Jumat, 21 September 2018

JIKA MEMBACA AL QUR AN DIDATANGI RASA MALAS


JIKA MEMBACA AL QUR AN DIDATANGI RASA MALAS

Oleh : Azwir B. Chaniago

Orang orang beriman sudah terbiasa dan senantiasa atau  terus menerus membaca dan mempelajari al Qur an. Ada yang mengkhatamkan al Qur an secara rutin satu kali sebulan atau satu kali dalam tiga bulan dan yang lainnya. 

Cuma terkadang ada saatnya orang beriman didatangi perasaan malas atau kurang semangat dalam ibadah ini. Mungkin dipengaruhi hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan atau pun godaan syaithan yang ingin menggelincirkan dan menjauhkannya dari perbuatan baik.

Ketika rasa malas ini datang maka hendaklah dia memohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk istiqamah dalam membaca dan mempelajari al Qur an. Selain itu sangat penting pula baginya memperhatikan dua perkara berikut ini :

Pertama : Perbuatan maksiat menghalangi kebaikan.

Perasaan malas membaca dan mempelajari al Qur an hakikatnya ADALAH MUSIBAH bahkan bisa disebut musibah besar. Musibah yang jauh lebih besar dari sekedar kehilangan harta. Ketahuilah bahwa diantara penyebab datangnya musibah adalah dosa.

Sungguh Allah Ta’ala  berfirman : 

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kesalahanmu). Q.S asy Syuura 30.
Para ulama menjelaskan bahwa makna dari kasabat aidiikum, perbuatan tanganmu sendiri dalam ayat ini adalah dosa dosa kamu (yakni perbuatan maksiat yang dilakukan, pen.)

Imam Ibnul Qayim menyebutkan   lebih dari 50 akibat buruk yang akan menimpa manusia jika melakukan maksiat. Dua  diantaranya adalah :

(1) Maksiat menyebabkan  kehampaan hati dari mengingat Allah Ta’ala. 

(2) Andaikan perbuatan dosa tidak ada hukumannya kecuali MENGHALANGI KETAATAN  yang seharusnya menempati posisi dosa tersebut, serta memotong jalan menuju ketaatan lainnya, ketiga keempat dan seterusnya maka hal ini sudah cukup. Banyak sekali ketaatan terputus karena dosa. Pada hal satu ketaatan lebih baik daripada dunia beserta isinya. (Kitab ad Daa’ wad Dawa’)

Kedua : Jangan melupakan  keutamaan membaca al Qur an.

Jika seseorang sangat paham dan tak lupa dengan keutamaan membaca al Qur an maka tentu dia bisa dengan mudah melawan kemalasannya ketika membaca al Qur an. Sungguh sangatlah banyak keutamaan dan kebaikannya. Mari kita lihat kembali sebagian dari keutamaan membaca al Qur an, diantaranya adalah :

(1) Bacaannya mendatangkan syafa’at.

Bacaan al Qur an seorang hamba akan memberikan syafaat atau pertolongan kepadanya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam  :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ.

Bacalah al-Qur’an karena ia akan memberikan syafaat kepada para sahabatnya. (H.R Imam Muslim). 

(2) Pahala dari setiap huruf

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ




Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf. (H.R Imam at Tirmidzi).
 
Syaikh Abdul Karim al Khudair, salah satu anggota ulama besar Kerajaan Saudi Arabia berkata : Ketika dirimu dihinggapi rasa malas untuk membaca Al Qur'an,  maka ingatlah bahwa :   Membaca satu lembar mushaf,  pahalanya 5.000 kebaikan. Membaca satu juz, pahalanya 100.000 kebaikan dan sekali khatam semua,  pahalanya adalah 3 juta kebaikan. (Perkataan Syaikh yang diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ubaidah as Sidawi).

Semoga Allah Ta’ala memberi kekuatan dan petunjuk agar kita dijauhkan dari kemalasan membaca, mempelajari serta mengamalkannya agar mendapat kebaikan yang banyak.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.389)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar