Sabtu, 31 Juli 2021

HAMBA ALLAH MERASA BAHAGIA KETIKA BISA BERPUASA SUNNAH

 

HAMBA ALLAH MERASA BAHAGIA KETIKA BISA BERPUASA SUNNAH

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Berpuasa, khususnya puasa sunnah terasa agak berat untuk dilakukan bagi sebagian orang karena harus menahan untuk tidak makan dan minum serta hal hal yang membatalkannya selama kurang lebih 14 jam.

Tetapi ketahuilah bahwa bagi hamba hamba Allah yang sudah terbiasa mengamalkannya serta betul betul ingin mendekatkan diri kepada Allah dan dilakukan dengan ikhlas, tidaklah terasa berat. Ketika datang hari untuk berpuasa sunnah seperti Senin-Kamis, ayyamul bidh dan yang lainnya maka orang orang yang  terbiasa melakukan puasa sunnah ini merasa didatangi rasa bahagia.

Iya, benar, karena ketika berpuasa yang dipikirkan bukan masalah lapar dan haus tetapi KEUTAMAAN DAN KEBAIKAN serta  pahala dan ridha Allah Ta’ala yang akan diperolehnya karena amalan puasanya. Diantara keutamaan yang akan  diperoleh hamba hamba Allah yang berpuasa sunnah adalah :

Pertama : Mendapat kecintaan Allah Ta’ala.

Sungguh amalan sunnah termasuk puasa sunnah yang diamalkan hamba hamba Allah akan mendatangkan kecintaan-Nya. Ini tentu membahagiakan bagi yang biasa mengamalkan puasa sunnah. 

Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi : “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripada kewajiban yang Aku bebankan kepadanya.  Dan senantiasa  (terus menerus, istiqamah) hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan amalan sunnah hingga Aku mencintainya” (H.R  Imam Bukhari).

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan sepuluh sebab yang mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba hamba-Nya. Salah satunya adalah : Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan IBADAH SUNNAH. (Madarijus Saalikin).

Kedua : Mendapat berkah dari sahur dan dua kebahagian ketika berbuka.

Ketahuilah bahwa    Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan kepada kita umat beliau bahwa DALAM SAHUR ADA BERKAH. Beliau bersabda :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Makan sahurlah, karena di dalam (makanan) sahur itu terdapat keberkahan. (Muttafaq ‘alaih).

Selain itu, diriwayatkan pula dari  Abu Sa’id al Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ

Makan sahur adalah berkah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air. (H.R Imam Ahmad, hadits Hasan).

Selain itu ketahuilah bahwa diantara keutamaan puasa yang dilakukan seorang hamba adalah mendatangkan dua kebahagiaan pada saat berbuka. Hal ini sebagaimana disebut dalam satu hadits qudsi. Allah Ta’ala berfirman : 

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya. (Mutafaq ‘alaihi). 

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjelaskan : (Ada dua ) Kebahagiaan ketika berbuka maksudnya adalah karena :

(1) Ia merasa senang atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya, yaitu bisa melaksanakan puasa yang merupakan salah satu bentuk amal shalih yang paling utama. (Lihatlah) betapa banyak manusia yang tidak memperoleh nikmat tersebut sehingga mereka tidak berpuasa. Ia juga merasa senang atas makanan, minuman dan hubungan badan yang kembali dihalalkan Allah baginya, setelah sebelumnya diharamkan pada saat berpuasa. 

(2) Adapun kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya adalah ia senang dengan ibadah puasanya ketika ia mendapat balasannya di sisi Allah secara utuh pada saat ia jauh membutuhkannya, ketika dikatakan kepada mereka : Di mana orang-orang yang berpuasa ?. Lalu mereka pun dipersilahkan masuk ke pintu surga dari pintu ar-Rayyan yang tidak akan dimasuki oleh seorang pun selain mereka. (Kitab Majaalisu Syahri Ramadhaan)

Ketiga : Mendapat perlindungan dan dijauhkan dari api neraka.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda :

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ


Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman : PUASA ADALAH PERISAI, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya. (H.R. Imam Ahmad).

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan : Maksudnya, puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka, ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, dan puasa ‘Asyura. (Lihat al Minhatu ar Rabaniyyah fii Syarhi al Arba’in an Nawawiyyah).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam juga menjelaskan bahwa puasa akan menjauhkan seorang hamba dari neraka, sebagaimana sabda beliau :

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

Tidaklah seorang hamba yang berpuasa (satu hari)  di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Itulah sebagian keutamaan ibadah puasa yang membuat hamba hamba yang mengamalkannya merasa berbahagia. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.387).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar