Selasa, 27 Juli 2021

BERSUNGGUH SUNGGUHLAH MENJAGA NILAI IBADAH PUASA

 

BERSUNGGUH SUNGGUHLAH MENJAGA NILAI IBADAH PUASA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala telah menetapkan kewajiban berpuasa bagi orang orang beriman sebulan penuh di bulan Ramadhan, sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman.  Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S al Baqarah 183).

Selain itu juga disyariatkan puasa sunnah, tidak wajib, yang jumlah hari dan macamnya ada beberapa. Kita mengetahui bahwa sangatlah banyak saudara saudara kita yang senantiasa mengamalkan puasa sunnah terutama puasa Senin-Kamis, ayyamul bidh, dan juga yang lainnya.

Sungguh berpuasa adalah amalan yang banyak keutamaannya bahkan tak ada bandingannya sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :

عَنْ أَبِي اُمَامَةَ أنَّهُ سَأَلَ رَسُو الله سَلَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم أيُّ العَمَلِ اَفْضَلُ قال عَلَيْكَ بِا لصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا عِدْلَ لَهُ

 

Dari Abu Umamah, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, apakah  amal yang paling utama. Beliau menjawab : Hendaklah engkau selalu berpuasa, SESUNGGUHNYA PUASA ITU TAK ADA BANDINGANNYA. (H.R an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketika berpuasa kita sangat berharap dapat kebaikan yang banyak dari puasa yang kita amalkan. Oleh karena itu orang orang beriman perlu bersungguh sungguh menjaga nilai amalan puasa. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi telah mengingatkan bahwa ada banyak orang yang puasanya hanya sekedar mendatangkan lapar dan haus saja sebagaimana sabda beliau : 

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

 Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga. (H.R ath Thabrani, Syaikh al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib no. 1084).

Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingatkan kita dalam meningkatkan nilai puasa kita, sebagaimana sabda beliau :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالجَهْلَ، فلَيْسَ الِلهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ

Barangsiapa  tidak meninggalkan PERKATAAN DUSTA, PERBUATAN DUSTA, PERBUATAN BODOH maka Allah tidak akan membutuhkannya yang meninggalkan makanannya dan minuman. (H.R Imam Bukhari dan Ibnu Majah).

Salah seorang   putra Ali bin Abi Thalib yaitu Ibnul Hanafiah memberi nasehat kepada orang orang berpuasa : “Hendaklah PENDENGARANMU, PANDANGANMU, LIDAHMU DAN BADANMU JUGA PERPUASA (dari hal hal yang dilarang). Janganlah engkau jadikan hari yang engkau tidak berpuasa seperti hari yang engkau berpuasa. Dan janganlah engkau menyakiti pembantu”. (Fadhail Ramadan, Ibnu Abid Dunya).

Hamba hamba Allah tetap berpuasa wajib di bulan Ramadhan dan menambahnya pula dengan puasa puasa sunnah yang disyariatkan dengan bersungguh sungguh menjaga nilainya sehingga betul betul bernilai di sisi Allah.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.378)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar