Rabu, 14 November 2018

MENGAMBIL MANFAAT DARI TIGA JENIS WAKTU


MENGAMBIL MANFAAT DARI TIGA JENIS WAKTU

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam satu hadits, Rasulullah menjelaskan bahwa WAKTU ADALAH NIKMAT DARI ALLAH dan juga beliau mengingatkan kita agar jangan tertipu dengan waktu, yaitu sebagaimana sabda beliau :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang. (H.R Imam Bukhari).

Sungguh nikmat waktu memang unik.  Tidak dapat disimpan, ia akan bergulir begitu saja. Jika dimanfaatkan secara bijaksana akan  memberi manfaat yang besar. Jika tak dimanfaatkan dia juga akan pergi. Bahkan dia pergi begitu saja tanpa pamit.
Tidak ada yang bisa menghalanginya untuk berlalu dan tak akan kembali selamanya. 

Diantara keunikannya juga adalah bahwa setiap orang mendapat jatah waktu yang sama dan menggunakan untuk perkara yang berbeda.

Ketahuilah bahwa ketika berada di dunia ini ada tiga jenis waktu bagi manusia, yaitu :

(1) Waktu yang telah berlalu. (2)  Waktu sekarang dan (3)  Waktu yang akan datang. Orang bijak akan memanfaatkan ketiga jenis waktu ini agar memberikan banyak manfaat untuk dunia terlebih lagi untuk akhirat. Diantaranya adalah :

Pertama : Waktu yang telah berlalu. 

Ini waktu yang sudah lewat tak akan pernah kembali lagi. Meskipun sudah berlalu bukan berarti kita sudah tidak bisa mengambil manfaat apa apa lagi terhadapnya. Ketahuilah bahwa waktu yang lalu itu masih ada gunanya buat kita. Paling tidak ada dua kegunaan waktu yang telah lalu. 

(1) Dijadikan pelajaran untuk bisa lebih baik. Bukankah banyak orang telah mengambil pelajaran dari waktunya yang telah lalu. 

(2) Yang lebih penting adalah dijadikan sebagai  sarana introspeksi diri serta sebagai pengingat kesalahan  di masa lalu dan memperbanyak taubat serta istighfar. Sungguh Allah Ta’ala selalu membentangkan tangannya untuk menerima taubat hamba hamba-Nya.

Abu Musa radhiallahu’anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

 إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ فِيْ النَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat orang yang berbuat keburukan di siang hari dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar bertaubat orang yang berbuat keburukan di malam  hari, sehingga matahari terbit dari barat (Kiamat). H.R Imam Muslim.

Ketahuilah bahwa walaupun dosa-dosa Rasulullah  telah diampuni, namun beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristighfar di setiap waktu. Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat paling banyak beristigfar.

Beliau shallallahualaihi wa sallam bersabda :

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali. (H.R Imam Bukhari).

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai sekalian manusia. bertaubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali. (H.R Imam Muslim).

Kedua : Waktu sekarang.

Ini adalah waktu yang ada didepan mata kita untuk bisa right now melakukan amal shalih. Jangan tunda, segeralah melakukan perintah Allah  sekarang juga dan berhentilah dari apa apa yang dilarang Allah. Ini  kesempatan terbaik yang diberikan Allah kepada kita. 

Allah Ta’ala berfirman :

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Berlomba-lombalah dalam kebaikan. (Q.S al Baqarah 148).
Maksud ayat ini kata Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin adalah jadilah yang nomor satu dalam melakukan kebaikan. (Syarh Riyadhus Shalihin). 

Begitu juga Allah Ta’ala berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.  (Q.S Ali Imran 133).

Ketiga : Waktu yang akan datang.

Ini adalah perkara ghaib. Manusia tidak memiliki ilmu tentangnya. Apakah kita masih bisa ketemu dengannya atau tidak. Namun demikian kita bisa memanfaatkan waktu yang akan datang untuk meraih kebaikan. Diantaranya adalah dengan ber’azam yaitu memasang niat yang kuat untuk melakukan kebaikan kebaikan di waktu yang akan datang.

Jika kita berhalangan melakukan kebaikan yang telah kita niatkan dengan sungguh sungguh, maka insya Allah akan ada nilainya disisi Allah. 

Dalam satu hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Rassulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ

Sesungguhnya Allah mencatat berbagai keburukan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak. (H.R Imam Bukhari  dan Imam Muslim).

Al Imam Ibnu Rajab al Hambali berkata :  Yang dimaksud ‘hamm’ (bertekad) dalam hadits di atas adalah bertekad kuat yaitu bersemangat ingin melakukan amalan tersebut. Jadi niatan tersebut bukan hanya angan-angan yang jadi pudar tanpa ada tekad dan semangat. (Jaami’ul Ulum wal Hikam).

Oleh karena itu seorang beriman haruslah cerdas dalam menggunakan waktu, baik yang telah berlalu, yang sekarang ataupun yang akan datang. Insya Allah semua waktu bisa bermanfaat dan mendatangkan kebaikan. Wallahu A’lam (1.456)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar