuasaan itu adalah benar benar milik Allah dan diberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan dicabut ketika sudah tidak dikehendaki-Nya. Sungguh Allah Ta'ala berfirman : 

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah (Muhammad) : Wahai Rabb pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkau-lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.    (Q.S Ali Imran 26)

Sungguh Allah Ta’ala memerintahkan orang orang beriman untuk selalu berlaku adil yaitu sebagaimana firman-Nya, diantaranya adalah :

Pertama : Allah Ta’ala berfirman : 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S an Nahal 90).

Kedua : Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
 
Wahai orang orang yang beriman !. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang tedakwa) kaya ataupun miskin maka Allah lebih tahu kemashlahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. 
 
Dan jika kamu memutar balikkan (kata kata) atau enggan menjadi saksi maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. (Q.S an Nisa’ 135)

Syaikh as Sa’di berkata : Allah memerintahkan hamba hambanya yang beriman agar mereka menjadi “penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah”. Al Qawwam (penegak keadilan) adalah sebuah kata yang menunjukkan makna lebih (sighah mubalaghah) artinya JADILAH KALIAN PENEGAK KEADILAN DALAM SEGALA KONDISI terhadap hak hak Allah dan hak hamba hamba-Nya. (1) Adil terhadap hak hak Allah ADALAH TIDAK MEMAKAI NIKMAT NIKMAT ALLAH UNTUK BERMAKSIAT KEPADA-NYA. (2) Adil terhadap hak hak manusia adalah menunaikan segala hak yang menjadi tanggung jawabmu sebagaimana engkau meminta hak hak dirimu. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Perintah berlaku adil ini tentu paling utama  untuk dipenuhi dan diamalkan oleh orang orang yang diberi kekuasaan memimpin orang banyak. Ketika pemimpin berlaku tidak adil maka mudharat bukan hanya mendatangi diri pemimpin itu saja TAPI MEMBAHAYAKAN DAN MERUGIKAN BAHKAN MERUSAK KEHIDUPAN ORANG BANYAK YANG DIPIMPINNYA.

Oleh karena itu Allah Ta’ala melalui Rasul-Nya MEMBERI ANCAMAN YANG BERAT kepada para pemimpin yang zhalim atau tidak adil, suka berbohong dan tidak amanah dalam memperlakukan orang orang yang dipimpinnya. Beberapa diantara ancaman itu adalah :

Pertama :  Menjadi manusia yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala.

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim. (HR. Tirmidzi)

Sungguh Allah adalah satu satunya tempat semua makhluk menggantungkan diri mereka. Kita butuh kasih sayang Allah. Ketika Allah menjadikan kita makhluk yang paling dibenci lalu kemana lagi kita akan bersandar dan minta pertolongan.

Kedua : Allah tak sudi memandang mereka dan tidak mengampuninya. 

Satu riwayat dari Abu Hurairah radiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berbohong dan fakir miskin yang takabur.  (H.R Imam Muslim)

Ketiga : Dimasukkan ke neraka serta diharamkan baginya  surga.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 
أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka. (H.R Imam Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنِ اسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ. متفق عليه. وفي لفظ : يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاسِ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.

Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim)

Dalam lafadz yang lain disebutkan : Lalu ia mati dimana ketika matinya itu dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah haramkan surga baginya.
Tentunya masih banyak riwayat lain yang menyebutkan tentang ancaman Allah Ta’ala terhadap para pemimpin yang tidak berlaku adil dan menzalimi orang orang yang dipimpinnya. Bentuk ancamannya pun tidak ada yang ringan, hampir seluruhnya mengingatkan akan besarnya dosa seorang pemimpin ketika dia berbuat zalim kepada rakyatnya. Apalagi ketika ia mau berbohong  di hadapan rakyat demi  mempertahankan jabatannya.

Oleh karena itu, ketika sekumpulan orang diberi kesempatan memilih pemimpinnya maka hendaklah  mereka berusaha : (1) Memilih yang terbaik dari yang baik, atau jika semua buruk maka pilihlah  yang  keburukannya lebih sedikit. (2) Berdoa kepada Allah agar diberi pemimpin yang baik. (3) Terus menerus bertakwa kepada Allah sehingga Allah beri pula pemimpin yang bertakwa.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.379)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar