Selasa, 25 Februari 2020

MUSIBAH DALAM AGAMA ITULAH MUSIBAH BESAR


MUSIBAH DALAM AGAMA ITULAH MUSIBAH BESAR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sebagian orang ada yang  mengeluh, merasa berat, tak nyaman ketika didatangi ujian atau musibah berkenaan dengan dunianya seperti didatangi sakit, kehilangan harta, kehilangan pekerjaan atau jabatan dan yang lainnya. Ketahuilah bahwa ujian atau musibah yang demikian hakikatnya bukanlah musibah besar. 

Sungguh yang disebut musibah besar yang mendatangi seseorang adalah MUSIBAH DALAM AGAMA. Apa itu ?. Maknanya adalah semua perkara yang mengurangi ketaatan seorang hamba dalam beragama.

Diantara contohnya adalah (1) Seorang yang biasa rajin beribadah lalu sekarang malas malasan. (2) Biasa sering ikut kajian lalu tanpa alasan yang jelas jadi jarang ikut kajian. (3)  Biasa sering membaca bahkan mentadaburi dan  menghafal al Qur-an lalu meninggalkannya. (4) Biasa shalat malam lalu menjadi jarang melakukannya. (5) Biasa selalu shalat berjamaah di masjid lalu sekarang banyak shalat fardhu di rumah. (6)  Biasa senang berinfak dan bersedekah sekarang jadi pelit. (7) Biasa penyabar, suka memberi maaf lalu sekarang suka emosi, dan yang lainnya.

Ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kehidupan dunia seseorang  belum seberapa jika dibanding dengan musibah yang menimpa agamanya karena ini berhadapan dengan kerugian di dunia dan di akhirat.  

Perhatikanlah apa yang dikatakan Umar bin Khaththab : Tidaklah aku ditimpa suatu musibah, kecuali Allah memberikan empat kenikmatan kepadaku : (1) Musibah itu tidak menimpa agamaku. (2) Musibah itu tidak lebih berat dari musibah orang lain. (3) Musibah itu tidak menghalangiku untuk ridha. (4). Musibah itu membuat aku masih mengharapkan pahala.

Lalu kenapa musibah besar itu bisa terjadi ?. Ketahuilah bahwa setiap musibah terjadi adalah akibat perbuatan atau dosa dosa manusia itu sendiri. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apapun yang menimpamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kesalahanmu)  Q.S asy Syuraa 30.

Imam Ibnul Qayyim berkata : Bahwa diantara akibat buruk dari dosa atau kemaksiatan adalah terhalangnya (seseorang) untuk melakukan ketaatan dan memalingkan hatinya dari istiqamah.

Oleh karena itu orang orang beriman selalu berusaha menjaga diri dari berbagai musibah terutama sekali MUSIBAH BESAR YANG MENGENA KEPADA AGAMA.  Sungguh musibah dalam agama mendatangkan kerugian dan penyesalan.

Jika seorang hamba ditimpa musibah besar ini maka  untuk obatnya butuh segera memohon ampun kepada Allah dan bertaubat dengan sungguh sungguh. Lalu timbulkan kembali semangat baru yaitu banyak bergaul dengan orang orang yang berilmu dan (paksakan diri  pada tahap awal)  taat dalam beribadah.

Selanjutnya teruslah berdoa kepada Allah Ta’ala.  Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sebuah doa agar dijauhkan dari musibah besar yaitu musibah dalam agama : 

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا،

Ya Allah janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami. (H.R at Tirmidzi, an Nasa’i dan al Hakim)

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari musibah besar ini. Wallahu A’lam. (1.900)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar