Jumat, 23 Juli 2021

ALLAH TAK SUDI MELIHAT WAJAH PENGUASA SUKA BOHONG

 

ALLAH TAK SUDI MELIHAT WAJAH PENGUASA SUKA BOHONG

Disusun oleh : Azwir B.Chaniago

Di zaman kita ini sangatlah banyak manusia yang bermudah mudah untuk berbohong. Mereka, yang suka berbohong ini, seolah olah tak memiliki rasa takut kepada Allah Ta’ala dan juga tak ada rasa malu kepada manusia. Imam adz Dzahabi menyebutkan : Suka berbohong  dikelompokkan  sebagai DOSA BESAR. (Lihat al Kabair).

Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan banyak sekali keburukan yang akan diperoleh orang orang yang suka berbohong, diantaranya adalah disebut sebagai manusia terkutuk. Allah Ta’ala berfirman 

 

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ

 

Terkutuklah orang YANG BANYAK BERBOHONG. (Q.S adz Dzariyat 10)

 

Yang lebih parah lagi adalah ketika pemimpin atau penguasa   membohongi orang orang yang dipimpinnya karena akan berdampak luas. Bisa jadi terkait dengan nasib atau kehidupan orang orang yang yang dipimpinnya.  Apalagi berbohongnya sangat sering.

 

Oleh karena itu  Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan secara khusus BAHWA ANCAMAN UNTUK PEMIMPIN ATAU PENGUASA YANG BEBOHONG SANGATLAH BERAT yaitu diterlantarkan di akhirat. ALLAH TAK SUDI MELIHAT WAJAHNYA   dan diberi adzab yang pedih. 

 

Satu riwayat dari Abu Hurairah radiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

 

Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang wajah mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, PENGUASA YANG SUKA BERBOHONG dan orang  miskin yang takabur. (H.R Imam Muslim).

 

Oleh karena itu hamba hamba Allah jangan membenarkan kebohongannya dan jangan mendukung kezhalimannya. Dari Ka’ab bin Ujrah, dia mengatakan  bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam  keluar mendekati kami, lalu bersabda :

 

إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ

 

Akan ada setelahku nanti PARA PEMIMPIN ATAU PENGUASA  YANG BERBOHONG. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedzaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari Kiamat).

 

Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa pembohong) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedzaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (pada hari Kiamat). H.R Imam  Ahmad dan an Nasa’i.

 

Selain itu ingatlah bahwa seseorang yang suka berbohong akan mendapat predikat sebagai munafik. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

 

 

 

 

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda tanda orang munafik  ada tiga (1) Apabila berbicara DIA BOHONG . (2) Apabila berjanji ia mengingkari (3) Apabila diberi amanat ia berkhianat.  (H.R Imam Muslim).

 

Wallahu A’lam. (2.371).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar