Senin, 26 Juli 2021

EMPAT DIANTARA KEUTAMAAN BERAKHLAK BAIK KEPADA MANUSIA

 

EMPAT DIANTARA KEUTAMAAN BERAKHLAK BAIK KEPADA MANUSIA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Syariat Islam  SANGAT MENGANJURKAN umatnya untuk senantiasa berakhlak baik kepada manusia. Sungguh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam   memiliki akhlak yang sangat mulia sebagaimana dipuji Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Sesungguhnya engkau  (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Q.S al Qalam 4).

Apa yang dimaksud dengan akhlak yang baik ?. Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah menjelaskan bahwa akhlak yang baik itu mencakup tiga hal : (1) Berbuat baik kepada orang lain. (2) Menghindari sesuatu yang menyakiti atau yang tidak disukai orang lain. (3) Menahan diri jika disakiti atau diperlakukan tidak baik oleh orang  lain. (Kitab Madaarijus Saalikin).

Sungguh sangatlah beruntung hamba hamba Allah yang memiliki akhlak yang baik karena akan mendapat banyak keutamaan. Empat diantaranya adalah :

 Pertama : Mendapat kecintaan Allah Ta’ala.

 Seorang hamba akan selalu bertaqarrub atau berusaha mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala yakni untuk mendapatkan kecintaan Allah bagi dirinya. Diantara cara untuk mendapat kecintaan Allah adalah sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yaitu dengan mengamalkan akhlak yang baik.

Dari Usamah bin Syarik, dia berkata : Suatu ketika kami sedang duduk duduk di sisi Nabi, seolah olah di atas kepala kami ada seekor burung hingga tak seorangpun berani berbicara. Tiba tiba datang sekelompok orang bertanya kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam : Siapakah hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya ?. Nabi menjawab : “Orang yang paling baik akhlaknya”. (H.R ath Thabrani).

Kedua : Mendapat kecintaan dan tempat duduk yang dekat dengan Rasulullah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari Kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian. (H.R at  Tirmidzi, dinilai hasan oleh Syaikh al Albani)

Ketiga : Memberatkan timbangan di Yaumil Akhir.

Sungguh di Yaumil Akhir kelak, semua amal manusia akan ditimbang. Diantara perbuatan yang akan memberatkan timbangan adalah akhlak yang mulia. Dari Abu Darda’ bahwasanya Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

مَا مِنْ شَئٍ اَثْقَلَ فِىْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَاِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيَ

Tidak ada yang lebih berat timbangan orang yang beriman pada Hari Kiamat dibandingkan akhlak mulia. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berlaku buruk dalam berbicara. (H.R at Tirmidzi, Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Keempat : Memperoleh derajat yang tinggi.

Sungguh kedudukan manusia di akhirat kelak adalah bertingkat tingkat. Seseorang yang memiliki akhlak mulia akan mendapat derajat atau tingkat yang tinggi. Bahkan dengan akhlak mulia, seseorang bisa menyamai kedudukan (derajat) orang yang rajin berpuasa dan rajin shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang mulia. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhiib).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.375).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar