Minggu, 02 September 2018

KHADIJAH BINTI KHUWAILID DAN AISYAH BINTI ABU BAKAR


KHADIJAH BINTI KHUWAILID DAN AISYAH BINTI ABU BAKAR

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dua nama yang disebut dalam judul tulisan ini adalah nama yang betul betul sangat dikenal oleh orang orang beriman. Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq adalah dua diantara istri Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, Ummul Mukminin, ibundanya orang orang beriman. 

Ketahuilah bahwa semua istri Nabi adalah wanita wanita istimewa dan memiliki keutamaannya masing masing, karena semua istri Nabi adalah wanita terbaik yang dipilih Allah Ta’ala untuk mendampingi Rasul-Nya dalam menyebarkan dan membela agama Islam yang mulia ini.

Ketika berbicara tentang keutamaan para istri Nabi, sebagian ulama menyebutkan dua orang yang memiliki keutamaan tersendiri yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah binti Abu Bakar.

Namun demikian para ulama berbeda pendapat tentang siapa diantara keduanya yang lebih utama. Diantara ulama ada yang menyebut Khadijah lebih utama, ada pula yang menyebut Aisyah lebih utama dan ada pula ulama yang memilih diam, tidak memberikan pendapatnya.

Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah (w. 751 H) mengatakan, saya pernah bertanya kepada  guru kami Ibnu Taimiyah, beliau menjawab : Masing masing dari mereka berdua memiliki keistimewaan. 

Pertama : Khadijah memiliki pengaruh kuat diawal awal Islam. 

Beliaulah yang menghibur, menguatkan dan menenangkan Rasulullah pada saat wahyu pertma turun. Beliau menginfakkan hartanya dalam rangka membantu dakwah Rasulullah sehingga beliau menduduki kedudukan tinggi dalam Islam. Beliau bersabar menanggung derita demi membela agama Allah dan Rasul-Nya. Pertolongan beliau untuk Rasulullah datang pada waktu yang sangat dibutuhkan. Bantuan dan pertolongan yang beliau berikan tidak dimiliki oleh selainnya.


Kedua : Aisyah, pengaruh beliau ada pada saat akhir yaitu setelah Islam semakin kokoh. 

Diantara keutamaannya at tafaqquh fiddin (memahami ilmu agama), menyampaikan ilmu tersebut kepada umat ini. (Aisyah peringkat ke tiga dalam meriwayatkan hadits yakni 2.210 hadits, pen.)  Orang orang mukmin (saat itu) banyak mendapatkan manfaat dari ilmu yang telah beliau sampaikan dan ini tidak dimiliki oleh selainnya.
(Imam Ibnul Qayyim berkata) : Inilah ucapan beliau (Ibnu Taimiyah) yang saya nukilkan secara makna. (Jalaa’ul Afhaam).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Sebagian ahlul ilmi memberikan perincian, masing-masing memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki satu sama lain.
Pada awal-awal risalah kenabian, Khadijah tanpa diragukan lagi memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki Aisyah dan bahkan tidak mungkin baginya untuk menyamainya. Setelah itu, yakni setelah wafat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah berjuang menyebarkan ilmu dan sunnah serta mengantarkan umat ini kepada petunjuk yang benar, hal ini belum didapati oleh Khadijah. 

Oleh karena itu tidak benar jika kita mengutamakan salah satu dari mereka dari yang lain secara mutlak, akan tetapi kita katakan yang satu memiliki kelebihan dalam satu hal dan yang lain memiliki kelebihan dalam satu hal yang lain pula.

Dengan begitu kita telah berlaku adil, sehingga tidak menyia-nyiakan kelebihan masing-masing dari keduanya. Dan demikian perincian akan membuahkan hasil yang memuaskan. Keduanya dan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya bersama beliau di dalam jannah. (100 Pelajaran Dari Kitab Aqidah Wasithiyah) 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.377).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar