Minggu, 08 September 2019

RASA MALU TERMASUK AKHLAK ISLAM YANG DIUTAMAKAN


RASA MALU TERMASUK AKHLAK ISLAM 
YANG DIUTAMAKAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Syariat Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki dan senantiasa menjaga rasa malu. Ketahuilah bahwa rasa malu adalah akhlak atau sifat yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan buruk dan tercela. 

Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilaly berkata : (1)  Malu adalah akhlak yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan buruk dan tercela. (2) Menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat. (3) Mencegahnya dari sikap melalaikan hak orang lain.

Ketahuilah bahwa rasa malu adalah akhlak Islam yaitu sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam :

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu. (H.R Ibnu Majah dan ath Thabrani, dari Anas bin Malik).

Selanjutnya Rasulullah juga mengingatkan bahwa rasa malu hanya akan mendatangkan kebaikan, sebagaimana sabda beliau :

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إلاَّ بِخَيْرٍ.

Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Bahkan rasa malu terkait dengan iman seseorang. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.

Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan  LAA ILAAHA ILALLAAH, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman. (H.R Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Imam Muslim dan juga yang selainnya).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :  
  
اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ.

Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. (H.R Imam Ahmad, at Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Kalau dilihat kenyataan di masyarakat kita dewasa ini, Sungguh kita merasa sangat prihatin karena banyak orang jatuh harga dirinya, terhina bahkan dihukum karena melakukan berbagai perbuatan buruk yaitu sebagai akibat HILANGNYA RASA MALU. Ini baru berupa sanksi di dunia dan adzab di akhirat tentu lebih berat lagi. Na’udzubillah min dzaalik.

Oleh karena itu, orang orang beriman HARUSLAH SELALU menjaga rasa malu. Malu melakukan keburukan dan maksiat serta malu untuk tidak melakukan kebaikan terhadap sesama.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.754)   



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar