Sabtu, 08 Februari 2020

SESEORANG TERPENGARUH OLEH TEMAN AKRABNYA


SESEORANG TERPENGARUH OLEH TEMAN AKRABNYA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Allah Ta’ala telah mentakdirkan manusia menjadi makhluk sosial yang butuh teman untuk bergaul, berkomunikasi bahkan untuk tolong menolong. Tetapi ketahuilah bahwa teman, apalagi teman akrab yang punya kelakuan tak baik sering menjerumuskan seseorang kepada keburukan. Begitupun sebaliknya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingatkan tentang hal ini dalam sabda beliau :

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan mencocoki agama (atau kebiasaan) teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian. (H.R Abu Daud, at Tirmidzi dan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Bahwa seorang Tabi’in, yaitu Imam Mujahid memberi nasehat : Barangsiapa (menjelang, menghadapi) mati, maka akan datang di hadapan dirinya orang yang satu majelis (satu tipe) dengannya. Jika ia biasa duduk di majelis orang yang selalu menghabiskan waktu dalam kesia-siaan  maka itulah yang akan menjadi teman dia tatkala sakratul maut.

Sebaliknya jika di kehidupannya ia selalu duduk bersama ahli dzikir (yang senantiasa mengingat Allah), maka itulah yang menjadi teman yang akan menemaninya saat sakratul maut. (Tadzkirah, Imam al Qurtubi).

Oleh karena itu seorang hamba hendaklah menjauhi teman yang buruk. Bisa jadi dia memperoleh keburukan dari perbuatan teman yang buruk dan bisa pula terbawa menjadi berkelakuan buruk pula.

Syaikh As Sa’di rahimahulah juga menjelaskan bahwa berteman dengan orang yang bersifat tidak baik dapat mendatangkan bahaya bagi  yang berteman dengannya. Dapat mendatangkan keburukan dari segala hal baginya.

Sungguh betapa banyak kaum yang rusak karena sebab keburukan-keburukan mereka, dan betapa banyak orang yang mengikuti sahabat-sahabat mereka menuju kehancuran, baik mereka sadari maupun tidak. Oleh karena itu, sungguh merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba yang beriman yaitu Allah memberinya taufik berupa teman yang baik. Sebaliknya, hukuman bagi seorang hamba adalah Allah mengujinya dengan teman yang buruk. (Bahjatu Qulubil Abrar, 185)

Memilih teman yang buruk kelakuannya  menyebabkan  agamanya bisa rusak. Kerusakannya bukan hanya di dunia. Mereka menyesal pada hari kiamat nanti. Ketika tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan maka penyesalan di akhirat akan mendatanginya dan ini penyesalan sudah tak guna.

Renungkanlah firman Allah Ta’ala berikut ini yaitu tentang penyesalan orang orang yang salah memilih teman :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاًhai

Dan (ingatlah) Pada hari (ketika) orang orang zhalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya) seraya berkata : Wahai sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.

Wahai celaka aku !. Sekiranya (dulu) AKU TIDAK MENJADIKAN SI FULAN ITU TEMAN AKRAB (KU).  Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku.

Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan (al Qur an) ketika (al Qur an) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia. (Q.S al Furqan 27-29).

Memang ada baik baiknya berteman dengan banyak orang. Akan tetapi jangan berteman akrab dengan semua orang. Pilih teman akrab yang selalu mengajak kepada kebaikan dan menghindar dari keburukan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.882)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar