Kamis, 20 Februari 2020

ADA ANCAMAN API NERAKA JIKA WUDHU TAK SEMPURNA


ADA ANCAMAN API NERAKA JIKA WUDHU TAK SEMPURNA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketika beribadah, orang orang beriman dituntut untuk melakukan sebaik dan sesempurna mungkin. Ketahuilah bahwa ketika ibadah yang kita lakukan tak sempurna, MAKSUDNYA TAK SEMPURNA MENURUT SYARIAT maka sangatlah besar bahayanya. Bisa jadi ibadahnya tertolak. Tak benilai di sisi Allah Ta’ala sehingga mendatangkan kerugian dan penyesalan. 

Ingatlah kisah tentang seseorang yang  shalat di masjid lalu disuruh ulang sampai tiga kali oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam karena shalatnya tak sempurna. Jadi shalatnya tidak sah. 

Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan  yang selainnya, disebutkan : Suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid.

Ternyata Nabi menyuruh orang ini  untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruh mengulangi shalatnya lagi. Ini berlangsung sampai tiga kali. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah kareka dia tidak tuma'ninah, dia bergerak rukuk dan sujud terlalu cepat.  

Keadaan ini bisa pula terjadi ketika seseorang berwudhu sekenanya saja. Ingatlah bahwa  ketika seseorang berwudhu tapi tak sempurna maka ini juga mendatangkan bahaya, bisa jadi wudhunya tidak sah. Padahal wudhu adalah salah satu syarat sahnya ibadah shalat.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :

لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Allah tidak akan menerima shalat salah seorang diantara kalian jika dia berhadats sampai dia wudhu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Orang orang beriman haruslah  berusaha dengan sungguh sungguh untuk menyempurnakan setiap wudhunya karena berkaitan sangat dengan nilai dan kesempurnaan shalatnya.

Kalau kita perhatikan sebagian orang ada kurang perhatian dan   suka terburu buru ketika berwudhu. Akibatnya air tidak menjangkau semua anggota wudhu dan wudhunya tidak sempurna. Bisa jadi tidak sah,  seolah olah dia belum berwudhu. 

Dalam satu hadits disebutkan tentang seseorang yang wudhunya kurang  lalu Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menyuruhnya untuk mengulang dan memperbagus wudhunya :

عَنْ جَابِرٍ أَخْبَرَنِى عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَجُلاً تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ». فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى

Dari Jabir, Umar bin Khhathtab mengabarkan bahwa ada seseorang yang berwudhu’ lantas bagian kuku kakinya tidak terbasuh, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya dan berkata : Ulangilah, perbaguslah wudhumu. Lantas ia pun mengulangi dan kemudian dia shalat. (H.R Imam Muslim).

Ketahuilah akan adanya bahaya jika seseorang tak menyempurnakan wudhu, diantaranya ADALAH ADA ANCAMAN API NERAKA. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingatkan  tentang hal ini dalam  sabda beliau :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Celakalah tumit yang tidak terbasuh air wudhu dengan (siksa) api neraka. (H.R Imam  Bukhari dan Imam Muslim).

Berikut ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, dia  berkata :

رَجَعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِمَاءٍ بِالطَّرِيقِ تَعَجَّلَ قَوْمٌ عِنْدَ الْعَصْرِ فَتَوَضَّئُوا وَهُمْ عِجَالٌ فَانْتَهَيْنَا إِلَيْهِمْ وَأَعْقَابُهُمْ تَلُوحُ لَمْ يَمَسَّهَا الْمَاءُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

Kami pernah kembali bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah menuju Madinah hingga sampai di air di tengah jalan, sebagian orang tergesa-gesa untuk shalat ‘Ashar, lalu  mereka berwudhu dalam keadaan terburu-buru. Kami pun sampai pada mereka dan melihat air tidak menyentuh tumit mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda : “Celakalah tumit-tumit dari api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian”. (H.R Imam Muslim).

Oleh karena itu jangan tergesa gesa ketika berwudhu. Mari kita jaga cara berwudhu kita yaitu yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.894).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar