Sabtu, 08 September 2018

JANGAN LALAI BELAJAR DAN BERIBADAH TERSEBAB HARTA DAN ANAK


JANGAN LALAI BELAJAR DAN BERIBADAH
TERSEBAB HARTA DAN ANAK

Oleh : Azwir B. Chaniago.

Kewajiban paling utama seorag beriman di dunia ini adalah : 

(1) Belajar ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Rasulullah bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Belajar ilmu adalah  wajib bagi setiap muslim. (H.R  Imam Ahmad dan Ibnu Majah). 

(2) Selanjutnya adalah beribadah kepada Allah Ta’ala berdasarkan ilmu. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzaariat 56).

Kemudian datangkanlah pertanyaan kepada diri kita masing masing : Adakah kita sudah betul betul MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BELAJAR DAN BERIBADAH. Kalau belum berarti kita BELUM PAHAM APA YANG PALING UTAMA bagi diri kita. KITA BELUM  PAHAM APA YANG MENYELAMATKAN MANUSIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT KELAK.

Mungkin juga sudah paham tentang apa yang paling utama dan bisa menyelamatkan diri kita    di dunia dan di akhirat. Tapi  kenyataannya sebagian manusia hanya sedikit sekali berusaha atau mungkin tidak berusaha sama sekali ke arah itu.

Kalau kita lihat kenyataan kebanyakan manusia MENGHABISKAN WAKTU UNTUK MENCARI HARTA terutama pada hari hari keja. Lalu pada hari LIBUR MENGHABISKAN WAKTU BERSENANG SENANG, MENCARI HIBURAN BERSAMA KELUARGA.

Ini tidak sepenuhnya salah karena Allah Ta’ala menyuruh manusia mencari rizki untuk menafkahi diri serta keluarga dan juga ada kewajiban memberikan hak kepada anak dan istri yaitu memberi waktu untuk bersama mereka. Memberikan kegembiraan kepada mereka.

Sangat penting untuk diingat bahwa seorang beriman mempunyai kewajiban untuk BELAJAR ILMU DAN BERIBADAH kepada Allah Ta’ala. Ketahuilah bahwa harta dan anak seringkali melalaikan seorang hamba dalam mengingat Allah, termasuk dalam hal ini belajar ilmu dan beribadah. Oleh karena itu berusahalah mengatur waktu agar kewajiban  utama tetap menjadi paling utama untuk ditunaikan.

Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya : 

(1) Surat al Fath ayat 11.

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ

Orang orang Badui yang tertinggal (tidak ikut ke Hudaibiyah) berkata kepadamu : Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampun untuk kami. 

(2) Surat al Munafiqun 9. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Wahai orang orang yang beriman !. Janganlah harta bendamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah orang orang yang rugi.

Syaikh as Sa’di berkata : Allah Ta’ala memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman agar banyak banyak mengingat-Nya. Didalam berdzikir itu terdapat keberuntungan, laba dan kebaikan yang banyak. Allah melarang hamba hamba-Nya yang beriman agar tidak dipersibuk oleh harta dan anak sehingga lalai untuk berdzikir kepada Allah.

Selanjutnya beliau berkata : Kebanyakan jiwa manusia itu terbentuk untuk mencintai harta dan anak sehingga lebih dikedepankan daripada mengingat Allah dan itu akan menimbulkan kerugian yang besar. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)  

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.381)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar