Selasa, 10 September 2019

HANYA BUTUH 10 MENIT UNTUK SHALAT DHUHA 4 RAKAAT


HANYA BUTUH 10 MENIT UNTUK SHALAT DHUHA 
EMPAT RAKAAT

Oleh : Azwir B. Chaiago

Salah satu shalat sunnah yang  dianjurkan dalam syariat Islam adalah shalat dhuha. Perintah shalat dhuha diantaranya disebutkan dalam hadits dari  Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi al Yamani lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah, dia  berkata : Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam) untuk melakukan tiga hal yang TAK AKAN AKU TINGGALKAN  hingga meninggal dunia, yaitu : Puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidur dalam keadaan telah melakukan shalat witir.  (H.R Imam Bukhari).

Kalau kita perhatikan banyak saudara saudara kita yang telah terbiasa bahkan istiqamah dalam mengamalkannya. Ada pula yang tidak sering atau jarang melakukannya bahkan ada pula hampir tak pernah melakukannya.

Ketahuilah bahwa waktu untuk melaksanakan shalat dhuha sangatlah longgar. Sebagian ulama menyebutkan waktunya mulai saat matahari setinggi tombak yaitu kira kira 15 menit setelah matahari  terbit. Akhir waktunya adalah bayangan benda yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda itu, tidak condong ke timur atau ke barat yaitu kira kira 15 menit sebelum masuk waktu zhuhur.

Nah, kita coba mempermudah dalam menghitung waktu yang tersedia untuk shalat dhuha. Paling tidak ada waktu antara pukul 7 pagi sampai pukul 11 siang yaitu 4 jam atau 240 menit.

Ketahuilah saudaraku bahwa untuk melakukan shalat dhuha 4 rakat dengan dua kali salam hanya dibutuhkan waktu antara 10 sampai 12 menit saja. Meskipun kita harus menghadapi berbagai aktivitas bahkan kesibukan sehari hari RASA RASANYA TIDAKLAH BERAT MENYEDIAKAN SEDIKIT WAKTU UNTUK SHALAT DHUHA. Hanya 10 menit, ya hanya 10 menit.

Tentang jumlah rakat shalat dhuha, sebagian ulama berpendapat tidak ada batasannya, dalilnya adalah hadits dari Aisyah radhiallahu’anha :

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضُّحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ اللهُ

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam SHALAT DHUHA EMPAT RAKAAT dan beliau biasa menambahkan sesuka beliau (H.R Imam Muslim).

Sungguh shalat dhuha memiliki keutamaan yang sangat banyak, diantaranya adalah :

Pertama : Mendapat penjagaan Allah Ta’ala sehari penuh.

Ketahuilah bahwa seorang hamba yang melaksanakan shalat dhuha empat rakaat akan mendapat penjagaan Allah sehari penuh. Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman : “Ibna aadamarka’ lii min awwalin nahaari arba’a raka’aatin akfika aakhirah”.  Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku di pagi hari empat rakaat, niscaya Aku akan menjagamu sampai akhir hari (mu) .R at Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh al Albani. 

Kedua : Shalat dhuha adalah shalat orang yang kembali kepada ketaatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali kepada ketaatan). Inilah shalat awwabin. (H.R Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh al Albani)

Imam an Nawawi rahimahullah berkata : Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali kepada ketaatan. (Syarh Shahih Muslim).

Ketiga : Mendapat kecukupan di akhir siang.

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghathafani, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang. (H.R Imam Ahmad, Abu Daud, at Tirmidzi dan  ad Darimi, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib al Arnauth)

Keempat : Pengganti kewajiban sedekah 360 persendian.

Pada diri manusia terdapat 360 persendian yang harus dikeluarkan sedekahnya dan ini bisa dicukupi dengan shalat dhuha.
Rasulullah bersabda : “Pada diri manusia terdapat 360 persendian, wajib baginya bersedekah untuk (persendian itu). Mereka bertanya : Siapa, wahai Rasulullah, yang sanggup akan hal itu ?. Beliau menjawab : Membersihkan kotoran yang terlihat adalah sedekah, menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah, dan shalat dua rakaat pada waktu dhuha mencukupinya” (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Penulis ‘Aunul Ma’bud Imam al ‘Azhim Abadi menyebutkan : Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu. (Aunul Ma’bud)

Kelima : Mendapat ampunan dosa
 
Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.
من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Keenam : Tidak dianggap sebagai  orang yang  lalai
Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam beribadah dan  mencari rahmat Allah Ta’ala. Diantara  cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda sebagai berikut.
من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai. (H.R al Baihaqi dan an Nasa’i).

Lalu berkenaan dengan pelaksanaan shalat dhuha ini datang pertanyaan : Bagaimana kalau seseorang bekerja pada suatu perusahaan ?. Mereka tentu tidak boleh meninggalkan pekerjaannya untuk shalat dhuha ?.

Ketahuilah bahwa  shalat dhuha hukumnya sunnah sedangkan menjaga amanah waktu dalam bekerja adalah wajib. Ini dikecualikan jika memang ada izin atau persetujuan dari atasan. Namun demikian paling tidak dia bisa melaksanakan shalat dhuha pada hari hari libur. Bukankah orang orang  bijak pernah mengatakan : Kalau tidak dapat semua jangan tinggalkan semua.  

Oleh karena itu orang orag beriman akan berusaha mengatur waktu agar bisa mengamalkan shalat dhuha ini sehingga memperoleh keutamaan dan kebaikan yang banyak. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.756)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar