Kamis, 08 Juli 2021

BERIMAN KEPADA ALLAH ADALAH RUKUN NOMOR SATU

 

BERIMAN KEPADA ALLAH ADALAH RUKUN NOMOR SATU

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam Kitab Arba’in an Nawawiyah, pada hadits kedua disebutkan tentang pertanyaan Jibril kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  diantaranya tentang Iman yaitu :  Fa akhbirnii ‘anil iimaan. Kabarkanlah kepada ku tentang iman.  Nabi menjawab : (1) Engkau beriman kepada Allah. (2) Malaikat malaikat-Nya (3) Kitab kitab-Nya. (4) Rasul rasul-Nya. (5) Hari Akhir. (6) Dan beriman kepada takdir baik dan buruk-Nya.

Inilah dalil yang shahih tentang rukun iman yang enam dalam Islam. Menurut bahasa iman bermakna pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah: membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Lebih lengkapnya tentang pengertian iman adalah :

(1) "Membenarkan dengan hati" maksudnya menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.

 (2) "Mengikrarkan dengan lisan" maksudnya, mengucapkan dua kalimat syahadat : "Laa ilaha illallahu wa anna Muhammadan Rasulullah" (Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

 (3) "Mengamalkan dengan anggota badan" maksudnya, hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedang anggota badan mengamalkannya dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya. Kaum salaf menjadikan amal termasuk dalam pengertian iman. Dengan demikian iman itu bisa bertambah karena ketaatan  dan berkurang karena kemaksiatan.

Kata iman  berarti ikrar atau pengakuan yang mengharuskan adanya sikap MENERIMA ATAU TUNDUK YANG SESUAI DENGAN SYARIAT. Adapun perkataan sebagian orang bahwa iman itu secara bahasa artinya hanya PEMBENARAN SAJA adalah keliru.

Sungguh, BERIMAN KEPADA ALLAH TA’ALA ADALAH RUKUN IMAN NOMOR SATU. Ketahuilah bahwa iman kepada Allah Ta’ala ada pada empat keadaan :

Pertama :  Beriman dengan wujud atau keberadaan Allah.

Allah itu BENAR BENAR ADA. Siapa yang mengingkarinya maka dia BUKAN ORANG BERIMAN. Tetapi tak mungkin ada orang yang mengingkari wujud Allah dalam dirinya. Fir’aun manusia paling ingkar pun mengakui adanya Rabb. Dia bertanya kepada Musa : Siapa Rabb seluruh alam itu ?. Fir’aun mengingkari karena kezhaliman dan kesombongan, sebagaimana disebutkan dalam  firman Allah :

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمًا وَعُلُوًّا ۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

 

Mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. (Q.S an Naml 14).

 

Kedua : Beriman dengan ke-Esaan Allah dalam Rububiyah-Nya.

 

Maksudnya adalah MEYAKINI BAHWA DIA-LAH SATU SATUNYA, YANG ESA DALAM RUBUBIYAHNYA. Yaitu sebagai satu satunya pencipta, pemilik dan pengatur dalam semua hal yang bersifat perbuatan Allah yang khusus bagi-Nya.

 

Dengan demikian, ketika ditanyakan : Siapa yang menciptakan langit dan bumi ?. Jawabnya : Allah Ta’ala. Siapa yang menciptakan manusia ?. Jawabnya : Allah Ta’ala. Siapa yang menguasai pengaturan alam semesta ini ?. Jawabnya : Allah Ta’ala.

 

Ketiga : Beriman terhadap ke-Esaan Allah dalam Uluhiyah-Nya.

 

Maksudnya adalah : Bahwa Allah Ta’ala sajalah, yang tidak ada ilah berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

 

Syaikh Utsaimin mengingatkan : Barangsiapa yang menyangka bahwa selain Allah ADA ILAH LAIN YANG BOLEH DISEMBAH MAKA DIA BUKAN ORANG BERIMAN KEPADA ALLAH TA’ALA.

Ingatlah bahwa engkau wajib beriman terhadap ke-ESAAN ULUHIYAH-NYA. Jika tidak maka engkau tidak beriman kepada-Nya.

 

Keempat : Beriman terhadap Asma’ (Nama Nama) Allah dan sifat sifat-Nya.

Bahwa Allah Ta’ala memiliki Asmaa'a atau Nama Nama dan Sifat Sifat-Nya antara lain dijelaskan   dalam firman-Nya :

 

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Dan Allah memiliki Asmaa-ul Husnaa (nama nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husnaa itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyalah artikan nama nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S al A’raf 180).

Dan juga dalam firman Allah Ta’ala  :

 

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

 

(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama terbaik.  (Q.S Thaha 8)

 

Lihat Syarah Arba’in an Nawawiyah, Syaikh Utsaimin.

Berkenaan dengan rincian atau pembagian rukun iman yang empat sebagaimana tersebut diatas, Syaikh Utsaimin berkata : Untuk orang awam tidak perlu disampaikan pembagian tersebut.

Cukup sampaikan kepada mereka : ALLAH ADALAH RABB SEMESTA ALAM. TIDAK ADA SESEBAHAN YANG BERHAK DISEMBAH KECUALI ALLAH. Atau materi semisal itu yang sifatnya global.

Karena sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud dalam riwayat Imam Muslim : “Janganlah engkau berbicara dengan suatu kaum dengan suatu perkataan yang tidak bisa digapai oleh akal mereka, kecuali akan menjadi fitnah (kesesatan) bagi sebagian mereka”. Syarah Aqidah Ahlissunnah wal Jama'ah.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.348)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar